Beranda blog Halaman 582

Komitmen Bersama di Desa Wanasari: Sosialisasi Perda Narkoba Disambut Antusias Warga

KUTAI TIMUR – Desa Wanasari, Muara Wahau, Kutai Timur, menjadi pusat perhatian dalam upaya pemberantasan narkoba di Kalimantan Timur.

Minggu (10/11/2024), sekitar pukul 09.30 WITA, Balai Pertemuan Umum Desa dipadati warga yang hadir untuk mengikuti Sosialisasi Peraturan (Sosper) Daerah (Perda) Provinsi Kalimantan Timur Nomor 4 Tahun 2022.

Acara ini bertujuan memperkuat pemahaman masyarakat terkait bahaya narkoba dan langkah pencegahannya, sejalan dengan program Asta Cita yang dicanangkan oleh Presiden dan Wakil Presiden.

Hj. Sulasih, S.Sos., Anggota DPRD Kaltim, menjadi penggerak utama dalam sosialisasi ini, didampingi oleh AKP Satria Yudha W.R., S.E., Kapolsek Muara Wahau; Azharudin, Kepala Desa Wanasari; serta Drs. H. Sobirin Bagus, M.M., M.Si., sebagai narasumber ahli.

Tidak hanya tokoh pemerintahan, kegiatan ini juga dihadiri tokoh agama, masyarakat, PKK, Karang Taruna, dan perwakilan pelajar dari sekolah menengah setempat, menjadikan sosialisasi ini sebuah kolaborasi nyata masyarakat dalam upaya melawan narkoba.

Sulasih menekankan pentingnya kesadaran kolektif dalam memberantas narkoba.

“Ini adalah tanggung jawab bersama, bukan hanya tugas pemerintah. Masyarakat harus menyadari bahaya narkoba dan aktif melindungi lingkungannya dari peredarannya,” ujar Sulasih.

Antusiasme terlihat dengan hadirnya 120 peserta, melampaui target awal, dan menunjukkan kepedulian warga yang tinggi terhadap bahaya narkoba.

Dalam sesi materi, Dr. Sobirin dan AKP Satria Yudha menyampaikan dampak narkoba yang merusak generasi serta langkah-langkah konkret yang dapat dilakukan untuk pencegahannya.

Para peserta juga diberikan bekal pengetahuan untuk menyebarluaskan informasi ini di komunitas masing-masing, membangun kesadaran kolektif di seluruh lapisan masyarakat.

Melalui sesi dialog, peserta secara terbuka menyampaikan kekhawatiran mereka terhadap peredaran narkoba di wilayah sekitar, sekaligus menyampaikan apresiasi kepada Sulasih atas inisiatifnya.

Mereka berharap kegiatan serupa dapat menjangkau desa-desa lain, sekolah, dan tempat pertemuan warga untuk memberikan edukasi yang lebih luas.

“Kami sangat berterima kasih atas sosialisasi ini. Banyak wawasan baru yang kami peroleh untuk melindungi keluarga dan lingkungan dari bahaya narkoba,” ungkap salah satu peserta.

Sulasih berharap sosialisasi seperti ini terus berkesinambungan, menjangkau lebih banyak wilayah di Kalimantan Timur untuk menciptakan lingkungan yang lebih aman dari ancaman narkoba.

“Semoga kegiatan ini mampu menambah pengetahuan warga Desa Wanasari dan memotivasi mereka untuk turut menjaga lingkungan dari bahaya narkoba,” pungkasnya. (Adv)

Penulis: Hanafi

Subandi Reses di Teluk Lerong Ulu, Serap Aspirasi Warga Soal Infrastruktur dan Fasilitas Publik

SAMARINDA – Anggota DPRD Kalimantan Timur, Subandi, melaksanakan reses di RT 25, Kelurahan Teluk Lerong Ulu, Kamis malam (7/11/2024), yang dihadiri warga dari enam RT.

Pertemuan ini tak hanya jadi ajang menyerap aspirasi masyarakat terkait kebutuhan infrastruktur dan layanan publik, tetapi juga mengangkat semangat Hari Pahlawan sebagai motivasi bagi generasi muda Kalimantan Timur.

Subandi, yang merupakan anggota Fraksi PKS, mendengarkan langsung berbagai usulan dari warga setempat.

Warga menyampaikan kebutuhan peningkatan infrastruktur, seperti drainase dan penyediaan fasilitas posyandu.

