Senin, Juli 15, 2024
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Pemerintah Diminta untuk Atasi Masalah Air Bersih dan Infrastruktur di Desa Loa Kulu Kota

TENGGARONG – Desa Loa Kulu Kota, yang terletak di Kecamatan Loa Kulu Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), kekurangan pasokan air bersih di Dusun Lima. Dusun ini, yang terletak di RT21, 22 dan 23, Jalan Datar Awan, menghadapi kesulitan pasokan air bersih karena sslama ini hanya mengandal sumur bor kecil.

“Sebenarnya ada INTAKE atau saluran PDAM di RT 23 ini, tapi hanya numpang lewat karena milik Kota Samarinda, dan air dari sumur bor menjadi opsi utama, tapi belum mampu mengatasi kebutuhan air bersih didaerah ini untuk kebutuhan sehari-hari dan pertanian, itu sumur bor dipakai seminggu atau dua minggu air sumurnya udah kering, terpaksa kami pihak desa mengantarkan air kesana,” ungkap Kades Loa Kulu Kota Muhamad Rizali saat ditemui wartawan di ruangannya.

Pemerintah Desa Loa Kulu Kota telah berusaha mencari solusi dengan mengirimkan air menggunakan Water Tank (WT) ke RT 21, 22 dan 23, serta berencana membangun sumur bor untuk pengairan sawah. Namun, tantangan utama adalah keterbatasan sumber air, kecuali menggunakan air sungai Mahakam untuk pengairan sawah, yang memerlukan infrastruktur yang memadai seperti irigasi dan pompa kapasitas besar.

“kalau di RT 20 jalan Loa gagak ini kita sudah ada Program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat, atau dikenal dengan sebutan PAMSIMAS dari Pemkab Kukar, kami berharap program ini bisa diadakan lagi untuk RT yang lain, untuk sawah juga kami butuh mesin pompa air yang kapasitas besar untuk mengaliri sawah warga,” tambahnya.

Selain itu, infrastruktur jalan di RT22 juga menjadi perhatian serius. Karena sebagian besar jalannya adalah hak perusahaan, permintaan perbaikan jalan harus melalui proses yang rumit lantaran perusahaan belum memindahkan hak jalan ke pemerintah setempat, perusahaan malah meminta uang sewa kepada masyarakatnya sebagai pembayaran sewa jalan kepada perusahaan yang mengelola jalan diwilayah tersebut.

Meskipun beberapa langkah telah diambil, seperti pembangunan jalan perbatasan antara Desa Loa kulu Kota dengan Desa Jongkang dan Kota Samarinda oleh Pemerintah Kabupaten, masalah air bersih dan infrastruktur masih menjadi isu utama. Masyarakat berharap agar pemerintah dapat memberikan perhatian lebih lanjut, termasuk melalui program PAMSIMAS untuk penyediaan air bersih dan perbaikan infrastruktur jalan.

Bantuan dari perusahaan dan pemerintah setempat diharapkan dapat membantu memperbaiki situasi ini. Dukungan tambahan dalam hal instalasi pipa air dan perbaikan infrastruktur jalan sangat diinginkan oleh masyarakat. Selain itu, perhatian terhadap perbatasan jalan yang tinggal sedikit juga diharapkan agar mobilitas dan akses ke pusat kota menjadi lebih lancar.

“Ya untuk Pemda, kelihatannya kegiatan yang sudah berjalan seperti PAMSIMAS kayaknya perlu mendapat dukungan lagi. Dukungan lagi maksudnya, pemerintah bisa membantu pemasangan pipanisasi lagi atau SR-nya sambungan ke rumah warga, sedangkan untuk infrastruktur jalan daerah perbatasan desa hanya tinggal sedikit, diharapan jika itu diperbaiki dan selesai akan mempercepat mobilitas masyarakat untuk ke kota,” pintanya.

Pemkab Kukar telah menunjukkan beberapa tahun ini diakui oleh kepala desa loa kulu kota sudah banyak membantu pembangunan di daerah tersebut, komitmen dengan alokasi anggaran yang signifikan untuk infrastruktur, termasuk pembangunan jalan dan penyediaan air bersih. Namun, masih diperlukan upaya lebih lanjut untuk mengatasi masalah yang terus berlanjut ini di Desa Loa Kulu Kota dan sekitarnya. (adv)

Penulis : Hanafi

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Most Popular