Sabtu, Juni 22, 2024
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Publik Ingin Presiden Jokowi Tidak Cawe-Cawe Memenangkan Capres Tertentu

KORANUSANTARA – Indonesia bersiap menghadapi Pemilu 2024. Jelang pesta demokrasi lima tahunan tersebut, publik menginginkan tahapan pemilu berjalan lancar dan demokratis.

Dalam peringatan Harlah ke-25 PKB di Stadion Manahan Solo, Jawa Tengah, Minggu, 23 Juli 2023, Presiden Joko Widodo meminta warga untuk tidak bertengkar karena berbeda pilihan.

“Wong yang di atas-atas aja, ketua-ketua partai itu sering makan-makan bareng. Capres-capres itu ngopi bareng. Lha, kok yang di bawah saling bertengkar dan berkepanjangan, kangge nopo (buat apa)?” kata Jokowi.

Jokowi mengingatkan untuk tidak lupa bahwa kita semua adalah saudara sebangsa dan setanah air. Dia kembali menekankan, sudah seharusnya pertengkaran antarpendukung diakhiri setelah pemilu berakhir.

Sementara itu, berdasarkan hasil survei Indikator Politik Indonesia, mayoritas responden berharap Presiden Jokowi tidak ikut cawe-cawe untuk pemenangan capres tertentu. Namun, mereka setuju jika presiden ikut cawe-cawe agar Pemilu 2024 berlangsung aman dan damai.

Menurut Direktur Eksekutif Indikator Politik Burhanuddin Muhtadi, perhatian publik terhadap isu cawe-cawe tidak terlalu besar. Dari jumlah responden yang disurvei, hanya 25,3 persen yang mengetahui pernyataan presiden soal cawe-cawe tersebut.

Kendati begitu, saat ditanya apakah cawe-cawe presiden sebatas memastikan pemilu aman dan damai atau ikut memenangkan calon tertentu, mayoritas menginginkan opsi pertama. Termasuk di segmen publik yang tidak tahu isu cawe-cawe tersebut. ’’Publik berharap presiden tidak terlalu cawe-cawe memenangkan capres tertentu,’’ ujar Burhanuddin, Minggu, 23 Juli 2023.

Angka yang menghendaki cawe-cawe presiden untuk kelancaran pemilu cukup signifikan, yakni mencapai 61,6 persen. Adapun yang sepakat presiden ikut mendukung capres tertentu hanya 18,2 persen. Sisanya atau 20,2 persen tidak menjawab. Burhanuddin berharap respons publik harus diperhatikan Presiden Jokowi. Yang intinya menghendaki presiden netral.

Survei Indikator Politik tersebut digelar pada 20–24 Juni 2023 dengan metode multistage random sampling. Total responden yang dimintai keterangan sebanyak 1.220 orang dengan margin of error 2,9 persen. (*)

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Most Popular