Minggu, Juni 16, 2024
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Masuki Musim Kemarau, Masyarakat Diminta Waspada Gejala Heat Stroke

JAKARTA – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksi beberapa wilayah di Indonesia sudah memasuki musim kemarau dengan panas terik yang menyertainya. Sehubungan dengan itu, penyakit heat stroke menjadi semakin diwaspadai.

Heat stroke sendiri merupakan gejala panas tubuh yang disebabkan oleh kondisi suhu panas yang memapari tubuh dalam jangka waktu panjang. Heat stroke dapat berujung kematian bila didahului dengan sejumlah keluhan lainnya.

Seperti dikutip dari Jawa Pos, Praktisi Kesehatan Masyarakat dr. Ngabila Salama mengatakan, heat stroke yang dapat berujung kematian tidak serta merta terjadi. Awalnya didahului dengan dehidrasi (kurangnya cairan) dan heat exhaustion (kelelahan sangat setelah terkena panas).

Adapun gejala-gejala awal heat stroke, kata dr. Ngabila dapat berupa suhu tubuh tinggi di atas 40 derajat, kulit panas dan kering, pusing atau sakit kepala, mula, denyut nadi dan pernapasan lebih cepat, kebingungan, kejang, hingga pingsan atau penurunan kesadaran.

“Bila menemukan gejala itu, lakukan berteduh, segera siram pasien dengan air sampai basah seluruh tubuh,” ujarnya kepada wartawan, Minggu (5/5/2024).

Selain itu, disarankan juga bagi orang yang mengalami heat stroke untuk mandi dengan air dingin jika bisa, atau berikan es batu terutama di bagian kulit tipis seperi kulit kepala, lipat ketiak, dan lipat paha.

“Hati- pada kondisi anak (balita), lansia, orang dengan obesitas, dan ibu hamil, memiliki gejala dehidrasi yang lebih sulit dikenali di awal,” ungkap dr. Ngabila.

Selain itu, menurutnya penggunaan sunscreen, pelembab kulit, dan kacamata baik untuk menghindari paparan matahari secara langsung. (JP/KN)

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Most Popular