Sabtu, April 13, 2024
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Kepala Desa Loa Duri Ilir Resmikan Program Peternakan Ayam Petelur Omega 3 Probiotik

TENGGARONG – Kepala Desa Loa Duri Ilir, Fahri Arsyad, saat ini mengembangkan program peternakan ayam petelur omega 3 probiotik sebagai bagian dari upaya meningkatkan ketahanan pangan di wilayah tersebut. Program ini, hasil kerjasama dengan CV Kandang Kita Farm, menandai langkah maju dalam pengembangan pertanian lokal.

Saat dikunjungi di Kantornya, Arsyad menjelaskan bahwa program ini bukan hanya tentang produksi telur, tetapi juga tentang pemberdayaan ekonomi lokal. CV Kandang Kita Farm bertanggung jawab atas pelatihan bagi peternak lokal dan pembelian hasil panen, sementara desa bertanggung jawab atas produksi pakan sendiri.

“Kandang ini ada 900 ekor ayam petelur mampu menghasilkan sekitar 60-an butir telur per hari, dengan standar kualitas yang tinggi,” ungkap Fahri Arsyad. “Habis Lebaran nanti, produksi telur ayam ini akan meningkat karena sudah 32 minggu bisa mencapai 800 butir telur perhari, untuk penjualan karena telur ini premium hanya tersedia di berbagai pusat perbelanjaan atau Mall dengan harga mencapai 50 ribu hingga 60 ribu rupiah per piring, karena memgandung OMEGA 3 probiotik”tambah salah satu Kades terbaik se-indonesia ini.

Fahri Arsyad juga menekankan pentingnya program ini sebagai percontohan bagi wilayah lain. “Kami berharap program ini dapat menjadi inspirasi bagi desa-desa lain dalam upaya meningkatkan ketahanan pangan dan pemberdayaan ekonomi lokal,” pungkasnya.

Kades yang sempat diundang ke acara Kick Andy Show dengan tajuk Desaku Masa DepanKu 2018 lalu ini. Mengatakan Saat ini pihak desa masih mengembangkan satu kandang dengan ukuran panjang 15 meter dan lebar 7 meter, didalam Kandang tersebut berisi 900 ekor ayam petelur. Dan rencananya tahun ini akan ditambah 500 ekor lagi.
“Nanti kita akan buatkan untuk solusi pengentasan kemiskinan, karena kita punya warga penerima BLT itu nanti kita akan arahkan untuk diberikan kandang dan ayam petelur ini untuk dipelihara,” ujarnya.

Untuk penjualan warga tidak kebingunan karena pembelinya sudah ada dari CV kandang Kita Farm, dan Asryad menambahkan jika tidak dijual, warga juga bisa menjadikan telur yang kaya gizi ini untuk dikonsumsi keluarga untuk pencegahan stanting.

Dengan adanya program ini, diharapkan Desa Loa Duri Ilir dapat menjadi model bagi pengembangan pertanian lokal yang berkelanjutan dan memberikan manfaat bagi masyarakat secara luas. Program ini juga menjadi bukti nyata kolaborasi yang erat antara pemerintah desa, sektor swasta, dan masyarakat dalam menciptakan kemajuan dan kesejahteraan bersama. (adv)

Penulis : Hanafi

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Most Popular