BANDUNG — Pencurian kabel prasarana Kereta Cepat Jakarta-Bandung (Whoosh) bukan sekadar menyebabkan kerugian materiil. Hilangnya kabel telekomunikasi, persinyalan hingga grounding berpotensi mengganggu operasional dan mengancam keselamatan perjalanan kereta cepat.
Karena itu, PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) menegaskan pencurian tersebut harus diproses secara hukum untuk memberikan efek jera sekaligus mencegah kejadian serupa terulang.
General Manager Corporate Secretary KCIC Eva Chairunisa mengatakan pengungkapan kasus pencurian kabel oleh Kepolisian Daerah Jawa Barat menjadi langkah penting untuk menjaga keamanan infrastruktur Whoosh.
“Kami berharap pengungkapan ini menjadi pembelajaran bagi masyarakat agar tidak melakukan maupun terlibat dalam tindakan tersebut,” kata Eva di Bandung, Kamis (1/10/2026).
Dalam pengungkapan kasus tersebut, polisi mengamankan enam orang, terdiri atas lima tersangka pencurian dengan pemberatan dan satu tersangka penadah.
KCIC turut mendukung proses pengungkapan dengan memberikan informasi serta pendampingan kepada kepolisian di lokasi kejadian.
Eva mengatakan tindakan pencurian terhadap prasarana Whoosh tidak dapat dipandang sebagai tindak pidana biasa karena komponen yang dicuri memiliki fungsi penting dalam menunjang perjalanan kereta cepat.
“Kami menyampaikan terima kasih kepada seluruh jajaran Kepolisian yang telah bekerja sama hingga seluruh jaringan yang terlibat mulai dari pelaku hingga penadah berhasil diungkap. Terhadap tindakan yang dapat membahayakan operasional Whoosh tidak ada kompromi,” ujarnya.
Rangkaian pencurian terjadi di sejumlah titik pada petak jalur antara Stasiun Karawang-Padalarang serta Stasiun Padalarang-Tegalluar Summarecon.
Kabel yang menjadi sasaran antara lain kabel telekomunikasi, kabel persinyalan,ari lima tersangka pencurian, tiga di antaranya diketahui pernah bekerja dalam proyek KCIC. Kond kabel grounding, serta sejumlah komponen pendukung prasarana Whoosh.
Menurut Eva, setiap komponen memiliki fungsi berbeda dan saling mendukung sistem operasional kereta cepat.
“Kabel-kabel tersebut memiliki fungsi yang berbeda, mulai dari telekomunikasi, persinyalan, hingga sistem grounding. Setiap komponen yang terpasang di jalur memiliki fungsi penting dalam mendukung operasional Whoosh sehingga tidak boleh dirusak ataupun diambil,” jelasnya.
Dari lima tersangka pencurian, tiga di antaranya diketahui pernah bekerja dalam proyek KCIC. Kondisi tersebut membuat mereka memiliki pengetahuan mengenai lingkungan dan kondisi di sekitar jalur Whoosh.
KCIC menilai pengamanan terhadap infrastruktur menjadi bagian penting untuk memastikan operasional kereta cepat tetap berjalan aman.
Saat ini, KCIC didukung 531 personel pengamanan yang ditempatkan di sejumlah titik, mulai dari stasiun, depo, sepanjang jalur hingga area operasional lainnya.
Selain personel keamanan, jalur Whoosh sepanjang 142,3 kilometer juga dilengkapi pagar pengaman dengan kawat berduri.
Sistem pengawasan turut diperkuat dengan 1.773 kamera CCTV yang tersebar di berbagai fasilitas, jalur, dan rangkaian Whoosh.
Eva menegaskan upaya pengamanan tersebut dilakukan untuk mencegah berbagai tindakan yang dapat mengganggu operasional maupun membahayakan perjalananelesaikan kasus yang telah terjadi, tetapi juga menjadi peringatan agar masyarakat tidak mengambil atau merusak kom kereta cepat.
Bagi KCIC, proses hukum terhadap para pelaku diharapkan tidak hanya menyelesaikan kasus yang telah terjadi, tetapi juga menjadi peringatan agar masyarakat tidak mengambil atau merusak komponen prasarana Whoosh. (ANT/KN)



