Senin, Juni 17, 2024
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Kemenperin Pastikan Kontribusi IKFT dalam Pembangunan IKN

JAKARTA – Ibu Kota Nusantara (IKN) adalah masa depan Indonesia. Dukungan mutlak diberikan agar pembangunan dan program yang telah ditetapkan pemerintah bisa segera diwujudkan. Plt Direktur Jenderal Industri Kimia, Farmasi, dan Tekstil (IKFT) Kementerian Perindustrian (Kemenperin) Ignatius Warsito memastikan, pihaknya siap berpartisipasi mendukung pembangunan IKN.

Hal itu disampaikan Warsito meninjau progres pembangunan kawasan IKN di Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, Kamis (15/6), bersama asosiasi industri binaan IKFT. “Pengadaan barang dan jasa untuk pembangunan IKN wajib menggunakan produk dalam negeri. Mulai material hingga tenaga kerja lokal. Sesuai yang dituangkan dalam Peraturan Presiden Nomor 62 Tahun 2022 tentang Otorita IKN,” kata Warsito seusai meninjau progres pembangunan kawasan IKN di Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, Kamis (15/6).

Pada kunjungan kerjanya di kawasan IKN bersama para asosiasi dan pelaku industri dari sektor IKFT, Warsito menyatakan bahwa pihaknya merasa bangga dan mengapresiasi terhadap kemajuan pesat dalam pembangunan IKN.  “Ini baru kali pertama kami hadir di IKN bersama tim serta para asosiasi industri di bawah binaan kami, dengan spirit siap mendukung kesuksesan pembangunan IKN,” tuturnya di Jakarta, Jumat, 16 Juni 2023.

Sebelumnya, Ditjen IKFT Kemenperin telah menggelar forum diskusi dengan pemangku kepentingan terkait seperti Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Satgas Pembangunan Infrastruktur IKN) serta pemerintah daerah, dengan tujuan untuk mencari peluang bagi para pelaku usaha sektor IKFT agar dapat mengisi kebutuhan pembangunan IKN. Warsito menambahkan, sektor IKFT mulai dari hulu sampai hilir siap mengisi kebutuhan material maupun produk jadi untuk pembangunan IKN. Oleh karenanya, Ditjen IKFT terus melakukan akselerasi Peningkatan Penggunaan Produk Dalam Negeri (P3DN), salah satunya dengan mendorong perusahaan meningkatkan nilai tingkat kandungan dalam negeri (TKDN).

Warsito menyebut saat ini sudah banyak produk sektor IKFT yang telah memiliki nilai TKDN di atas 40 persen. “Kami akan terus mendorong produk dengan nilai TKDN di atas 40 persen untuk masuk ke dalam e-katalog nasional maupun e-katalog sektoral yang memudahkan transaksi pengadaan dilakukan secara elektronik, sehingga produk-produk IKFT melalui e-katalog dapat digunakan seluas-luasnya pada pengadaan barang dan jasa pemerintah termasuk pemerintah daerah dan BUMN,” paparnya.

Warsito mengemukakan pihaknya telah mengidentifikasi potensi dan kemampuan sektor IKFT dalam upaya mendukung pembangunan IKN. Misalnya, industri semen memiliki total kapasitas 116 juta ton, dengan jumlah 16 perusahaan, dan nilai TKDN dari 77,32 persen sampai 98,65 persen. Selanjutnya, industri barang dari semen total kapasitas 86 juta ton, dengan jumlah 88 perusahaan, dan nilai TKDN dari 34,61 persen sampai 98,74 persen. “Industri ubin keramik punya total kapasitas 9,4 juta ton, dengan jumlah 37 perusahaan, dan nilai TKDN dari 25 persen sampai 91,17 persen. Selain itu, industri keramik saniter punya total kapasitas 175,6 ribu ton, dengan jumlah 10 perusahaan, dan nilai TKDN dari 29,68 persen sampai 83,69 persen,” sebutnya.

Warsito menyatakan, pelaksanaan program P3DN akan memberikan dampak yang positif, seperti memperkuat struktur industri dalam negeri sehingga dapat menjamin kemandirian dan stabilitas perekonomian nasional. “Pembangunan kawasan IKN dan penyangganya, akan memberikan peluang dan tantangan yang dapat dimanfaatkan untuk industri dalam negeri,” kata Warsito. (kn)

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Most Popular