Gejala Stroke Jangan Diabaikan, RSUD Bontang Ingatkan Waktu Penanganan 4,5 Jam

BONTANG – Keterlambatan penanganan stroke dapat menyebabkan kerusakan otak hingga kecacatan permanen. RSUD Taman Husada Bontang mengingatkan masyarakat agar segera membawa pasien ke rumah sakit ketika muncul gejala stroke. Terutama karena terapi tertentu untuk stroke akibat sumbatan pembuluh darah memiliki batas waktu penanganan hingga 4,5 jam sejak gejala pertama muncul.

Direktur RSUD Taman Husada Bontang, dr. Suhardi, Sp.JP., FIHA, melalui edukasi kesehatan yang disampaikan, menekankan bahwa stroke merupakan kondisi darurat medis yang membutuhkan penanganan sesegera mungkin.

Pasalnya, setiap menit keterlambatan penanganan dapat menyebabkan jutaan sel otak mengalami kerusakan. Karena itu, masyarakat diminta segera membawa pasien ke rumah sakit apabila mengalami gejala yang mengarah pada stroke.

“Informasi ke masyarakat dengan kabar baiknya, stroke dapat ditangani. Bahkan, kecacatan akibat stroke berpeluang dapat dicegah, apabila pasien mendapatkan penanganan medis dalam waktu yang tepat,” ucapnya, Sabtu (7/11/2026).

Salah satu metode penanganan stroke akibat sumbatan pembuluh darah adalah terapi trombolisis atau pemberian obat penghancur bekuan darah.

“Terapi ini memiliki batas waktu penanganan atau golden period hingga sampai 4,5 jam sejak gejala pertama muncul, dengan mempertimbangkan hasil pemeriksaan dan kondisi pasien,” tambahnya.

RSUD Taman Husada Bontang juga mengingatkan masyarakat bahwa pencegahan stroke dapat dilakukan dengan mengendalikan faktor risiko, seperti tekanan darah tinggi (hipertensi), kolesterol tinggi, dan diabetes.

“Sehingga kedisiplinan menjaga pola hidup sehat serta melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala menjadi langkah penting, untuk menekan risiko terjadinya stroke,” jelasnya.

Melalui layanan Poliklinik Saraf, RSUD Taman Husada Bontang mengajak masyarakat untuk tidak menunda konsultasi apabila mengalami keluhan kesehatan maupun ingin mengetahui langkah pencegahan stroke.

“Saya berpesan jangan menunggu kondisi memburuk, kalau bisa segera ke RS ketika muncul gejala stroke, karena kecepatan penanganan dapat menentukan keselamatan dan kualitas hidup pasien,” pungkasnya. (Dwi/Adv)

READ  Layanan Endoskopi RSUD Bontang Kembali Beroperasi, Pasien Masih Banyak Takut Diperiksa

Pewarta: Dwi S
Editor: Agus S

⚠️ Peringatan Plagiarisme

Dilarang mengutip, menyalin, atau memperbanyak isi berita maupun foto dalam bentuk apa pun tanpa izin tertulis dari Redaksi. Pelanggaran terhadap hak cipta dapat dikenakan sanksi sesuai UU Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta dengan ancaman pidana penjara maksimal 10 tahun dan/atau denda hingga Rp4 miliar.

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img