
TENGGARONG – Perbaikan infrastruktur jalan masih menjadi pekerjaan rumah Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Pemkab Kukar). Pada 2027, Jalan Poros Sebelimbingan disiapkan masuk dalam prioritas penanganan, sementara akses menuju Kecamatan Muara Kaman dan Benua Puhun juga menjadi perhatian pemerintah daerah.
Wakil Bupati Kukar, Rendi Solihin, mengatakan peningkatan infrastruktur jalan menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah memperluas pemerataan pembangunan melalui program Kukar Idaman Terbaik.
Menurutnya, pembangunan tidak boleh hanya terpusat di kawasan perkotaan. Konektivitas antarkecamatan hingga akses menuju desa juga perlu mendapat perhatian agar masyarakat di berbagai wilayah dapat merasakan manfaat pembangunan.
Rendi menyebut sejumlah ruas jalan yang sebelumnya banyak dikeluhkan masyarakat mulai menunjukkan progres perbaikan. Meski demikian, luasnya wilayah Kukar membuat pemerintah daerah harus menentukan tahapan pengerjaan berdasarkan kebutuhan dan skala prioritas.
“Sejumlah ruas jalan yang selama ini menjadi perhatian sudah mulai menunjukkan progres perbaikan,” ujar Rendi, Kamis (5/11/2026).
Ia menjelaskan, beberapa kawasan yang masih membutuhkan perhatian di antaranya Kecamatan Anggana, Muara Badak, serta Jalan Poros Sebelimbingan.
Ruas-ruas tersebut memiliki fungsi strategis dalam mendukung mobilitas masyarakat. Perbaikan akses di kawasan itu juga diharapkan dapat memperlancar konektivitas antarwilayah, terutama bagi masyarakat yang bergantung pada jalur darat untuk menjalankan aktivitas sehari-hari.
Dari sejumlah ruas yang menjadi perhatian, Jalan Poros Sebelimbingan dipastikan telah masuk dalam rencana prioritas pembangunan tahun depan.
Rendi mengatakan pemerintah daerah akan mengawal rencana penanganan jalan tersebut agar dapat direalisasikan sesuai tahapan yang telah disiapkan.
Selain Sebelimbingan, Pemkab Kukar juga menyoroti kondisi akses menuju Kecamatan Muara Kaman dan Benua Puhun.
Infrastruktur jalan di kawasan tersebut dinilai masih membutuhkan pembenahan untuk mengurangi hambatan perjalanan masyarakat.
Rendi menegaskan, peningkatan kualitas jalan tidak sekadar mengejar pembangunan fisik, tetapi harus memberikan manfaat nyata bagi kehidupan warga.
Infrastruktur yang memadai dinilai berperan penting dalam menunjang aktivitas ekonomi, memperlancar distribusi barang, hingga memudahkan masyarakat menjangkau fasilitas pendidikan dan kesehatan.
“Memang pengerjaannya dilakukan secara bertahap, tetapi harapannya masyarakat nantinya bisa merasakan kondisi jalan yang jauh lebih baik,” katanya.
Ia berharap pekerjaan perbaikan yang sudah berjalan dapat diselesaikan secara optimal. Sementara ruas-ruas yang belum tertangani akan menjadi bagian dari perencanaan pembangunan berikutnya. (Adv)
Penulis: Ady Wahyudi
Editor : Nicha R