“Masyarakat mengajukan beberapa permintaan, termasuk peningkatan drainase dan posyandu. Kami juga menerima usulan semenisasi jalan, meskipun kondisi lingkungan secara keseluruhan sudah cukup baik,” kata Subandi.

Selain itu, isu-isu seperti pengelolaan sampah, layanan untuk lansia, dan kelengkapan fasilitas posyandu turut disampaikan warga.

Terkait posyandu, Subandi menyebut fasilitas ini sudah dapat digunakan meskipun pembangunannya belum selesai sepenuhnya.

“Posyandu memang belum selesai 100 persen, masih ada halaman yang perlu dicor dan keramik yang belum terpasang, tapi fasilitas ini sudah bisa digunakan untuk kegiatan masyarakat,” ujarnya.

Menutup pertemuan, Subandi berjanji untuk membawa aspirasi masyarakat ini ke tingkat DPRD Kaltim dan memperjuangkannya.

“Setiap aspirasi dari warga akan kami serap dan perjuangkan,” tegasnya. (Adv)

Penulis: Hanafi

Sistem Crossing Jadi Solusi, Subandi Siap Atasi Banjir di Jalan Pangeran Antasari

SAMARINDA – Masalah banjir di Jalan Pangeran Antasari, Samarinda, yang telah berlangsung selama puluhan tahun, akhirnya mendapatkan perhatian serius dari Anggota DPRD Kalimantan Timur, Subandi. Sebagai anggota Komisi III DPRD Kaltim yang bermitra dengan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), Subandi menegaskan komitmennya untuk mencari solusi jangka panjang guna mengakhiri genangan yang kerap merendam kawasan ini.

“Banjir di Jalan Antasari ini bukanlah masalah baru. Meski sudah ada perbaikan sebelumnya, kita tetap butuh langkah konkret agar masalah ini tidak terus berulang,” ujar Subandi. Ia berjanji akan segera berkoordinasi dengan pihak terkait agar penanganan masalah banjir ini dapat diatasi secara lebih efektif.

Subandi menyebut bahwa salah satu usulan dari warga adalah pembangunan sistem crossing untuk mengalirkan air dari kawasan Jalan Suryanata langsung ke Sungai Mahakam tanpa menggenangi Jalan Antasari. “Warga mengusulkan agar ada sistem crossing supaya aliran air dari Suryanata bisa mengalir lancar tanpa menimbulkan genangan. Namun, kita tetap harus mempertimbangkan aspek teknis, dan PUPR adalah pihak yang paling memahami bagaimana solusi ini bisa diterapkan,” jelas Subandi.

Selain itu, ia juga menekankan perlunya pintu pengatur aliran untuk mencegah air pasang masuk ke permukiman di sekitar jika aliran air diluruskan menuju Sungai Mahakam. “Jika aliran air diluruskan, kita perlu membangun pintu air agar pasang surut tidak berimbas pada kawasan permukiman,” tambahnya.

Subandi memastikan bahwa aspirasi warga terkait masalah banjir ini akan menjadi prioritas. Ia berharap solusi yang tepat dan efektif dapat segera terwujud demi kenyamanan dan keamanan masyarakat setempat. “Saya berkomitmen untuk terus membawa suara warga ini dan berkoordinasi dengan PUPR, karena warga Samarinda pantas mendapatkan solusi terbaik,” tutup Subandi. (Adv)

Penulis: Hanafi

Subandi Serukan Semangat Hari Pahlawan untuk Pemuda, Dorong Peran Aktif dalam Pembangunan IKN

SAMARINDA – Dalam memperingati Hari Pahlawan, Anggota DPRD Kalimantan Timur, Subandi, menggelorakan semangat kepahlawanan kepada generasi muda. Subandi mengajak pemuda Kaltim untuk mengambil peran penting dalam pembangunan Ibu Kota Negara (IKN) baru di Kalimantan Timur, memanfaatkan momentum Hari Pahlawan sebagai dorongan untuk berkontribusi bagi kemajuan daerah.

“Momen Hari Pahlawan ini mengajarkan kita bahwa berjuang tidak harus dengan mengangkat senjata. Saat ini, perjuangan kita adalah berpartisipasi aktif dalam pembangunan IKN demi masa depan Kalimantan Timur dan Indonesia,” ungkap Subandi dengan penuh semangat.

Subandi, yang merupakan anggota Fraksi PKS, menekankan bahwa pemuda harus menjadi penggerak pembangunan, bukan sekadar penonton. Ia mengingatkan bahwa era baru IKN menuntut generasi muda yang kompeten dan berdaya saing. “Pemuda Kaltim harus mengembangkan keterampilan dan keahlian agar dapat mengambil peran utama dalam pembangunan, bukan menyerahkan posisi itu kepada tenaga dari luar,” tegasnya.

