Lonjakan Harga Cabai dan Telur, DPRD Dorong Kemandirian Pangan

SANGATTA — Kenaikan harga pangan, khususnya cabai dan telur, mulai dirasakan masyarakat Kutai Timur. Kondisi ini dinilai berpotensi menekan daya beli jika tidak segera diantisipasi dengan langkah konkret.

Ketua DPRD Kutai Timur, Jimmi, menegaskan perlunya respons cepat melalui gerakan tanam mandiri di tingkat rumah tangga. Ia mendorong masyarakat memanfaatkan lahan pekarangan untuk menanam cabai, lombok, maupun sayuran lainnya.

“Kalau kita bisa prediksi harga akan naik, maka dari sekarang masyarakat harus mulai menanam. Masa tanam cabai sekitar dua sampai tiga bulan, jadi harus dipersiapkan sejak dini,” ujarnya usai mengikuti rapat koordinasi inflasi di Diskominfo Kutim, Senin (6/4/2026).

Menurutnya, rendahnya produksi pangan lokal selama ini menjadi salah satu penyebab harga mudah bergejolak. Ketergantungan pada pasokan dari luar daerah membuat ketersediaan tidak stabil, terutama saat permintaan meningkat menjelang hari besar keagamaan seperti Idul Adha.

Selain cabai, Jimmi juga menyoroti harga telur yang ikut mengalami kenaikan. Ia menjelaskan, faktor utama berasal dari tingginya biaya pakan ternak yang masih bergantung dari luar daerah.

“Kalau pakan tidak sesuai formulasi, kualitas telur ikut turun. Tapi kalau mau kualitas bagus, biaya produksi juga ikut naik,” jelasnya.

Ia membandingkan kondisi tersebut dengan daerah di Pulau Jawa yang sudah mampu memproduksi pakan secara mandiri. Sementara di Kutai Timur, keterbatasan bahan baku masih menjadi kendala utama dalam pengembangan sektor peternakan.

Karena itu, DPRD mendorong pemerintah daerah menghadirkan inovasi dalam sektor pertanian dan peternakan agar lebih mandiri. Dengan jumlah penduduk yang tidak terlalu besar, Kutai Timur dinilai memiliki peluang untuk membangun sistem pangan lokal yang kuat.

“Inflasi memang masih dalam kategori normal, sekitar 2 sampai 4 persen. Tapi kalau kita bisa mandiri, itu akan jauh lebih baik untuk menjaga stabilitas harga,” tegasnya.

READ  Ingin Suasana Malam Kota Bontang Lebih Estetik, Nursalam Usulkan Penataan Lampu Jalan

Ia menambahkan, penguatan produksi pangan lokal tidak hanya berdampak pada stabilitas harga, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat jika dilakukan secara berkelanjutan.

Penulis: Ramlah
Editor: Agus S

⚠️ Peringatan Plagiarisme

Dilarang mengutip, menyalin, atau memperbanyak isi berita maupun foto dalam bentuk apa pun tanpa izin tertulis dari Redaksi. Pelanggaran terhadap hak cipta dapat dikenakan sanksi sesuai UU Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta dengan ancaman pidana penjara maksimal 10 tahun dan/atau denda hingga Rp4 miliar.

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img