Minggu, Juli 14, 2024
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Rocky Gerung Dilawan Isradi

Catatan Rizal Effendi

ROCKY GERUNG “menyerbu” Balikpapan.  Dia tampil di dua tempat. Kamis (13/6) malam atau malam Jumat yang penuh berkah dia ngoceh di Café Sappo (CS), Balikpapan Barat dan besoknya, dua jam sebelum salat Jumat dia berbicara di Kampus Universitas Balikpapan (Uniba).

Penyelenggara diskusi di CS adalah Forum Diskusi AKAL SEHAT Indonesia dan Asosiasi Media Siber Indonesia. Temanya: “Meramal Masa Depan Kaltim” (Dari Perspektif Keberadaan IKN, Perkebunan dan Industri Sawit, Serta Kelimpahan Bioenergi).

Selain Rocky Gerung, tampil juga sebagai pembicara Dr Syukri M Nur (pakar energi terbarukan-bioenergi) dan Darmono Taniwiryono, Ph.D (ketua umum Masyarakat Ilmiah Perkelapasawitan Indonesia) dengan host Dikki Akhmar, ketua Forum Diskusi Akal Sehat Indonesia.

Dr Syukri dan Darmono  bukan orang sembarangan. Kepakarannya di bidang bioenergi dan perkelapasawitan tidak diragukan lagi. Tapi undangan yang datang seperti terhipnotis dengan kemampuan Rocky mengolah kata dalam bahasa filsafat. Seakan hujatan yang dia lontarkan adalah nyanyian merdu yang didendangkan Putri Isnari, pedangdut asal Kampung Baru.

Tak jauh dari tempat Rocky berbicara adalah kediaman awal Putri. Dia sudah disunting Abdul Aziz, putra pengusaha tambang dan konstruksi Haji Alwi Dondang dengan uang panai Rp2 miliar. Hebatnya sang ayah mertua  punya istri tiga, yang masih muda-muda dan hidup rukun. Agak beda dengan Rocky Gerung, yang konon belum beristri sama sekali.

Meski Putri Isnari tidak bernyanyi di Café Sappo, tapi sempat ada dosen wanita bernama Isnawati yang ikut ngoceh di depan Rocky Gerung. Dia mempersoalkan nasib Balikpapan sebagai kota penyangga, yang sekarang ini berhadapan dengan sejumlah masalah seperti air, jalan dan infrastruktur lainnya.

“Balikpapan belum siap untuk mendukung proyek besar seperti IKN. Apalagi di sana dilakukan pembukaan hutan, sehingga kita mengalami panas yang luar biasa,” ucapnya lantang.

Sementara di Uniba, sang pakar filsafat dan pengamat politik ini tampil didampingi Rektor Uniba Dr Isradi Zainal dan Ketua Dewan Pembina Dr Rendi Ismail. Rocky bicara IKN lagi dengan tema: “Progres Pembangunan IKN dan Dampaknya terhadap Kaltim dan Indonesia.”

Namanya Rocky, apalagi yang dibahas soal IKN, pasti dari mulutnya keluar kata dan kalimat yang menusuk dan pedas. Di mata dan di mulutnya IKN dianggap bermasalah dan bakal mendatangkan sesuatu, yang merugikan bangsa di masa mendatang terutama dari aspek pembiayaan dan lingkungan.

Menurut Rocky, wajar saja kalau sampai sekarang IKN belum mendapatkan investor asing seperti yang disampaikan Menteri Investasi Bahlil Lahadalia. Karena IKN itu hanyalah ambisi seorang Presiden Jokowi untuk meninggalkan legacy pada akhir masa pemerintahannya.

Dia menunjuk bukti dari sikap para duta besar berbagai negara di Jakarta. Mereka digambarkan Rocky mengetahui keadaan sesungguhnya, sehingga tidak mau memindahkan kantor ke IKN. “Bahkan Kedutaan Besar Amerika di Jakarta lebih diperbesar lagi sekarang,” jelasnya.

                                                Suasana Café Sappo saat Rocky Gerung berbicara.

TAK ADA APA-APANYA

Ketika berbicara IKN di Uniba, Rocky Gerung seakan kena batunya. Soalnya sebagian pandangannya dibantah oleh Rektor Uniba Dr Isradi Zainal. Kebetulan Isradi hampir tiap minggu datang ke lokasi IKN, sehingga dia tahu betul apa yang terjadi di sana.

Menurut Isradi, data yang diungkap Rocky Gerung tentang IKN tidak terlalu valid.  “Menurut saya datanya tidak up to date, karena dia belum pernah ke sana. Jadi terkait IKN, Rocky Gerung tidak ada apa-apanya,” tegasnya.

Lalu dia membahas satu per satu apa yang diungkapkan Rocky Gerung. Misalnya soal sumber air yang dipakai di IKN. Rocky menyebut mempergunakan air tanah, padahal yang sebenarnya adalah air permukaan seperti di Waduk Sepaku Semoi.

                                             Mendapat kalungan manik ketika datang ke Kampus Uniba.
                                             Foto bersama sebagian mahasiswa Uniba yang mengikuti diskusi.

Begitu juga soal data lahan 8.000 hektare di IKN yang disebutkan bermasalah. Menurut Isradi, data di lapangan angkanya hanya sekitar 2.086 hektare.

Isradi juga meluruskan  soal tidak adanya investor di IKN. Padahal di sana sudah enam kali dilakukan groundbreaking.

Isradi menegaskan bahwa pembangunan IKN telah melalui berbagai kajian dan persiapan yang matang. Jadi pernyataan bahwa AMDAL baru dibuat setelah keputusan politik pemindahan IKN tidak sepenuhnya benar.

Ada pandangan Rocky Gerung yang menggoda ketika menyinggung pembiayaan IKN, yang tidak mungkin seluruhnya didukung APBN. Dia mengaitkan dengan maraknya judi online, yang bisa menghasilkan Rp 327 triliun. Hampir sama dengan kebutuhan dana IKN Rp450 triliun. “Kalau begitu legalkan saja judi online untuk dipakai buat investasi IKN,” ujarnya sambil menegaskan bahwa maraknya judi online karena ekonomi kita tidak bertumbuh sebagaimana mestinya.

Rocky Gerung sudah dua kali ke kampus Uniba. Tapi mahasiswa dan sivitas kampus tetap semangat menyambutnya.  Dia juga sempat singgah di kantor redaksi Tribun, di Jl Indrakila, Gunung Samarinda, Balikpapan Utara. Di situ dia ngoceh lagi soal IKN, yang disiarkan melalui kanal Youtube TribunKaltim.co dan Facebook Tribun Kaltim Official. Ada yang usul namanya ditambah menjadi Rocky “IKN” Gerung. (*)

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Most Popular