Penyusunan RPJMD Kukar Dimulai, Pemkab Libatkan Masyarakat Luas Termasuk Disabilitas

TENGGARONG – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Kartanegara (Kukar) mulai menyusun Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kukar untuk periode 2025–2030. Langkah awal ini ditandai dengan digelarnya forum konsultasi publik, yang berlangsung di Aula Bappeda Kukar, Senin (29/7/2025).

Forum tersebut dibuka langsung oleh Bupati Kukar, Aulia Rahman Basri, yang hadir didampingi Sekretaris Kabupaten (Sekkab) Sunggono. Kegiatan ini turut dihadiri jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD), akademisi, tokoh masyarakat, organisasi pemuda, serta kelompok disabilitas yang diundang sebagai bentuk inklusivitas pembangunan.

Dalam sambutannya, Bupati Aulia menegaskan bahwa forum ini merupakan bagian penting dari tahapan penyusunan RPJMD yang akan menjadi arah pembangunan lima tahun ke depan. Menurutnya, partisipasi publik sangat krusial untuk memastikan pembangunan daerah berjalan sesuai kebutuhan masyarakat.

“RPJMD ini adalah penjabaran dari visi-misi Kukar Idaman Terbaik yang kami usung, dan sekarang mulai kami tuangkan secara strategis dalam dokumen perencanaan,” ujar Aulia.

Ia juga menyampaikan bahwa setelah forum konsultasi publik ini, usulan yang tertuang dalam kegiatan ini akan disampaikan kepada DPRD Kukar untuk dibahas lebih lanjut. Sebelum disahkan menjadi RPJMD Kukar 2025-20230.

Aulia menjelaskan, visi Kukar Idaman Terbaik dirumuskan menjadi cita-cita besar daerah sebagai pondasi pusat pangan, pariwisata, dan ekonomi hijau berkelanjutan. Guna mewujudkannya, disusun 17 program dedikasi yang menjadi kerangka pembangunan lima tahun mendatang.

Setiap program dedikasi, lanjutnya, akan diterjemahkan menjadi sejumlah kegiatan strategis lintas sektor yang diharapkan mampu menjadi pengungkit utama pembangunan daerah. “Kami ingin dampak pembangunan ini bisa dirasakan merata oleh seluruh lapisan masyarakat Kukar,” tegasnya.

Keterlibatan kelompok disabilitas dalam forum ini juga menjadi sorotan penting. Aulia menyebutkan bahwa pembangunan yang ideal harus mampu menjangkau semua golongan, termasuk kelompok rentan dan berkebutuhan khusus. Hal ini sejalan dengan prinsip pembangunan inklusif yang diusung Kukar. (Adv)

READ  Kukar Jadi Pusat Sekolah Digital, Bupati Aulia Dorong Transformasi Pendidikan Lewat Google

Penulis : Ady Wahyudi
Editor : Muhammad Rafi’i

⚠️ Peringatan Plagiarisme

Dilarang mengutip, menyalin, atau memperbanyak isi berita maupun foto dalam bentuk apa pun tanpa izin tertulis dari Redaksi. Pelanggaran terhadap hak cipta dapat dikenakan sanksi sesuai UU Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta dengan ancaman pidana penjara maksimal 10 tahun dan/atau denda hingga Rp4 miliar.

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img