Minggu, Juli 14, 2024
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Imbas Kerusuhan, 25 Ruko Dibakar dan Jenazah Lukas Enembe Belum Tiba di Rumah Duka

JAYAPURA – Polisi mencatat 25 rumah toko (ruko) dibakar massa saat kerusuhan pengantaran jenazah mantan Gubernur Papua Lukas Enembe di Jayapura, Papua. Selanjutnya 7 aparat TNI-Polri dilaporkan terluka dalam insiden itu.

“Kita dari aparat keamanan ada 7 TNI Polri, sopirnya Karo Ops, dan tim saya, sopir saya itu juga kena,” ujar Kapolda Papua Irjen Mathius D. Fakhiri kepada wartawan di Jayapura, Kamis (28/12/2023) malam.

Irjen Mathius menegaskan pihaknya dapat mengontrol situasi keamanan di Jayapura. Pihaknya saat ini sedang mengantisipasi pascapemakaman Lukas Enembe nantinya.

“Saya sudah minta anggota di jajaran, kita akan jaga sampai besok pagi sampai semua massa pascapenguburan itu kembali. Kita akan kawal aksi-aksi yang harusnya tidak boleh,” kata Mathius.

Dia mengatakan para personel luka telah dibawa ke rumah sakit. Mereka saat ini sedang menjalani perawatan intensif.
“Kami berharap semua ditangani dengan baik oleh pihak rumah sakit,” katanya.

25 Ruko Dibakar
Irjen Mathius juga membeberkan dampak kerusakan imbas kerusuhan yang pertama di STAKIN, Jayapura, pagi tadi. Dia mengatakan ada dua unit bangunan dirusak.

“Pada kejadian di depan STAKIN itu ada 14 korban luka-luka untuk kendaraan 1 mobil dibakar, 5 kendaraan rusak berat, 2 unit bangunan dirusak,” kata Mathius.

Lebih lanjut dia memaparkan dampak kerusuhan yang kedua di Pertigaan Waena, saat malam hari. Menurutnya, ada 25 unit ruko yang dibakar massa.

“Ini ruko-ruko yang berdempetan dengan asrama intel tentara dari Denintel sehingga terjadi 25 unit rumah (ruko) terbakar untuk total kerugiannya masih dihitung oleh Danrem dan akan dilaporkan ke Panglima,” katanya.

Jenazah Belum Tiba di Rumah Duka
Rombongan pengantar jenazah mantan Gubernur Papua Lukas Enembe hingga kini belum tiba di rumah duka di Koya Tengah, Distrik Muara Tami, Kota Jayapura. Polisi masih melakukan pemantauan terhadap perjalanan jenazah.

“Sampai saat ini masih belum sampai di kediaman karena mereka masih terus melakukan aktivitas pengantaran jenazah menuju rumah almarhum di Koya Tengah,” kata Kapolda Papua Irjen Mathius D. Fakhiri kepada wartawan di Kota Jayapura, Kamis (28/12/2023) malam.

Mathius mengungkap terlambatnya pengantaran jenazah Lukas ke rumah duka itu lantaran sempat terjadi kerusuhan. Pertama, ketika jenazah Lukas diantar ke tempat persemayaman di STAKIN Sentani, Kabupaten Jayapura.

“Saat memasuki di STAKIN itu ada kejadian (kerusuhan) yang seharusnya tidak boleh terjadi,” katanya.

“Kalau kami lihat sudah sampai di KM 12 di venue dayung. Mudah-mudahan bisa lebih cepat sedikit sehingga bisa cepat sampai di kediaman,” sambungnya. (dtk/KN)

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Most Popular