Menpar Klaim Konser Ye di Jakarta Hasilkan Perputaran Ekonomi Rp600 Miliar

JAKARTA – Konser Ye Live in Jakarta pada Sabtu (24/10/2026) diperkirakan menghasilkan perputaran ekonomi hingga Rp600 miliar. Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana menyebut konser tersebut menunjukkan potensi acara musik internasional dalam menggerakkan berbagai sektor, mulai dari perhotelan, kuliner, transportasi, hingga usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

“Inilah kekuatan sesungguhnya dari pariwisata berbasis event. Satu konser internasional dapat menghidupkan banyak sektor ekonomi sekaligus, dari hotel, restoran, transportasi, UMKM, hingga membuka kesempatan kerja bagi ribuan orang. Kami ingin manfaat seperti ini terus tumbuh dan semakin luas dirasakan masyarakat Indonesia,” kata Widiyanti dalam keterangan resmi di Jakarta, Selasa (27/10/2026).

Mengutip data promotor Raw Vision Collective dan Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) DKI Jakarta, Kementerian Pariwisata menyebut perputaran ekonomi dari konser tersebut diperkirakan mencapai Rp600 miliar.

Nilai itu mencakup berbagai aktivitas ekonomi, antara lain penjualan tiket, transaksi kuliner, pembelian merchandise, serta belanja di kalangan pelaku UMKM.

Dampak terhadap sektor akomodasi juga terlihat dari tingkat keterisian hotel di sekitar lokasi konser yang dilaporkan mendekati 100 persen. Tingginya okupansi tersebut sejalan dengan kedatangan penonton dari berbagai daerah dan negara.

Menurut data yang disampaikan Kementerian Pariwisata, konser tersebut dihadiri sekitar 70 ribu penonton. Dari jumlah itu, sekitar 25 ribu orang berasal dari luar negeri, dengan asal penonton tercatat dari 80 negara.

Tujuh negara yang disebut menjadi penyumbang penonton terbanyak ialah Australia, Singapura, Malaysia, Filipina, Thailand, Vietnam, dan Tiongkok.

Penyelenggaraan konser ini juga melibatkan sekitar 5.000 pekerja. Mereka mencakup tenaga produksi, kru operasional belakang panggung, serta pekerja pendukung lainnya.

Kementerian Pariwisata turut memberikan dukungan dalam persiapan penyelenggaraan, antara lain melalui penerbitan surat rekomendasi untuk pengajuan perizinan, rekomendasi terkait visa dan kemudahan keimigrasian, serta rekomendasi kepabeanan untuk kebutuhan peralatan konser.

READ  Picu Kemacetan di Jalan Tol, 16 Ribu Kendaraan Alami Saldo e-Toll Kurang

Dukungan tersebut menjadi bagian dari koordinasi lintas sektor untuk memfasilitasi penyelenggaraan acara internasional sesuai kewenangan masing-masing instansi.

Sebelumnya, pada 15 September 2026, Kementerian Pariwisata bersama Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan pihak penyelenggara menggelar konferensi pers untuk memperkenalkan kontribusi konser Ye terhadap sektor pariwisata dan perekonomian Indonesia.

Widiyanti mengatakan, acara musik berskala internasional berpotensi memperkuat posisi Indonesia sebagai destinasi wisata musik sekaligus memperluas manfaat ekonomi bagi masyarakat.

Sepanjang 2026, Kementerian Pariwisata mengaku telah mendukung lebih dari 25 acara internasional untuk memperkuat daya saing Indonesia dalam menarik penyelenggaraan kegiatan berskala global.

Pemerintah berharap pengembangan wisata musik tidak hanya menjadikan Indonesia sebagai lokasi pertunjukan musisi internasional, tetapi juga sebagai destinasi wisata yang menawarkan pengalaman berkualitas dan menghasilkan manfaat ekonomi berkelanjutan.

“Penyelenggaraan event internasional membutuhkan kesiapan, kolaborasi, dan koordinasi yang kuat. Kementerian Pariwisata berkomitmen untuk terus mendukung terciptanya ekosistem yang kondusif agar semakin banyak penyelenggara internasional memilih Indonesia sebagai destinasi konser dan pertunjukan musik kelas dunia,” kata Widiyanti. (ANT/KN)

⚠️ Peringatan Plagiarisme

Dilarang mengutip, menyalin, atau memperbanyak isi berita maupun foto dalam bentuk apa pun tanpa izin tertulis dari Redaksi. Pelanggaran terhadap hak cipta dapat dikenakan sanksi sesuai UU Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta dengan ancaman pidana penjara maksimal 10 tahun dan/atau denda hingga Rp4 miliar.

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img