Selain mendorong pemuda untuk terlibat aktif, Subandi juga menyoroti pentingnya pembenahan sistem pendidikan di Indonesia. Menurutnya, sistem pendidikan saat ini masih cenderung mempersiapkan lulusan untuk mencari kerja, bukan menciptakan lapangan kerja. Ia menilai perlunya kurikulum yang mendorong kewirausahaan dan kemandirian ekonomi agar generasi muda dapat menjadi pencipta peluang kerja, bukan sekadar pencari kerja.

“Pendidikan kita perlu diarahkan pada kemandirian ekonomi. Negara-negara maju mendorong lulusannya menjadi pencipta lapangan kerja. Kita perlu mengambil langkah yang sama untuk mempersiapkan generasi muda yang tangguh dan mandiri,” tandasnya.

Dengan semangat Hari Pahlawan ini, Subandi berharap pemuda Kalimantan Timur dapat menjadi garda depan dalam pembangunan IKN, berani mengambil peluang, dan menjadi pahlawan di era modern dengan keahlian dan inovasi mereka. (Adv)

Penulis: Hanafi

Anggota DPRD Kaltim Andi Afif Rayhan: Ajak Pemuda Keluar dari Zona Nyaman, Persiapkan Diri Hadapi Tantangan Masa Depan

SAMARINDA – Anggota DPRD Kalimantan Timur, Andi Muhammad Afif Rayhan Harun, memberikan pesan penuh inspirasi tentang pentingnya keberanian pemuda untuk meninggalkan zona nyaman demi mempersiapkan diri menghadapi era yang penuh tantangan.

Menurutnya, pemuda harus berani membuka diri dengan pendidikan dan pola pikir kritis untuk siap menyongsong masa depan.

Dalam acara diskusi publik yang digelar oleh IMM Kota Samarinda, bertajuk “Politis Muda: Antara Harapan dan Realita dalam Menghadapi Tantangan Politik Menuju Indonesia Emas 2045”, politisi muda dari Fraksi Partai Gerindra ini menyampaikan pesan yang menggugah semangat. Acara ini digelar di Bagios Cafe, Jalan KH Abdurrasyid, Samarinda, pada Senin (11/11/2024) malam, dan dipadati oleh generasi muda, khususnya mahasiswa.

Afif, yang kelahiran Samarinda, 15 September 1997, menekankan pentingnya generasi muda untuk tidak terjebak dalam pola pikir materialistis.

Ia mengajak anak muda untuk mengasah kemampuan berpikir kritis dan memperkaya diri dengan pendidikan.

“Kalau junior-junior saya bisa melampaui capaian saya, saya justru bangga. Itu tanda mereka lebih baik. Langkah pertama adalah keluar dari zona nyaman,” tegasnya.

Afif juga berbagi kisah hidupnya yang inspiratif.

Ia mengingat masa-masa studinya di Makassar, di mana ia harus bertahan hidup dengan uang saku terbatas, hanya Rp 1,5 juta per bulan, untuk menutupi kebutuhan sehari-hari.

Padahal, sebagai anak seorang tokoh politik ternama di Samarinda, ia bisa saja hidup dengan fasilitas lebih. Namun, ia memilih jalan hidup yang mengajarinya untuk mandiri, disiplin, dan tidak bergantung pada nama besar keluarganya.

Dalam refleksinya, Afif menyoroti perbedaan budaya yang ia rasakan antara Samarinda dan Makassar. Di Makassar, ia menemukan teman-teman yang sering membahas isu-isu penting seperti masa depan Indonesia dan pendidikan—topik yang jarang ia temui di Samarinda, di mana percakapan seringkali berpusat pada hal-hal material.

“Saya berharap generasi muda, terutama mereka yang berada di lingkungan akademis, membiasakan diri dengan budaya membaca dan berdiskusi tentang hal-hal bermanfaat. Jika kita semua memiliki semangat belajar dan berkembang, bukan tidak mungkin kita dapat membawa Indonesia Timur pada kemajuan yang sejajar,” ucapnya dengan penuh harapan.

Mengakhiri pesannya, Afif menegaskan pentingnya menanamkan visi jauh ke depan dan mendorong para pemuda untuk berfokus pada kontribusi nyata demi masa depan bangsa.

