BONTANG – Sudah mendapat jadwal pemeriksaan pukul 10.00 Wita, tetapi pasien datang sejak pukul 07.00 Wita. Kebiasaan datang terlalu awal ini menjadi salah satu penyebab ruang tunggu RSUD Taman Husada Bontang kerap dipadati pasien, meskipun rumah sakit telah menerapkan sistem pendaftaran online dan pembagian jadwal pelayanan berdasarkan klaster.
Direktur RSUD Taman Husada Bontang, dr. Suhardi, Sp.JP., FIHA, mengakui penumpukan pasien di ruang tunggu masih menjadi persoalan yang perlu dibenahi. Padahal, berbagai upaya telah dilakukan untuk mengatur kedatangan pasien agar tidak terkonsentrasi pada waktu yang sama.
Salah satunya melalui sistem pendaftaran online yang memungkinkan masyarakat mengakses layanan pendaftaran tanpa harus datang langsung ke rumah sakit. Namun, pemanfaatannya belum sepenuhnya berjalan sesuai harapan.
“Intinya, sistem online dan klaster sebenarnya sudah kami imbau. Hanya saja, masyarakat terkadang belum bisa memanfaatkan sistem tersebut. Walaupun sudah kami imbau untuk online, terkadang masih ada yang datang langsung, tetapi tetap harus kami layani,” ujarnya, Sabtu (17/10/2026).
Menurut Suhardi, persoalan tidak hanya terjadi pada mekanisme pendaftaran. Kebiasaan pasien datang jauh sebelum jadwal pemeriksaan juga membuat ruang tunggu cepat penuh, terutama pada pagi hari.
Ia mencontohkan, pasien yang telah mendapatkan jadwal pelayanan pukul 10.00 Wita terkadang sudah berada di rumah sakit sejak pukul 07.00 Wita. Akibatnya, pasien harus menunggu hingga beberapa jam sebelum mendapatkan pelayanan sesuai jadwal.
“Termasuk dengan sistem klaster yang seharusnya ditangani pukul 10.00 Wita, terkadang pasien sudah datang pukul 07.00 Wita. Akhirnya, pasien yang menunggu di ruang tunggu menjadi membludak,” jelasnya.
Kondisi tersebut membuat pengaturan ruang tunggu menjadi lebih sulit. Pasien yang datang lebih awal harus berbagi tempat dengan pasien lain yang memang memiliki jadwal pemeriksaan pada pagi hari.
Padahal, sistem pelayanan berdasarkan klaster dirancang untuk membagi waktu kedatangan pasien agar proses pemeriksaan dapat berlangsung lebih teratur dan tidak menimbulkan penumpukan pada jam tertentu.
Suhardi berharap masyarakat mulai membiasakan diri mengikuti jadwal yang telah ditentukan. Dengan datang sesuai waktu pelayanan, pasien tidak perlu menunggu terlalu lama dan ruang tunggu dapat dimanfaatkan secara bergantian.
Pengaturan kedatangan ini menjadi semakin penting mengingat tingginya aktivitas pelayanan di RSUD Taman Husada Bontang.
Berdasarkan keterangan manajemen rumah sakit, jumlah pasien rawat jalan setiap hari mencapai 400 hingga 500 orang. Angka tersebut belum termasuk pasien rawat inap, keluarga pendamping, serta tenaga kesehatan dan pegawai yang bertugas.
Tingginya mobilitas tersebut membuat fasilitas penunjang, mulai dari ruang tunggu hingga area parkir, harus digunakan secara optimal.
Menurut Suhardi, penerapan sistem klaster sebenarnya tidak hanya bertujuan mengurangi kepadatan di ruang tunggu, tetapi juga membantu mengatasi keterbatasan kapasitas parkir rumah sakit.
Jika pasien datang sesuai jadwal, kendaraan pengunjung diharapkan tidak menumpuk dalam waktu bersamaan. Dengan demikian, ruang parkir dapat digunakan secara bergantian oleh pasien yang datang dan selesai menjalani pemeriksaan.
“Harapannya dengan sistem klaster ini, kapasitas parkir yang tidak terlalu besar bisa lebih teratasi. Sebenarnya, sistem klaster dapat mengurangi kepadatan, termasuk di ruang tunggu yang saat ini masih penuh,” tuturnya.
Meski demikian, pihak rumah sakit tetap memberikan pelayanan kepada pasien yang datang langsung meskipun belum memanfaatkan sistem pendaftaran online.
Manajemen RSUD Taman Husada berharap masyarakat semakin terbiasa menggunakan layanan pendaftaran yang tersedia serta memperhatikan jadwal pemeriksaan sebelum berangkat ke rumah sakit.
Dengan kedatangan yang lebih teratur, kepadatan ruang tunggu dapat dikurangi, penggunaan fasilitas parkir lebih optimal, dan pasien bisa mendapatkan pelayanan dengan lebih nyaman.
Suhardi menegaskan, keberhasilan sistem tersebut membutuhkan kerja sama antara pihak rumah sakit dan masyarakat. Sebab, pengaturan jadwal tidak akan berjalan maksimal apabila pasien masih datang jauh lebih awal dari waktu pelayanan yang telah ditentukan. (Dwi/Adv)
Editor: Agus S



