Senin, Juli 22, 2024
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Kepercayaan Publik kepada Polri Diklaim Meningkat

KORANUSANTARA – Kendati diterpa sejumlah masalah, terutama menyangkut anggota, kinerja Polri diklaim mengalami peningkatan. Indikatornya berupa jumlah penyelesaian kasus kejahatan dan tingkat kepercayaan publik.

Kapolri Jendral Listyo Sigit Prabowo mengatakan, angka kejahatan selama 2023 tercatat 288.472 perkara. Jumlah itu meningkat dibandingkan tahun lalu yang mencapai 276.507 perkara. ’’Meningkat 11.965 perkara atau 4,3 persen,’’ tegasnya.

Meski demikian, peningkatan jumlah kejahatan, jumlah perkara yang mampu dituntaskan juga meningkat, mencapai 203.293 perkara. ’’Tahun lalu yang mampu diselesaikan hanya 200.147 perkara,’’ jelasnya dalam konferensi pers terkait laporan akhir tahun di Mabes Polri, Jakarta, Rabu, 27 Desember 2023.

Dari semua perkara tersebut, Polri juga mampu menuntaskan sebagian dengan restorative justice (keadilan restoratif/upaya penyelesaian kasus dengan kesepakatan bersama). Jumlah kasus yang diselesaikan dengan cara tersebut mencapai 18.175 perkara.

’’Jumlah ini naik 15 persen dibandingkan tahun lalu yang hanya 15.809 perkara diselesaikan dengan restorative justice,’’ paparnya.

Untuk kejahatan terhadap perempuan dan anak, Polri disebut Listyo juga menunjukkan perbaikan. Dari 21.768 kasus perempuan dan anak, Korps Bhayangkara mampu menyelesaikan 8.008 perkara atau 36,76 persen.

’’Perkara yang belum selesai masih proses. Sebab, kasus perempuan dan anak membutuhkan penanganan khusus, seperti pendampingan psikologis,’’ katanya.

Untuk kasus tindak pidana perdagangan orang (TPPO) yang menjadi atensi Presiden Jokowi, Polri disebut Listyo juga mampu meningkatkan kinerja. Jumlah perkara TPPO pada 2023 naik drastis dengan 982 kasus bila dibandingkan 2022 yang hanya 145 kasus. ’’Penyelesaian kasus TPPO meningkat dengan 290 perkara mampu dituntaskan. Pada 2022 hanya 66 kasus yang mampu diselesaikan,’’ ujarnya.

Jumlah korban TPPO yang mampu diselamatkan juga meningkat, mencapai 3.208 orang. ’’Pada 2022 hanya 668 orang yang diselamatkan,’’ terangnya.

Dengan semua kinerja tersebut, lanjut Listyo, kepercayaan publik terhadap Polri pun meningkat. Sesuai survei Indikator, 87,7 persen masyarakat percaya kepolisian mampu menjaga keamanan di wilayah tempat tinggalnya. ’’Lalu, 90,6 persen masyarakat merasa aman saat berjalan sendirian di malam hari dan 95,9 persen masyarakat merasa aman tinggal di tempatnya sendiri,’’ jelasnya.(*)

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Most Popular