Sabtu, Juni 22, 2024
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Menag: Pemimpin Bawa Agama Jangan Dipilih

KORANUSANTARA – Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas turut mengomentari perkembangan politik terkini. Utamanya soal capres-cawapres. Yaqut meminta masyarakat memilih calon yang tepat. Serta tidak memilih pemimpin yang memecah belah umat. “Harus dicek betul,” katanya. Misalnya dicek apakah ada calon pemimpin yang pernah memecah-belah umat. Kalau dirasa pernah ada yang demikian, Yaqut meminta jangan dipilih.

Yaqut juga meminta masyarakat tidak memilih calon pemimpin yang menggunakan agama sebagai alat politik untuk memperoleh kekuasaan. Menurut dia, agama seharusnya dapat melindungi kepentingan seluruh umat atau masyarakat. Yaqut mengingatkan bahwa umat Islam diajarkan agar menebarkan Islam sebagai rahmat, rahmatan lil ‘alamin, rahmat untuk semesta alam.

“Bukan rahmatan lil islami, tok (saja),” kata Yaqut. Untuk itu, pemimpin yang ideal menurut menurut Yaqut, harus mampu menjadi rahmat bagi semua golongan. Dia mengajak masyarakat melihat calon pemimpin saat ini, apakah pernah menggunakan agama sebagai alat untuk memenangkan kepentingannya atau tidak.

Mantan anggota DPR dari PKB itu menyampaikan pentingnya penelusuran rekam jejak saat menentukan calon pemimpin bangsa. Tujuannya agar bangsa Indonesia memperoleh pemimpin yang amanah dan dapat mengemban tanggung jawab kemajuan negeri ini. “Bagaimana memilih pemimpin yang benar-benar bisa dipercaya, bisa diberikan amanah untuk memimpin bangsa besar,” katanya. Yaqut menegaskan Indonesia adalah angsa yang memiliki keragaman, bangsa yang memiliki banyak perbedaan. (*)

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Most Popular