Selasa, Mei 28, 2024
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Industri Tekstil Diprediksi Bakal Panen Untung Adanya Pemilu 2024

JAKARTA – Industri tekstil Indonesia diprediksi mengalami perkembangan yang signifikan pada tahun 2024 ini dengan adanya Pemilu 2024.

Jelang akhir tahun lalu, Staf Ahli Bidang Penguatan Kemampuan Industri Dalam Negeri Kementerian Perindustrian Ignatius Warsito menyatakan bahwa industri tekstil dan produk tekstil (TPT) dianggap sebagai salah satu sektor yang akan menjaga daya tahan ekonomi pada tahun 2024.

“Di tahun politik dan kampanye, kita rebut peluang, kita giatkan di garmen karena kampanye kan butuh kaus, spanduk dan lain-lain. Ini peluang yang akan kita masuki,” kata dia dikutip dari Antara, Senin (5/2/2024).

Warsito menyebut momentum tahun politik dinilai akan menjadi modal bagi industri TPT untuk bisa kembali ke kondisi normal menuju pasar ekspor.

“Kami optimistis industri akan membaik dan berkontribusi di tahun politik,” katanya.

Warsito juga meyakini bahwa kegiatan kampanye pada tahun politik ini akan bersifat masif, meskipun ia tidak menyebutkan besaran proyeksi pertumbuhan industri tekstil.

Terlebih lagi, berdasarkan data dari Komisi Pemilihan Umum (KPU), diprediksi bahwa jumlah keseluruhan pemilih pada Pemilu 2024 mencapai 206 juta orang. Proyeksi ini memperhitungkan partisipasi sekitar 110 juta penduduk yang berusia antara 20 hingga 44 tahun dalam Pemilu 2024.

Mengetahui hal tersebut, PT Berkaos Sandang Nusantara sebagai perusahaan garmen terkemuka yang dikenal atas layanan pembuatan pakaian seragam on-demand, mengumumkan rencananya untuk memperbesar jaringan dengan membuka 12 outlet baru hingga tahun 2027. Langkah ini diambil untuk menjemput market lebih dekat dan meningkatkan efisiensi distribusi.

Dalam upaya memperluas cakupan, Berkaos membuka peluang kerjasama bagi pemilik properti di Jabodetabek yang memiliki ruang “nganggur”. Sistem kerjasama ini dilakukan dengan bagi hasil, di mana pemilik properti hanya menyediakan ruangan sebagai outlet Berkaos tanpa perlu mengeluarkan modal awal.

Direktur Pemasaran Berkaos Group Jaza Al Awfa menjelaskan pihaknya membuka peluang untuk memproduktifkan properti yang menganggur, yang belum produktif, untuk bersama jadikan sapi perah yang menghasilkan revenue bagi pemiliknya.

“Seluruh modal awal selain properti, sepenuhnya disediakan manajemen Berkaos Group,” ungkapnya.

Properti yang memenuhi kriteria, seperti memiliki ruangan minimal 4 x 4 meter, area parkir untuk minimal 1 mobil, dan berlokasi di Jabodetabek, dapat menjadi mitra potensial. Ini memberikan kesempatan bagi pemilik properti yang ingin menjalin kerjasama dengan perusahaan terkemuka ini dalam industri garmen.

Dengan langkah ini, Berkaos tidak hanya mengembangkan bisnisnya tetapi juga membuka peluang baru bagi pemilik properti yang ingin terlibat dalam industri ritel. (Lpt/KN)

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Most Popular