Pentolan OPM Hermanus Hogajau Tewas dalam Kontak Tembak di Intan Jaya

TIMIKA — Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Pangkogabwilhan) III Letnan Jenderal TNI Lucky Avianto menyebut Hermanus Hogajau alias Pontianus Hogajau, yang disebut sebagai salah satu pimpinan TPNPB-OPM, tewas dalam kontak tembak dengan Satgas TNI di Distrik Agisiga, Kabupaten Intan Jaya, Papua Tengah.

Dalam keterangan resmi yang diterima di Timika, Selasa (29/9), Lucky mengatakan Hermanus bersama tiga anggota TPNPB-OPM lainnya tewas dalam kontak senjata dengan Timsus Yonif 315 Garuda dan Tim Taipur Koops TNI Habema di bawah kendali Kogabwilhan III.

Kontak tembak tersebut terjadi di sekitar Distrik Agisiga pada Jumat (25/9) dini hari.

“Hari ini, Selasa (29/9), kita telah mengidentifikasi anggota TPNPB-OPM yang tewas dalam peristiwa tersebut,” ujar Lucky.

Empat orang yang disebut teridentifikasi tewas dalam peristiwa tersebut yakni Komandan Wilayah TPNPB-OPM Kodap III Balamai Dulla, Hermanus Hogajau alias Pontianus Hogajau, serta tiga anggota lainnya, Malobega Hogajau, Eselon Hogajau, dan Aguni Hogajau.

Menurut Lucky, kelompok yang dipimpin Hermanus disebut terlibat dalam sejumlah kasus kekerasan di Intan Jaya. Ia menyebut kasus tersebut antara lain dugaan kekerasan seksual, perampokan, penculikan, serta pembakaran fasilitas umum.

Namun, keterangan mengenai keterlibatan kelompok tersebut dalam berbagai tindak pidana merupakan klaim yang disampaikan Pangkogabwilhan III dalam keterangan resminya.

Lucky mengatakan kontak senjata terjadi ketika kelompok tersebut disebut melepaskan tembakan ke arah pasukan TNI.

“Di mana kelompok Hermanus Hogajau tidak sungkan melukai bahkan membunuh siapapun, yang menolak permintaan kelompoknya,” ujarnya.

Ia juga mengatakan aparat sebelumnya telah mendeteksi pergerakan kelompok TPNPB-OPM yang disebut berupaya memasuki kawasan permukiman warga di Distrik Agisiga.

“Saya dan tentunya kita semua tidak dapat membayangkan kengerian teror yang akan dihadapi warga di 10 kampung di Distrik Agisiga, Intan Jaya apabila kelompok TPNPB-OPM pimpinan Dainel Aibon Kogoya ini dapat masuk ke pemukiman masyarakat,” katanya.

READ  Presiden Prabowo Tetapkan 10 Universitas Islam Negeri Baru Lewat Perpres

Lucky menyebut personel Yonif 315 Garuda dan Tim Taipur Koops TNI Habema kemudian melakukan tindakan untuk mengantisipasi pergerakan tersebut.

Menurut dia, langkah tersebut memungkinkan aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat di 10 kampung di Distrik Agisiga tetap berlangsung.

Pangkogabwilhan III juga mengatakan TNI-Polri bersama aparat penegak hukum akan terus melakukan penindakan terhadap pihak yang diduga melakukan tindak pidana di Papua.

Ia menegaskan personel TNI di bawah kendali Kogabwilhan III akan menjalankan tindakan berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Lucky juga menyatakan Rules of Engagement (ROE) tetap menjadi pedoman dalam pelaksanaan operasi untuk memastikan tindakan prajurit dilakukan secara profesional serta memperhatikan hukum dan hak asasi manusia.

“Pangkogabwilhan III memastikan bahwa Satgas TNI tidak akan pernah ragu mengambil tindakan tegas dan terukur ketika berhadapan dengan situasi tertentu, khususnya mendesak, mengingat prinsip keselamatan rakyat adalah hukum tertinggi (salus populi suprema lex esto) senantiasa menjadi pedoman Satgas TNI,” ujarnya. (ANT/KN)

⚠️ Peringatan Plagiarisme

Dilarang mengutip, menyalin, atau memperbanyak isi berita maupun foto dalam bentuk apa pun tanpa izin tertulis dari Redaksi. Pelanggaran terhadap hak cipta dapat dikenakan sanksi sesuai UU Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta dengan ancaman pidana penjara maksimal 10 tahun dan/atau denda hingga Rp4 miliar.

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img