Sabtu, Juni 22, 2024
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Hotel Segera Dibangun, Investor Tunggu Izin Otorita IKN

JAKARTA – Pelan namun pasti, para calon investor menyatakan keseriusannya untuk berkontribusi dalam pembangunan Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara. Sebelumnya ada PT Medikaloka Hermina Tbk (Hermina) yang akan membangun rumah sakit bertaraf internasional. Target Agustus 2023 memulai pekerjaan dan rampung serta beroperasi setahun berselang.

Juga PT Pakuwon Jati Tbk. (PWON) yang berkecimpung di dunia properti. Direktur PWON Ivy Wong membeberkan rencana pembangunan pusat perbelanjaan atau mal dan gedung multifungsi atau mixed-use building di IKN.  “Apa yang akan kita bangun di sana, jelas Pakuwon biasa bangun mal. Kita juga ingin ada lahan yang di IKN yang bisa kita gunakan untuk mixed-use development,” kata Ivy.

Jika ditelusuri, dalam catatan Otorita IKN, terdapat 1 dari 9 proyek flagship investment yang merupakan mixed-use seluas 7,3 hektare dan berlokasi di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP). Namun, Otorita IKN belum memberikan kepastian siapa pengembang yang menginisiasi proyek tersebut.

Di bisnis perhotelan, dua nama mengemuka. Setelah PT Sirius Surya Sentosa (Vasanta Group) yang akan membangun hotel bintang 4 dan terletak tidak jauh dari istana negara di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP), giliran PT ARCS House Wisata Indonesia (Jambuluwuk) yang menyatakan minatnya.

Keinginan itu dituangkan dalam penandatanganan nota kesepahaman dengan PT Bina Karya (Persero) sebagai Badan Usaha Otorita (BUO). Untuk diketahui, PT Bina Karya mendapat penugasan dari pemerintah untuk menjalankan fungsi serta tugasnya dalam aspek komersial dan busines to busines (B2B) dengan investor yang berminat berinvestasi di IKN.

Direktur Utama PT ARCS House Wisata Indonesia Wiraseno mengatakan, Jambuluwuk akan membangun hotel dan resort yang menyediakan pengalaman menginap, restoran, ruang rapat dan fasilitas lainnya yang berkualitas. “Selain menjamin kualitas pelayanan, kami juga berkomitmen untuk ikut menjaga keberlanjutan lingkungan sesuai dengan program pemerintah dalam pembangunan IKN. Dan juga yang tidak kalah penting, dapat memberikan kontribusi yang positif bagi masyarakat setempat,” katanya.

Dikutip dari laman resmi Jambuluwuk, jaringan hotel Jambuluwuk di Indonesia tersebar Malioboro (Jogjakarta), Kota Batu (Malang), Gili Trawangan (Nusa Tenggara Barat), Seminyak (Bali), Thamrin (Jakarta), dan Puncak (Bogor). Sementara itu, Direktur Utama PT Bina Karya (Persero) Boyke P Soebroto mengungkapkan, Jambuluwuk merupakan salah satu investor yang diutamakan pembangunannya di IKN. “Kita mengutamakan istilahnya tier one. Siapa itu tier one? Investor yang melakukan direct investment. Jadi kami sangat berterima kasih kepada Jambuluwuk atas komitmen dan keinginannya untuk membangun fasilitas di sana (IKN),” terang dia.

Boyke menambahkan, selain hotel dan resort, hingga saat ini sudah ada rencana pembangunan rumah sakit dan sekolah internasional. Dia menerangkan, sebagaimana yang diatur dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 62 Tahun 2022 tentang Otorita IKN, tugas PT Bina Karya (Persero) sebagai BUO adakah sebagai master developer. “Jadi semua lahan yang di sana (IKN) itu kita yang akan mengelola.  Apakah kita sewakan, apakah kita kerjasamakan, apakah kita jual, dasarnya adalah dengan penugasan HPL (Hak Penggunaaan Lahan) yang diberikan oleh Otorita IKN,” ujar Boyke. (kn)

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Most Popular