Sheila On 7 Bicara Soal Ego, Tren dan Makna Hidup dalam Single “Sederhana”

JAKARTA – Grup musik asal Yogyakarta, Sheila On 7,  membahas masalah kebutuhan dan keinginan dalam single barunya yang berjudul “Sederhana.”

Dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu (6/5/2026), vokalis Duta Modjo menuturkan bahwa semasa muda anggota Sheila On 7 juga pernah banyak menuruti keinginan.

“Pasti, karena hidup ini kan proses belajar, kami beruntung karena tidak hanya dari berusaha belajar, tapi kebetulan lingkungan di sekitar itu juga sangat beruntung untuk menjalankan kehidupan seperti ini,” katanya.

Dia mengungkapkan bahwa ketika merilis album Pejantan Tangguh tahun 2004, Sheila On 7 lebih mengutamakan keinginan untuk tampil mengikuti musisi-musisi yang sedang banyak mereka dengarkan karyanya.

“Itu adalah album Sheila On 7 yang termasuk oke ya, tapi kurang oke dari sisi penjualan,” katanya.

“Tapi secara pencapaian, keinginan sebagai seorang musisi, merasa kami sampai di masa itu. Berarti dalam musik Sheila On 7 waktu itu kami cukup egois karena tidak memikirkan pendengarnya juga,” ia menambahkan.

Duta juga bercerita tentang gitaris Erros Candra dan keinginannya untuk mengeksplorasi gitar.

“Misal kayak Erros, dia mungkin tidak terlalu royal untuk beli pakaian, tapi kalau gitar, sebenarnya harganya tidak sederhana. Tapi dia gitaris, pasti ingin memberikan yang terbaik untuk penggemarnya, dia juga harus mengeksplorasi terus suara gitar, dia beli alat baru, itu mungkin kebutuhan,” ia mengatakan.

Erros mengatakan bahwa lagu “Sederhana” terinspirasi dari apa yang dia rasakan pada masa pandemi COVID-19, yang membuat musisi tidak bisa bebas tampil langsung di hadapan penggemar.

Kondisi itu membuat dia menyadari bahwa ternyata beberapa dari koleksi alat musiknya hanya dibeli karena ingin mengikuti tren.

“Tapi ketika trennya sudah habis, ya sudah ini cuma jadi sekadar barang saja,” katanya.

“Tapi memang ada beberapa barang yang itu tidak termakan tren. Jadi selain dipakai buat kerja juga, tapi juga investasi juga,” ia menambahkan.

READ  Coldplay Tiba di Jakarta, Chris Martin Jalan Nyeker di Sudirman

Erros mengemukakan pentingnya menyadari kebutuhan dan keinginan serta menjalani hidup sesuai dengan porsi dengan bahagia. (ANT/KN)

⚠️ Peringatan Plagiarisme

Dilarang mengutip, menyalin, atau memperbanyak isi berita maupun foto dalam bentuk apa pun tanpa izin tertulis dari Redaksi. Pelanggaran terhadap hak cipta dapat dikenakan sanksi sesuai UU Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta dengan ancaman pidana penjara maksimal 10 tahun dan/atau denda hingga Rp4 miliar.

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img