KUTAI KARTANEGARA — Lahan seluas ±110,81 hektare di Desa Jembayan, Kecamatan Loa Kulu, Kutai Kartanegara (Kukar) pada Ahad (15/2/2026) resmi dihibahkan PT Indovisi Sukses Mandiri sebagai pemilik lahan kepada Komando Pasukan Khusus (Kopassus) TNI. Untuk pembangunan Markas Grup 4 Kopassus.
Lahan tersebut sebelumnya telah digunakan dan dimanfaatkan untuk kegiatan operasional pertambangan. Yang kemudian telah direklamasi secara bertahap oleh PT Multi Harapan Utama (MHU), sebagai anak usaha dari PT MMS Group Indonesia (MMSGI).
Direktur PT Indovisi Sukses Mandiri Yohan Purnama menyampaikan, hibah lahan ini bukan sekadar proses administratif. Melainkan wujud kepedulian serta tanggung jawab kebangsaan dari dunia usaha sektor swasta dalam mendukung kepentingan strategis negara.
“Kami sangat bangga dapat memberikan dukungan kepada negara melalui hibah lahan ini, dan juga mengapresiasi pengelolaan dan reklamasi yang telah dilakukan PT Multi Harapan Utama secara bertanggung jawab dan berkelanjutan, sehingga lahan tersebut telah berada dalam kondisi layak dan siap dimanfaatkan kembali,” ujar Yohan.
“Hibah lahan ini menjadi bentuk partisipasi aktif kami dalam mendukung penguatan fasilitas pertahanan negara,” tambahnya.
Lebih lanjut Yohan Purnama menegaskan, kehadiran markas baru nantinya tidak hanya memperkuat fungsi pertahanan. Tetapi turut mendorong stabilitas wilayah dan pertumbuhan kawasan melalui peningkatan aktivitas ekonomi, infrastruktur pendukung, serta keterlibatan masyarakat sekitar.
Panglima Kopassus Letjen TNI Djon Afriandi menyampaikan apresiasi atas dukungan sektor swasta. Dalam penyediaan lahan bagi penguatan infrastruktur pertahanan.
“Kami menyampaikan terima kasih dan penghargaan kepada PT Indovisi Sukses Mandiri serta seluruh pihak, termasuk PT Multi Harapan Utama, yang telah memulihkan lahan ini dengan baik. Ketersediaan lahan yang siap guna, sangat penting untuk mendukung kesiapan operasional satuan,” sebutnya.
Djon berharap kehadiran Markas Grup 4 Kopassus di wilayah ini makin memperkuat sistem pertahanan. Meningkatkan profesionalisme prajurit, serta mempererat kemanunggalan TNI oleh dan untuk rakyat.
Lebih lanjut disampaikan, kolaborasi ini menunjukkan bahwa sinergi antara dunia usaha dan institusi pertahanan dapat menghadirkan dampak strategis yang nyata bagi negara dan masyarakat.
“Diharapkan langkah bersama ini menjadi contoh praktik kolaboratif dalam mendukung pembangunan nasional, memperkuat stabilitas wilayah, serta menciptakan nilai jangka panjang bagi lingkungan dan generasi mendatang,” tegasnya. (kn)


