JAKARTA – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian meminta Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) dan Pertamina memberikan relaksasi terhadap kebijakan pembatasan solar di daerah bencana, demi percepatan proses pemulihan pascabencana di berbagai wilayah di Sumatera.
“Pemerintah atau kontraktor menyewa (alat berat) 24 jam tapi karena solarnya dibatasi 35-40 liter, akhirnya mereka bekerja hanya 8 jam,” kata Tito dalam rapat Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatera di Kantor Kementerian Dalam Negeri, Jakarta, Senin (26/1/2026).
Tito berharap pasokan solar ke daerah bencana bisa terus ditambah dan ada relaksasi pembatasan pembelian solar agar para pihak yang terlibat proses pemulihan pascabencana Sumatera bisa bekerja dengan lebih efisien.
Mendagri juga mengatakan permintaan tambahan pasokan solar tersebut juga untuk menopang operasional alat berat yang semakin banyak masuk ke daerah terdampak bencana.
“Mereka mengharapkan tambah suplai solar, yang kedua tidak menggunakan barcode dulu di masa pemulihan di daerah-daerah tertentu,” tuturnya.
Dalam kesempatan itu Mendagri juga menyampaikan apresiasi atas kerja keras Kementerian ESDM dan Pertamina yang terus mengawal kelancaran pasokan BBM di SPBU di 52 kabupaten/kota yang terdampak bencana di Sumatera.
“Terima kasih banyak kepada Pertamina, kemudian Kementerian ESDM karena SPBU semuanya 52 kabupaten/kota lancar. Tinggal kami minta pasokannya, terutama Solar,” kata Mendagri. (ANT/KN)


