
TENGGARONG – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Kartanegara (Kukar) terus mengejar pemasangan sekitar 4.000 Lampu Penerangan Jalan Umum (LPJU) di berbagai wilayah. Hingga akhir September 2026, progres fisik pekerjaan disebut telah mencapai sekitar 40-50 persen dan ditargetkan seluruh lampu mulai menyala pada akhir Oktober.
Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kukar, Ahmad Junaidi, mengatakan pemasangan LPJU dilakukan secara bertahap dan tersebar di wilayah hulu, tengah hingga pesisir.
“Ini kurang lebih sekitar 4.000 titik, itu dari hulu, tengah maupun di wilayah pesisir, hampir tersebar di seluruh kecamatan,” kata Ahmad Junaidi, Sabtu (26/9/2026).
Pemasangan tidak dilakukan secara serentak di seluruh titik. Dishub Kukar memprioritaskan ruas jalan kabupaten yang memiliki aktivitas lalu lintas cukup tinggi dan membutuhkan penerangan.
Sejumlah wilayah yang menjadi prioritas antara lain Samboja, Muara Jawa, Muara Badak dan Anggana.
“Prioritas di semua kecamatan ’kan memang belum seluruhnya tertangani. Prioritas penanganannya kan di jalan-jalan kabupaten,” jelasnya.
Di Samboja, pemasangan LPJU antara lain diarahkan ke ruas jalan menuju Pantai Ambalat. Sementara di Muara Jawa, pekerjaan menyasar kawasan Kelurahan Tama Pole dan Muara Kembang.
Kemudian di Muara Badak, salah satu titik yang menjadi perhatian berada di Kutai Lama. Sedangkan di Anggana, pemasangan difokuskan pada jalan-jalan kabupaten yang memiliki aktivitas lalu lintas cukup padat.
“Di jalan kabupaten seperti di Kecamatan Samboja itu jalan menuju ke Pantai Ambalat. Kemudian seperti di Muara Jawa itu di Kelurahan Tama Pole, Muara Kembang, kemudian di Muara Badak itu di Kutai Lama, itu di Anggana, jalan-jalan kabupaten terutama yang cukup padat lintasnya itu yang kita prioritaskan,” ujarnya.
Ahmad mengatakan progres fisik pemasangan LPJU saat ini berada di kisaran 40-50 persen. Pekerjaan mencakup sejumlah tahapan, mulai dari penggalian lubang, pembuatan fondasi, pemasangan tiang, penarikan kabel hingga pemasangan komponen pendukung.
“Ini progresnya mungkin sekarang ini sekitar mungkin 40-50 persen,” ungkapnya.
Sejumlah tahapan bahkan telah berjalan secara bersamaan di lapangan. Fondasi yang telah dibuat masih menunggu proses pengeringan sebelum tiang LPJU dipasang.
“Jadi kalau pekerjaan itu kan yang pertama penggalian lubang, kemudian pasang fondasi, kemudian pasang tiang, tarik kabel, kemudian kilometer dan sebagainya. Nah ini proses penggalian kemudian pemasangan fondasi sudah berjalan, nunggu kering, nanti kalau sudah kering baru pasang tiang,” jelas Ahmad.
Dishub Kukar menargetkan seluruh pekerjaan rampung sesuai masa kontrak yang berakhir akhir Oktober 2026. Jika tidak ada kendala di lapangan, LPJU yang telah terpasang ditargetkan sudah dapat menyala setelah seluruh tahapan pekerjaan selesai.
“Kalau kontrak kita akhir Oktober, akhir Oktober sudah bisa menyala insya Allah, mudah-mudahan tidak ada halangan,” pungkasnya.
Terkait anggaran, Ahmad mengaku belum mengingat secara rinci total pagu untuk keseluruhan kegiatan. Ia menjelaskan, kebutuhan anggaran setiap lokasi berbeda karena menyesuaikan panjang ruas jalan dan kondisi lapangan.
“Kalau anggaran saya agak lupa ya detailnya lupa. Tapi kegiatan-kegiatan itu kan ada yang Rp200 juta per lokasi tergantung lokasinya. Ada yang pendek, ada yang panjang. Saya detail angka-angkanya agak gitu,” tutupnya. (Adv)
Penulis : Ady Wahyudi
Editor : Nicha R