“Sebagai penutup, saya ingatkan pentingnya budaya membaca dan berbagi ilmu sebagai langkah menuju masa depan yang lebih baik,” tutupnya. (Adv)

Penulis: Hanafi

Komunitas Benuo Taka Electrico Resmi Dibentuk, Dorong Transformasi Energi Terbarukan di PPU

PPU – Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) kembali mencatatkan prestasi besar dalam mendukung transformasi energi terbarukan dan keberlanjutan lingkungan. Pj Bupati PPU Zainal Arifin bersama Pj Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim) Akmal Malik meresmikan bengkel konversi motor konvensional menjadi motor listrik, sekaligus meluncurkan komunitas motor listrik “Benuo Taka Electricco (BETTER)” di PPU Senin (11/11/2024).

Inisiatif ini bukan hanya sekadar langkah dalam memanfaatkan energi terbarukan, tetapi juga sebuah upaya besar dalam menanggulangi masalah emisi karbon yang dihasilkan oleh kendaraan bermotor. Zainal menegaskan bahwa keberadaan bengkel konversi motor listrik ini merupakan yang pertama kali di Kabupaten PPU dan bahkan mungkin di seluruh Kalimantan Timur.

“Bengkel ini bukan hanya sebagai gerakan peduli lingkungan, tetapi juga sebagai sarana untuk melatih mekanik yang terampil dalam mengonversi motor konvensional menjadi motor listrik,” ungkapnya.

Zainal menjelaskan bahwa program ini juga sejalan dengan rencana besar untuk mendukung pembangunan ekosistem energi terbarukan di Ibu Kota Nusantara (IKN). Harapannya, bengkel ini bisa menjadi model bagi daerah lain dalam menciptakan solusi praktis terhadap tantangan emisi karbon, dan menjadi proyek jangka panjang untuk PPU.

“Kami mengajak komunitas motor listrik dan masyarakat luas untuk terus mendukung gerakan ini, agar dapat memberikan kontribusi nyata terhadap kelestarian lingkungan,” tambahnya.

Sementara itu, Pj Gubernur Kaltim, Akmal Malik, menyatakan kebanggaannya terhadap langkah inovatif yang diambil oleh PPU dalam pelestarian lingkungan melalui konversi motor listrik. Bahkan, yang telah dilaksanakan di PPU ini juga yang pertama dilakukan di Kaltim.

“Transformasi energi yang dilakukan PPU ini adalah langkah riil dalam mendukung pengurangan emisi karbon. Saya sangat mendukung program ini, yang sudah menunjukkan dampak positif bagi masyarakat,” kata Akmal.

Akmal menambahkan bahwa di Kaltim, khususnya di PPU, telah dimulai upaya pelestarian lingkungan dengan penanaman kembali di lahan-lahan eks tambang. Dengan adanya bengkel dan komunitas BETTER ini, PPU semakin menunjukkan komitmennya dalam mengurangi dampak negatif terhadap lingkungan dan memajukan transformasi energi terbarukan di Kaltim.

Inisiatif ini diharapkan dapat menjadi contoh bagi daerah lain untuk terus mengembangkan teknologi ramah lingkungan demi keberlanjutan alam yang baik. “Langkan ini saya rasa yang pertama dilakukan di Kaltim. Kami akan arahkan untuk daerah lain melakukan hal yang sama,” tutup Akmal. (ADV/DiskominfoPPU/SBK)

Bengkel Konversi Motor Listrik di PPU, Mewujudkan Transformasi Energi di Kaltim

PPU – Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) terus memimpin upaya transisi energi hijau dengan meresmikan Bengkel Benuo Taka Electrico di Desa Girimukti, Kecamatan Penajam, pada Senin (11/11/2024). Bengkel ini berfokus pada konversi motor konvensional menjadi motor listrik, sebagai langkah konkret dalam mengurangi emisi karbon dan mendukung upaya pemulihan kualitas lingkungan hidup.

Dalam kesempatan tersebut, Pj Bupati PPU, Zainal Arifin, menjelaskan bengkel ini bekerja sama dengan Elders Electrico, merek terkenal dalam konversi motor konvensional ke motor listrik. Program ini tidak hanya akan fokus pada konversi motor, tetapi juga pada pelatihan untuk masyarakat PPU agar mereka dapat menjadi montir konversi.

“Kami juga akan melatih teman-teman di PPU untuk tidak hanya mengkonversi motor, tetapi juga mengoperasikan dan merawat baterai motor listrik. Dengan pelatihan ini, diharapkan bengkel ini dapat terus beroperasi dan berkelanjutan,” jelas Zainal.

