SAMARINDA — Arus investasi menuju Kalimantan Timur terus menunjukkan tren yang kian menguat. Memasuki triwulan III tahun 2025, Kaltim berhasil mengantongi investasi sebesar Rp70 triliun, sebuah capaian yang menegaskan posisi provinsi ini sebagai salah satu magnet ekonomi terbesar di Indonesia.
Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kaltim, Fahmi Prima Laksana, menegaskan bahwa pertumbuhan investasi tersebut merupakan sinyal jelas bahwa kepercayaan investor—baik domestik maupun asing—terus meningkat seiring berkembangnya proyek strategis di Kaltim.
“Nilai investasi Kaltim untuk triwulan ketiga sudah mencapai Rp70 triliun. Ini menandakan tingkat kepercayaan investor terhadap Kaltim semakin kuat,” ujar Fahmi dalam kegiatan di Hotel Mercure Samarinda, Senin (2/12/2025).
Ia mengungkapkan, intensitas komunikasi dengan negara-negara mitra turut menjadi faktor pendorong. Sejumlah provinsi luar negeri yang memiliki hubungan sister province dengan Kaltim terus membuka peluang pertukaran informasi dan penjajakan kerja sama. Salah satu yang paling terlihat agresif adalah investor asal Tiongkok.
“Dalam beberapa minggu terakhir, banyak pengusaha Tiongkok datang untuk menggali potensi investasi. Mereka melihat Kaltim sebagai daerah dengan peluang besar untuk dikembangkan,” jelasnya.
Fahmi menambahkan bahwa sektor energi baru terbarukan (EBT) menjadi primadona bagi investor asing. Proyek-proyek kelistrikan berbasis teknologi hijau dianggap sejalan dengan kebijakan transisi energi yang kini menjadi prioritas pembangunan Kaltim. Di samping itu, minat terhadap sektor manufaktur dan digital juga terus menguat.
“Energi baru terbarukan menjadi sektor yang paling banyak diminati karena lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan. Selain itu, ambisi investor global terhadap sektor digital juga menjadikan Kaltim sebagai salah satu tujuan utama,” paparnya.
Untuk menjaga momentum positif ini, Pemprov Kaltim memastikan bahwa proses perizinan dan fasilitasi penanaman modal terus diperkuat. Fahmi menyebut bahwa laporan lengkap mengenai realisasi investasi akan disampaikan pada agenda resmi berikutnya.
“Data lengkapnya sudah kami rilis dan akan kami sampaikan kembali secara resmi,” tutupnya.
Penulis: Hadi
Editor: Agus


