Minggu, Juni 16, 2024
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Putri Wakil Ketua DPD RI Mengundurkan Diri dari PAN, Protes Dukungan kepada Rudy Mas’ud dan Seno Aji

SAMARINDA – Dihubungi lewat telepon Jumat (7/6/2024) malam. Shela Anggraini Sadewi, putri Wakil Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI, Mahyudin, membenarkan pengunduran dirinya dari Partai Amanat Nasional (PAN). Keputusan ini diambil sebagai bentuk protes terhadap dukungan partai tersebut kepada pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Kalimantan Timur 2024, Rudy Mas’ud dan Seno Aji, yang dinilai mengabaikan kontribusi dan perjuangannya selama ini dalam pemilihan legislatif.

Keputusan tersebut diambil Shela sebagai bentuk kekecewaan terhadap Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PAN, yang dianggap tidak menghargai upayanya dalam meraih 18.434 suara pada Pemilihan Legislatif lalu. Perolehan suara tersebut berhasil menyumbangkan satu kursi DPR RI untuk PAN, setelah 15 tahun partai tersebut vakum tanpa kursi di DPR RI dari Kalimantan Timur.

“Keputusan ini diambil karena saya merasa tidak diapresiasi sebagai kader. Kami sudah berjuang keras untuk meraih kursi di DPR RI, namun PAN justru memberikan dukungannya kepada pasangan Rudy Mas’ud dan Seno Aji,” ujar wanita yang besar di Sangata Kutai Timur ini.

Ia mengungkapkan bahwa tidak ada koordinasi atau pembicaraan dari PAN sebelum dukungan tersebut diumumkan. Shela dan keluarganya mengetahui keputusan PAN melalui berita online, yang langsung memicu keputusan untuk mundur dari partai tersebut.

“Kami berharap PAN bisa berdiskusi dengan kami sebagai kader sebelum memberikan rekomendasi. Karena seharusnya partai mengutamakan kader yang telah berjuang di bawah,” tambahnya.

Shela menegaskan bahwa keputusan ini juga didorong oleh perbedaan visi dan misi. “Visi dan misi kami sudah berbeda. Kami mendukung calon lain dan ingin memperjuangkan daerah kami sesuai pandangan kami sendiri,” jelas Shela.

Wakil Ketua DPD RI, Mahyudin, yang merupakan ayah Shela, tidak berpartai, tetapi Shela maju sebagai calon legislatif melalui PAN. “Kami sudah berjuang sekuat tenaga, namun tampaknya tidak dihargai,” katanya.

Langkah Shela ini mencerminkan kekecewaan mendalam terhadap sikap partai yang tidak mengutamakan kader internalnya dalam pengambilan keputusan strategis, terutama terkait pencalonan kepala daerah. (han)

Penulis : Hanafi
Editor :

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Most Popular