Dalam perjalanan menuju implementasi lebih luas, Pj Bupati juga menekankan pentingnya kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk perusahaan-perusahaan yang telah berpengalaman dalam konversi energi, seperti Braja dan IPS dari Surabaya.

“Kami mengajak semua pihak untuk bergabung dalam membangun ekosistem ini. Kami ingin memastikan bahwa PPU tidak tertinggal dalam perkembangan teknologi energi terbarukan,” tambahnya.

Bengkel ini juga menjadi bagian dari upaya lebih besar untuk melakukan transformasi energi di PPU, dengan tujuan utama mengurangi emisi karbon dan memperbaiki kualitas lingkungan. Diharapkan, dengan adanya bengkel ini, PPU akan menjadi pelopor dalam upaya konversi energi terbarukan di Kaltim, serta memberikan manfaat langsung kepada masyarakat setempat melalui pelatihan dan peningkatan keterampilan.

“Kami harus bergerak bersama menuju dunia transformasi energi. Dengan konversi motor konvensional menjadi motor listrik, kami dapat mengurangi polusi udara dan mendukung pemulihan lingkungan,”

Ke depan, lanjut Zainal, bahwa setiap OPD di PPU akan diminta untuk berpartisipasi dalam program ini dengan menyiapkan minimal motor untuk dikonversi. Setidaknya, nantinya di setiap OPD ada 5 motor konvensional yang dikonversi ke listrik.

“Kami berharap setiap SKPD dapat berkontribusi dengan menyiapkan motor mereka untuk dikonversi di bengkel ini. Ini adalah langkah kecil namun penting untuk memulai pergerakan besar menuju energi terbarukan,” tutupnya. (ADV/DiskominfoPPU/SBK)

Akmal Malik Resmikan Gerakan Tanam Produktif dan Gemar Menanam di PPU, Dukung Ketahanan Pangan Lokal

PPU – Penjabat (Pj) Gubernur Kalimantan Timur, Akmal Malik, meresmikan Gerakan Gemar Menanam untuk siswa SD dan SMP, serta Gerakan Taman Tanaman Produktif di 54 kelurahan dan desa se-Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) pada Senin (11/11/2024) di depan Alun-Alun Penyembolum PPU. Program ini bertujuan untuk mengembangkan kepedulian terhadap lingkungan sejak usia dini serta memanfaatkan lahan-lahan yang ada dengan tanaman produktif.

Gerakan Gemar Menanam yang digagas oleh Pj Bupati PPU Zainal Arifin dirancang agar siswa lebih mencintai lingkungan. Melalui program ini, anak-anak dapat belajar tentang siklus hidup tumbuhan, pentingnya air dan matahari, serta nilai kerja sama, tanggung jawab, dan disiplin.

“Dengan gerakan seperti ini, kita mengajarkan generasi muda pentingnya menjaga alam sejak dini. Harapannya, mereka tumbuh dengan kesadaran dan tanggung jawab terhadap lingkungan yang lebih baik,” ungkapnya.

Selain itu, Gerakan Taman Tanaman Produktif diharapkan memanfaatkan lahan kosong, pekarangan rumah, dan pot tanaman untuk menanam tanaman yang berguna bagi masyarakat. Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan ketahanan pangan dan menciptakan lingkungan yang lebih asri.

Akmal secara simbolis menyerahkan bibit tanaman kepada Lurah Nenang, Kepala Desa Giri Purwa, Kepala SDN 005 Babulu, dan Kepala SMPN 22 PPU. Tidak hanya itu, beliau juga menyerahkan enam unit motor roda tiga sebagai kendaraan pengangkut sampah, diterima secara simbolis oleh Lurah Pantai Lango. Kendaraan hibah dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan ini akan mendukung pengelolaan sampah di TPS dan TPS3R di lingkungan masing-masing.

“Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan ketahanan pangan dan menciptakan lingkungan yang lebih asri. Jangan pula ditanam di lokasi yang rusak,” pungkasnya. (ADV/DiskominfoPPU/SBK)

Sosialisasi Penyusunan Renstra OPD 2025-2029, Bapelitbang PPU Tekankan Pentingnya Kesesuaian Program

PPU – Badan Perencanaan, Penelitian dan Pengembangan (Bapelitbang) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) menggelar sosialisasi untuk penyusunan dokumen Rencana Strategis (Renstra) Perangkat Daerah Tahun 2025-2029 di Hotel Gran Senyiur, Jumat (8/11/2024). Kegiatan yang berlangsung selama dua hari ini (8-9/11/2024) dihadiri oleh seluruh Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) bersama Pejabat Struktural dan Fungsional yang membidangi perencanaan program di masing-masing OPD, dengan menghadirkan narasumber dari Ditjen Bina Bangda Kementerian Dalam Negeri melalui sambungan daring.

