SITUBONDO – Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas IV Panarukan, Situbondo, Jawa Timur menunda keberangkatan kapal feri dari Pelabuhan Jangkar menuju kepulauan di Kabupaten Sumenep, Madura, karena cuaca buruk gelombang tinggi dan angin kencang.
“Hari ini KMP Dharma Kartika tujuan Pulau Raas ditunda keberangkatannya, karena cuaca buruk, yakni gelombang tinggi dan angin kencang perairan Madura dan sekitarnya,” kata Kepala KSOP Kelas IV Panarukan, Situbondo Herland Aprilyanto saat dihubungi di Situbondo, Rabu (4/3/2026).
Penundaan aktivitas pelayaran dari Pelabuhan Jangkar ke kepulauan di Kabupaten Sumenep, lanjut dia, berdasarkan prakiraan cuaca maritim yang dikeluarkan BMKG Stasiun Meteorologi Maritim Perak Surabaya pada 3 Maret 2026, terdapat potensi peningkatan tinggi gelombang dan kecepatan angin di wilayah Madura dan sekitarnya.
Menurut Herland, peningkatan tinggi gelombang dan kecepatan angin di Perairan Madura dan sekitarnya terjadi mulai 4-7 Maret 2026.
Kapal motor penyeberangan, yakni KMP Wicitra Dharma I rute Kalianget-Jangkar, kata Herland, juga ditunda keberangkatannya hari ini.
“Tinggi gelombang di perairan Madura diperkirakan 1,25 hingga 2,5 meter dan berpotensi membahayakan keselamatan pelayaran, khususnya bagi kapal penumpang, kapal nelayan dan kapal berukuran kecil,” ujarnya.
Herland mengimbau kepada seluruh pemilik kapal, operator kapal dan nakhoda agar menunda keberangkatan kapal sampai kondisi cuaca perairan dinyatakan aman kembali. Kecuali kapal rute Jangkar (Situbondo)-Lembar (NTB) tetap beroperasi karena aman.
Ia meminta seluruh operator dan nakhoda kapal memantau perkembangan informasi dan pembaruan cuaca maritim, minimal dua jam sebelum waktu keberangkatan kapal.
“Tetap memantau jika akan melakukan penyeberangan, minimal dua jam sebelum berangkat, misal dalam pelayaran mendapatkan masalah, segera laporkan kepada Syahbandar terdekat untuk mendapatkan arahan lebih lanjut,” kata Herland. (ANT/KN)


