Karhutla Kubar Terluas di Kaltim, 285 Hektare Lahan Terbakar

SENDAWAR – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kutai Barat (Kubar) terus meluas sepanjang musim kemarau tahun ini. Sejak 9 Juli hingga 21 Agustus 2026, sedikitnya 61 titik kebakaran telah ditangani dengan total luas lahan terdampak mencapai 285,26 hektare.

Kebakaran tersebar di sembilan kecamatan. Sebagian terjadi di lahan mineral, tetapi api juga membakar lahan gambut yang membutuhkan penanganan lebih lama karena bara dapat bertahan di bawah permukaan.

Bupati Kubar Frederick Edwin meminta penanganan tidak berhenti hanya karena api di permukaan sudah tidak terlihat. Lokasi yang masih menyisakan bara maupun asap harus terus dipantau untuk mencegah kebakaran kembali muncul.

“Pentingnya koordinasi dan sinergitas antara Pemerintah Kabupaten Kutai Barat, BPBD, TNI, Polri, Manggala Agni, pihak perusahaan, pemerintah kampung, dan masyarakat,” kata Frederick saat meninjau lokasi karhutla di Jalan Hauling PT CAM Kilometer 36, Kampung Muara Nyahing, Kecamatan Damai, Jumat (21/8/2026).

Frederick meminta pemadaman dilakukan secara terpadu hingga api benar-benar padam. Ketersediaan personel, peralatan, sumber air hingga akses menuju lokasi juga harus dipastikan agar penanganan dapat dilakukan dengan cepat.

Kepala Pelaksana BPBD Kubar Yudianto Rihartono mengatakan kebakaran yang ditangani sejak 9 Juli tersebar di sembilan kecamatan.

“Lokasi kejadian terdapat di 61 titik dengan luasan karhutla terbakar sebanyak 285,26 hektare,” terang Yudianto.

Sembilan kecamatan tersebut yakni Melak, Damai, Muara Lawa, Barong Tongkok, Muara Pahu, Nyuatan, Tering, Long Iram dan Sekolaq Darat.

Di Kecamatan Melak, kebakaran antara lain terjadi di Kampung Empas seluas 10,92 hektare pada lahan mineral. Di Kecamatan Damai, kebakaran tercatat di Kampung Jengan Danum, Kinong dan Benung dengan luas 4,17 hektare.

Di Muara Lawa, kebakaran di Kampung Dingin mencapai 8,8 hektare. Sementara di Barong Tongkok, Kampung Pepas Eheng mencatat 8,7 hektare. Keduanya berada pada lahan mineral.

READ  Kutai Barat Berduka, Frederick Edwin Sampaikan Penghormatan Terakhir untuk Rama Asia

Kebakaran lainnya terjadi di Kampung Tanjung Laong, Kecamatan Muara Pahu seluas 8,17 hektare; Kampung Sembuan, Kecamatan Nyuatan seluas 3 hektare; serta Kampung Long Daliq, Kecamatan Long Iram seluas 10 hektare.

Api juga membakar lahan gambut di Kampung Muara Mujan, Kecamatan Tering seluas 2,2 hektare dan Kampung Sekolaq Darat, Kecamatan Sekolaq Darat seluas 1 hektare.

Secara keseluruhan, BPBD Kubar mencatat 61 titik dengan luas terbakar mencapai 285,26 hektare.

Data BPBD Kaltim hingga 19 Agustus 2026 mencatat 413 kejadian karhutla dengan luas terdampak 936,95 hektare di seluruh Kaltim. Dari data tersebut, Kubar tercatat sebagai daerah dengan luasan lahan terbakar terbesar.

Frederick meminta masyarakat ikut mencegah munculnya titik api baru. Pembakaran lahan dan membuang puntung rokok sembarangan harus dihindari karena kondisi kemarau membuat vegetasi kering dan api lebih mudah menyebar.

Masyarakat yang berada di sekitar lokasi kebakaran juga diminta mewaspadai dampak asap terhadap kesehatan.

“Selain itu, masyarakat yang berada di sekitar lokasi kebakaran diingatkan untuk memperhatikan dampak asap terhadap kesehatan dan menggunakan masker ketika beraktivitas di luar ruangan,” kata Frederick.

Pemantauan tetap dilakukan terhadap lokasi yang telah terbakar, terutama titik yang masih menyisakan bara dan asap. Petugas juga terus bersiaga menghadapi kemungkinan munculnya titik api baru selama kondisi kemarau berlangsung. (MK)

Pewarta: Ichal
Editor: Agus S.

⚠️ Peringatan Plagiarisme

Dilarang mengutip, menyalin, atau memperbanyak isi berita maupun foto dalam bentuk apa pun tanpa izin tertulis dari Redaksi. Pelanggaran terhadap hak cipta dapat dikenakan sanksi sesuai UU Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta dengan ancaman pidana penjara maksimal 10 tahun dan/atau denda hingga Rp4 miliar.

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img