Kepala Bapelitbang PPU, Tur Wahyu, menyampaikan bahwa penyusunan Renstra OPD harus mematuhi ketentuan dalam Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 pasal 272, yang mengharuskan Renstra OPD berpedoman pada Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD). Sosialisasi ini bertujuan memastikan setiap OPD dapat menyusun dokumen perencanaan yang sesuai dengan arah kebijakan daerah.

“Berdasarkan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 86 Tahun 2017, Bapelitbang bertanggung jawab memverifikasi Renstra OPD untuk memastikan kesesuaian tujuan, sasaran, program, dan kegiatan OPD dengan dokumen perencanaan RPJMD,” ujar Tur Wahyu.

Tur Wahyu menegaskan bahwa sosialisasi ini penting agar seluruh pengambil kebijakan dan penyusun program di OPD memahami prinsip-prinsip perencanaan yang konsisten dan sesuai dengan RPJMD. “Kesesuaian nomenklatur, kode rekening, serta program dalam Renstra setiap OPD dengan RPJMD adalah aspek krusial untuk efektivitas pelaksanaan pembangunan daerah,” tambahnya.

Tur Wahyu juga mengucapkan terima kasih kepada para peserta dan berharap seluruh ilmu yang diperoleh dalam kegiatan ini dapat diimplementasikan untuk menyusun dokumen perencanaan mulai 2025 demi kemajuan Kabupaten Penajam Paser Utara.

“Terima kasih untuk seluruh peserta. Mari kita manfaatkan kegiatan ini untuk memastikan dokumen perencanaan yang kita susun dapat benar-benar berdampak bagi kemajuan daerah kita,” pungkasnya. (ADV/DiskominfoPPU/SBK)

Setkab PPU PPU Dorong Efisiensi Anggaran dan Netralitas ASN Jelang Pilkada 2024

PPU – Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah (Setda) Penajam Paser Utara (PPU), Sodikin, menghadiri sosialisasi dan pembinaan bagi seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dalam penyusunan dokumen Rencana Strategis (Renstra) Tahun 2025-2029. Dalam kegiatan ini, Sodikin menyampaikan pentingnya perencanaan yang matang dalam pelaksanaan program-program daerah, seraya menyampaikan amanat Penjabat (Pj) Bupati PPU Zainal Arifin terkait efisiensi anggaran dan netralitas ASN menjelang Pilkada 2024.

“Kegiatan ini penting karena kita memahami bahwa setiap program harus diawali dengan perencanaan yang matang,” ujarnya.

Mengikuti arahan Presiden RI Prabowo Subianto dalam Rakornas yang dihadiri oleh Pj Bupati PPU sebelumnya, Sodikin menyoroti efisiensi anggaran sebagai fokus utama setiap OPD.

“Efisiensi penggunaan anggaran sangat penting. Dalam perencanaan ini, kita harus berhati-hati, agar anggaran yang kita laksanakan benar-benar tepat guna,” ungkapnya.

Sodikin juga mengingatkan bahwa penilaian aparat penegak hukum (APH) terhadap kegiatan OPD melibatkan perbandingan antara perencanaan awal dan pelaksanaan di lapangan. Dengan itu, kehati-hatian dalam menyusun rencana sangat dibutuhkan untuk kemajuan dan kesejahteraan Benuo Taka.

Pada kesempatan yang sama, Sodikin menyampaikan amanat mengenai pentingnya netralitas ASN dan Tenaga Harian Lepas (THL). Utamanya selama masa kampanye Pilkada, yang telah dimulai sejak 25 Oktober 2024.

“Sebagai ASN maupun THL, kita harus tetap netral dan tidak terlibat dalam politik praktis,” jelasnya.

Sodikin menekankan bahwa sikap netral penting untuk memberikan pelayanan maksimal kepada masyarakat, Serta mengimbau agar ASN dan masyarakat menggunakan hak pilih mereka dengan bijaksana pada Pilkada 27 November 2024 mendatang.

“Sebagai individu yang berpendidikan, mari gunakan hak pilih kita secara profesional demi kemajuan daerah yang kita cintai ini,” tutupnya. (ADV/DiskominfoPPU/SBK)