
TENGGARONG – Ketersediaan pangan Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) yang diklaim masih surplus hingga akhir 2026 tidak serta-merta membuat seluruh masyarakat terbebas dari kerentanan pangan.
Warga atau petani yang kehilangan hasil pertanian akibat gagal panen justru menjadi prioritas intervensi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kukar melalui penyaluran cadangan pangan pemerintah.
Dinas Ketahanan Pangan Kukar kini melakukan verifikasi calon penerima bantuan di sejumlah desa dan kelurahan. Pendataan tersebut menjadi dasar penyaluran agar bantuan tepat sasaran dan menjangkau masyarakat yang benar-benar membutuhkan dukungan pangan.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kukar, Ananias, mengatakan pemerintah daerah memberikan perhatian khusus kepada masyarakat yang mengalami kerugian akibat gagal panen. Penyaluran cadangan pangan akan dilakukan secara bertahap setelah proses verifikasi calon penerima selesai.
“Ini kan saudara-saudara kita banyak yang gagal panen, jadi kita di penghujung tahun ini lebih memprioritaskan bagaimana intervensi penyaluran cadangan pangan untuk saudara-saudara kita yang mengalami bencana gagal panen,” ujar Ananias.
Pendataan calon penerima bantuan telah menjangkau sejumlah wilayah di Kukar. Beberapa kelurahan di Kecamatan Tenggarong, Loa Kulu, Loa Janan, dan Anggana tercatat telah mendapatkan penyaluran atau sedang dalam proses penanganan.
Dinas Ketahanan Pangan Kukar juga melakukan verifikasi di Kecamatan Sebulu dan Muara Kaman. Kedua wilayah tersebut menjadi perhatian karena terdapat kawasan sentra pertanian yang terdampak gagal panen.
Proses verifikasi diperlukan untuk memastikan bantuan tidak hanya didasarkan pada wilayah yang terdampak, tetapi juga kondisi masyarakat yang membutuhkan dukungan pangan.
Dengan pendataan tersebut, pemerintah daerah dapat menentukan calon penerima berdasarkan kebutuhan di lapangan.
Penyaluran secara bertahap juga memungkinkan bantuan disesuaikan dengan hasil verifikasi.
Langkah ini penting agar cadangan pangan pemerintah dapat menjangkau warga yang benar-benar kehilangan hasil panen dan mengalami kesulitan memenuhi kebutuhan pangan.
Di tengah penanganan warga terdampak gagal panen, Ananias memastikan kondisi ketersediaan pangan Kukar secara umum masih aman hingga penghujung tahun. Pasokan pangan dari luar daerah juga disebut masih berjalan lancar.
Kondisi tersebut menunjukkan bahwa persoalan yang dihadapi pemerintah daerah bukan semata-mata kekurangan stok pangan secara keseluruhan. Ada kelompok masyarakat yang mengalami kerentanan akibat hasil pertanian mereka tidak dapat dipanen.
Karena itu, intervensi melalui cadangan pangan pemerintah diarahkan untuk membantu masyarakat yang terdampak langsung. Kebijakan ini juga menjadi bentuk respons terhadap kondisi warga di wilayah pertanian yang mengalami kehilangan hasil produksi.
“Kalau secara umum stok ketersediaan kita aman, jadi sampai akhir tahun kita masih surplus untuk ketersediaan pangan. Hanya saja memang ada sebagian kecil yang gagal panen,” tutup Ananias. (Adv)
Penulis : Ady Wahyudi
Editor : Nicha R



