MATARAM – Kepolisian Resor Kota Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, masih menunggu hasil pemeriksaan tim Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Bali terkait penyebab kebakaran yang melanda kampung permukiman Desa Adat Sade.
“Terkait olah TKP kemarin yang dilakukan teman-teman dari Puslabfor Bali, sampai saat ini belum ada hasil. Kami masih menunggu, nanti dari Puslabfor yang akan menjelaskan,” kata Kepala Polresta Lombok Tengah Kombes Pol. Hariyanto melalui sambungan telepon di Mataram, Kamis (27/8/2026).
Hariyanto menjelaskan pihaknya melibatkan Puslabfor Bali mengingat kemampuan pemeriksaan forensik untuk mengidentifikasi material dan sumber kebakaran sudah memadai.
“Alatnya di sana semuanya lengkap. Kalau kita tidak punya alat yang pas, alat lab-nya ada di Bali,” ucapnya.
Sembari menunggu hasil puslabfor, ia mengatakan pihaknya turut menggali informasi dari keterangan warga yang berada di sekitar lokasi ketika insiden kebakaran.
“Yang ditanyakan hanya keterangan di titik-titik-nya saja. Di mana titik api awal mulanya, itu saja,” ujarnya.
Dari insiden kebakaran yang terjadi pada Sabtu (22/8) malam, BPBD NTB mencatat ada sedikitnya 148 unit bangunan berbahan kayu dan bambu serta beratap ilalang, hangus terbakar. Itu terdiri dari puluhan rumah adat, toko cendera mata, dan gazebo.
Dari catatan sementara, pemerintah daerah menerbitkan angka taksiran kerugian material dengan nilai sedikitnya Rp34 miliar. (ANT/KN)



