BONTANG – Keluhan nyeri ulu hati yang terus berulang tidak boleh dianggap sepele. Meski tidak selalu menandakan penyakit serius, kondisi tersebut bisa memerlukan pemeriksaan lebih lanjut untuk memastikan penyebabnya. Salah satu prosedur yang dapat direkomendasikan dokter adalah endoskopi, layanan pemeriksaan saluran pencernaan yang kini tersedia di RSUD Taman Husada Bontang.
Melalui pemeriksaan endoskopi, dokter dapat melihat kondisi bagian dalam saluran pencernaan menggunakan alat khusus berkamera. Namun, tidak semua pasien dengan keluhan nyeri ulu hati harus menjalani prosedur tersebut karena tindakan medis tetap ditentukan berdasarkan hasil pemeriksaan dokter.
Bagian Hukum, Komunikasi, dan Kerja Sama (HKK) RSUD Taman Husada Bontang, Tri Rohana Indah Lestari, S.Kep., Ns., mengatakan pasien umumnya perlu menjalani pemeriksaan awal untuk mengetahui kondisi kesehatan dan menentukan kebutuhan penanganan.
Pemeriksaan dapat dimulai melalui dokter umum. Apabila ditemukan indikasi yang membutuhkan penanganan lebih lanjut, pasien dapat diarahkan menjalani pemeriksaan oleh dokter spesialis sesuai prosedur pelayanan.
“Biasanya pasien datang dengan keluhan nyeri ulu hati. Nanti bisa jadi dokter umum menyarankan untuk menjalani endoskopi, tergantung kondisi pasien,” ujarnya, Sabtu (24/10/2026).
Menurut Tri, endoskopi menjadi salah satu pilihan pemeriksaan untuk membantu dokter mengetahui kondisi saluran pencernaan yang tidak selalu dapat dipastikan hanya melalui keluhan pasien.
Nyeri ulu hati sendiri dapat berkaitan dengan berbagai gangguan kesehatan, seperti peradangan lambung, penyakit refluks asam lambung, maupun tukak lambung. Namun, penyebab pastinya harus ditentukan melalui pemeriksaan medis.
Pada kondisi tertentu, keluhan nyeri ulu hati juga dapat disertai gejala yang memerlukan perhatian segera, seperti muntah darah, buang air besar berwarna hitam, kesulitan menelan, atau penurunan berat badan tanpa sebab yang jelas.
Pemeriksaan endoskopi saluran cerna bagian atas atau gastroskopi dilakukan menggunakan alat berbentuk selang lentur yang dilengkapi kamera untuk melihat kondisi kerongkongan, lambung, dan bagian awal usus halus.
Melalui prosedur tersebut, dokter dapat mengidentifikasi kelainan pada saluran pencernaan dan menentukan apakah diperlukan pemeriksaan tambahan atau tindakan medis lainnya.
Meski demikian, keputusan melakukan endoskopi tetap mempertimbangkan kondisi pasien, hasil pemeriksaan awal, serta indikasi medis yang ditemukan dokter.
Selain memahami prosedur pemeriksaan, Tri mengingatkan masyarakat untuk memastikan ketentuan pembiayaan sebelum menjalani layanan endoskopi.
Khusus peserta BPJS Kesehatan, pasien disarankan terlebih dahulu memeriksa persyaratan penjaminan dan mengikuti alur pelayanan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang berlaku.
“Kalau kami memberikan pelayanan ini kepada masyarakat, tentunya kami menyarankan untuk mengurus dan memastikan ketentuannya melalui BPJS terlebih dahulu. Ada persyaratan yang harus diperhatikan, termasuk apakah pemeriksaannya bisa ditanggung atau tidak,” jelasnya.
Pada prinsipnya, pemeriksaan endoskopi dapat dijamin melalui program JKN apabila memenuhi indikasi medis dan ketentuan pelayanan BPJS Kesehatan.
Untuk pelayanan yang tidak bersifat darurat, peserta umumnya memulai pemeriksaan melalui fasilitas kesehatan tingkat pertama (FKTP), kemudian memperoleh rujukan ke fasilitas kesehatan lanjutan apabila diperlukan.
Sementara itu, keputusan mengenai kebutuhan endoskopi ditentukan dokter berdasarkan hasil pemeriksaan dan kondisi medis pasien.
Tri menjelaskan, kepastian penjaminan perlu diketahui sejak awal agar pasien memahami prosedur pelayanan sekaligus kemungkinan biaya yang harus dipersiapkan.
Pasalnya, apabila pemeriksaan dilakukan secara mandiri tanpa penjaminan, biaya tindakan endoskopi dapat tergolong cukup besar, bergantung pada jenis pemeriksaan dan tindakan tambahan yang diperlukan.
Karena itu, masyarakat diimbau mencari informasi mengenai persyaratan, alur pemeriksaan, dan pembiayaan sebelum menjalani tindakan.
Layanan endoskopi RSUD Taman Husada Bontang sendiri telah beroperasi sekitar dua bulan. Kehadiran fasilitas tersebut menjadi bagian dari pengembangan pelayanan kesehatan agar masyarakat tidak harus selalu menjalani pemeriksaan saluran pencernaan di luar daerah.
Sebelumnya, Direktur RSUD Taman Husada Bontang, dr. Suhardi, Sp.JP., FIHA, juga menyampaikan bahwa layanan endoskopi telah tersedia dan dapat diakses peserta BPJS Kesehatan sesuai ketentuan yang berlaku.
Dengan tersedianya fasilitas tersebut, masyarakat memiliki pilihan pemeriksaan yang lebih dekat, terutama untuk keluhan saluran pencernaan yang membutuhkan penanganan lanjutan.
Tri mengingatkan masyarakat agar tidak mengabaikan keluhan pencernaan yang berlangsung lama atau berulang. Pemeriksaan dokter diperlukan untuk mengetahui penyebabnya dan menentukan penanganan yang tepat.
“RSUD Taman Husada Bontang mengimbau masyarakat untuk tidak mengabaikan keluhan pencernaan yang berulang dan segera berkonsultasi dengan tenaga medis. Agar mendapatkan pemeriksaan serta penanganan yang sesuai,” tutupnya. (Dwi/Adv)
Editor: Agus S



