INKA Punya Utang Rp4,7 Triliun, Danantara Siapkan Tambahan Modal

JAKARTA — Danantara menyiapkan tambahan modal untuk memperkuat kinerja PT Industri Kereta Api (INKA), sekaligus membenahi kondisi keuangan dan meningkatkan kapasitas produksi perusahaan pelat merah tersebut.

Kepala Badan Pengaturan (BP) BUMN sekaligus Chief Operating Officer (COO) Danantara, Dony Oskaria, mengatakan langkah tersebut menjadi bagian dari transformasi BUMN sektor industri untuk mendukung pengembangan transportasi publik berbasis kereta di Indonesia.

“Karena memang transformasi transportasi publik kita itu akan lebih banyak di kereta api, maka kita dorong transformasi INKA-nya juga berjalan baik,” kata Dony di Jakarta, Selasa (29/9/2026).

Menurut Dony, pembenahan diperlukan karena kapasitas produksi INKA saat ini dinilai belum mampu memenuhi kebutuhan pengadaan sarana perkeretaapian nasional.

Sementara itu, kebutuhan transportasi publik berbasis kereta diproyeksikan terus berkembang. Karena itu, industri dalam negeri perlu memiliki kapasitas produksi yang lebih besar sekaligus mampu bersaing.

Dony mengungkapkan kondisi keuangan INKA masih menjadi salah satu tantangan yang harus dibenahi. Ia menyebut perusahaan memiliki ekuitas negatif dan pinjaman tidak berkelanjutan (unsustainable loan) sekitar Rp4,7 triliun.

“Nah, saat ini kapasitas mereka belum cukup untuk itu. Karena itu, sedang kita lakukan nanti improvement di situ, termasuk juga penambahan modal karena kan mereka itu sebetulnya punya financial problem juga INKA itu. Ya, equity-nya negatif, ada unsustain loan Rp4,7 triliun,” ucapnya.

Menurut Dony, penyehatan kondisi keuangan menjadi bagian penting sebelum INKA meningkatkan kapasitas produksi. Dengan kondisi keuangan yang lebih sehat, perusahaan diharapkan dapat memperkuat daya saing industri perkeretaapian nasional sekaligus memenuhi kebutuhan pasar domestik.

Meski demikian, Dony belum merinci besaran tambahan modal yang akan diberikan kepada INKA maupun waktu penyalurannya.

Ia mengatakan pembenahan INKA akan dilakukan secara menyeluruh, baik dari sisi keuangan maupun kapasitas industri.

READ  KPK Segera Usut Kaesang Terkait Dugaan Gratifikasi Atas Penggunaan Jet Pribadi

“Jadi semua dirapikan. INKA itu juga punya masalah keuangan. Nah, karena itu kita harus benahi ya, supaya nanti ke depannya INKA ini bisa menjadi industri transportasi publik kita,” kata Dony.

Tambahan modal dan transformasi tersebut diharapkan dapat memperkuat posisi INKA sebagai salah satu penopang industri transportasi publik nasional, seiring dengan meningkatnya kebutuhan sarana transportasi berbasis kereta di Indonesia. (ANT/KN)

⚠️ Peringatan Plagiarisme

Dilarang mengutip, menyalin, atau memperbanyak isi berita maupun foto dalam bentuk apa pun tanpa izin tertulis dari Redaksi. Pelanggaran terhadap hak cipta dapat dikenakan sanksi sesuai UU Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta dengan ancaman pidana penjara maksimal 10 tahun dan/atau denda hingga Rp4 miliar.

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img