Gempa M 4,1 Guncang Bogor, 17 Rumah Rusak dan 51 Warga Mengungsi

BOGOR – Gempa bumi bermagnitudo 4,1 yang mengguncang wilayah Bogor, Jawa Barat, menyebabkan 17 rumah rusak dan 51 warga mengungsi. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bogor masih mendata dampak kerusakan, sementara warga terdampak membutuhkan terpal dan bantuan logistik untuk penanganan darurat.

Kepala Seksi Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Bogor, Andi Sumardi, mengatakan hasil kaji cepat sementara menunjukkan kerusakan rumah tersebar di Kecamatan Pamijahan dan Leuwiliang.

“Berdasarkan hasil kaji cepat sementara, terdapat 17 rumah terdampak gempa di dua kecamatan dengan jumlah warga mengungsi sebanyak 51 jiwa,” kata Andi di Bogor, Jumat (16/10/2026).

Di Desa Cibunian, Kecamatan Pamijahan, gempa merusak tiga rumah di Kampung Muaradua RT 02/RW 02. Satu rumah mengalami rusak sedang, sedangkan dua lainnya rusak ringan. Kerusakan tersebut berdampak terhadap 12 jiwa dari tiga kepala keluarga (KK).

Dari jumlah tersebut, enam warga dari dua KK terpaksa mengungsi ke rumah kerabat yang masih berada di wilayah setempat.

Sementara itu, dampak lebih besar tercatat di Desa Purasari, Kecamatan Leuwiliang. BPBD mendata 14 rumah terdampak yang tersebar di Kampung Baru, Situ Murni, Cianten, dan Cianten Herang. Kerusakan di wilayah ini berdampak terhadap 46 jiwa dari 14 KK.

Sebanyak 45 warga dari 15 KK dilaporkan mengungsi ke tenda sementara maupun rumah kerabat. Sebagian warga memilih meninggalkan rumah meskipun bangunannya tidak mengalami kerusakan karena khawatir terhadap kemungkinan gempa susulan.

Andi menjelaskan, kerusakan bangunan didominasi retakan hingga hancurnya bagian dinding, serta kerusakan plafon dan atap rumah. Sejumlah bangunan yang terdampak juga diketahui memiliki konstruksi yang sudah lapuk sehingga lebih rentan mengalami kerusakan saat terjadi guncangan.

READ  Cak Imin : PKB Sama Sekali Tak Pernah Terpikir Soal Kabinet

BPBD Kabupaten Bogor masih melanjutkan pendataan di sejumlah wilayah. Hingga laporan sementara disusun, asesmen di lima kampung di Kecamatan Pamijahan belum rampung, yakni Banarajaya 1 dan 2, Cikupa, serta Cisalak 1 dan 2.

Pendataan sempat terkendala kondisi malam hari. Tim kemudian melanjutkan kaji cepat untuk memastikan jumlah rumah rusak, warga terdampak, serta kebutuhan penanganan di lapangan.

BPBD juga mengerahkan Tim Reaksi Cepat Penanggulangan Bencana (TRC-PB) untuk berkoordinasi dengan pemerintah kecamatan, pemerintah desa, dan aparat setempat dalam penanganan dampak gempa.

Saat ini, kebutuhan mendesak warga terdampak meliputi terpal dan bantuan logistik tanggap darurat.
Berdasarkan informasi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) yang dicantumkan dalam laporan BPBD, gempa bermagnitudo 4,1 tersebut berpusat sekitar 26 kilometer barat daya Kota Bogor dengan kedalaman lima kilometer.

Hingga laporan sementara disusun, BPBD belum menerima laporan korban jiwa. Jumlah rumah rusak dan warga terdampak masih berpotensi berubah seiring berlanjutnya pendataan di lapangan. (ANT/KN)

⚠️ Peringatan Plagiarisme

Dilarang mengutip, menyalin, atau memperbanyak isi berita maupun foto dalam bentuk apa pun tanpa izin tertulis dari Redaksi. Pelanggaran terhadap hak cipta dapat dikenakan sanksi sesuai UU Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta dengan ancaman pidana penjara maksimal 10 tahun dan/atau denda hingga Rp4 miliar.

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img