Kenali 6 Gejala Stroke, Direktur RSUD Bontang Ingatkan Warga Jangan Terlambat ke Rumah Sakit

BONTANG – Wajah tiba-tiba mencong, lengan melemah, hingga bicara pelo bisa menjadi tanda seseorang mengalami stroke. Direktur RSUD Taman Husada Bontang, dr. Suhardi, Sp.JP., FIHA, mengingatkan masyarakat agar tidak mengabaikan enam gejala stroke yang dapat dikenali melalui metode “SeGeRa Ke RS”. Penanganan yang terlambat berisiko menyebabkan kerusakan otak permanen hingga kematian.

Direktur RSUD Taman Husada Bontang, dr. Suhardi, Sp.JP., FIHA, menyampaikan kepada masyarakat agar mengenali tanda-tanda atau gejala stroke dengan metode “SeGeRa Ke RS”.

Ada enam gejala utama yang perlu diwaspadai masyarakat sebagai tanda-tanda stroke. Pertama, senyum tidak simetris, seperti salah satu sisi wajah terlihat mencong atau miring ketika tersenyum.

Kedua, gerak anggota tubuh melemah, terutama pada lengan atau tungkai yang mengalami kelemahan secara tiba-tiba. Ketiga, gangguan bicara, seperti pelo, tidak jelas, atau kesulitan memahami pembicaraan.

Keempat, muncul rasa kebas atau kesemutan pada salah satu sisi tubuh. Kelima, gangguan penglihatan berupa pandangan kabur yang terjadi secara tiba-tiba pada satu atau kedua mata.

“Serta yang keenam, terdapat sakit kepala hebat secara mendadak yang disertai gangguan keseimbangan,” ungkapnya, Sabtu (7/11/2026).

Selain metode “SeGeRa Ke RS”, masyarakat juga dapat menggunakan metode FAST untuk mengenali tanda-tanda stroke, yakni Face (wajah mencong), Arms (lengan melemah), Speech (bicara pelo), dan Time (segera membawa pasien ke rumah sakit).

RSUD Taman Husada Bontang menegaskan pentingnya kecepatan penanganan karena semakin cepat pasien mendapatkan pertolongan medis, semakin besar peluang pemulihan dan semakin kecil risiko kecacatan.

“Sehingga kami menyediakan layanan pre-notification selama 24 jam untuk mendukung kesiapan penanganan pasien yang mengalami stroke, ketika akan dibawa ke RSUD Taman Husada Bontang,” tambahnya.

READ  Hari Dokter Nasional, RSUD Bontang Tekankan Pelayanan dengan Empati dan Keselamatan Pasien

Masyarakat yang menemukan seseorang mengalami gejala tersebut diharapkan tidak menunggu kondisi memburuk atau mencoba melakukan penanganan sendiri di rumah.

“Ingat, waktu adalah otak (Time is Brain). Segera bawa pasien ke RS ketika gejala stroke muncul, karena setiap menit sangat berarti bagi keselamatan pasien,” pungkasnya. (Dwi/Adv)

Pewarta: Dwi S
Editor: Agus S

⚠️ Peringatan Plagiarisme

Dilarang mengutip, menyalin, atau memperbanyak isi berita maupun foto dalam bentuk apa pun tanpa izin tertulis dari Redaksi. Pelanggaran terhadap hak cipta dapat dikenakan sanksi sesuai UU Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta dengan ancaman pidana penjara maksimal 10 tahun dan/atau denda hingga Rp4 miliar.

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img