
BERAU – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau terus mendorong PT PLN mempercepat pemulihan pasokan listrik menyusul robohnya tower jaringan yang memicu gangguan kelistrikan di sejumlah wilayah.
PLN Berau menargetkan kondisi kelistrikan kembali normal pada 1 atau 2 November 2026. Target tersebut diharapkan dapat terealisasi melalui percepatan perbaikan infrastruktur jaringan yang mengalami kerusakan.
Wakil Bupati Berau, Gamalis, mengatakan PLN telah menyampaikan komitmen untuk segera menangani gangguan tersebut dalam rapat yang membahas persoalan pasokan listrik. Sejumlah langkah awal pun mulai dilakukan, termasuk pengiriman material dan pengerahan tenaga teknis ke lokasi perbaikan.
Menurutnya, lebih dari 90 personel telah disiapkan untuk mendukung proses perbaikan tower yang roboh. Kesiapan sumber daya manusia dan material tersebut diharapkan mampu mempercepat pekerjaan sehingga pasokan listrik dapat kembali pulih sesuai target yang ditetapkan.
“PLN sudah berkomitmen saat rapat kemarin. Tim material sudah bergerak ke lokasi, dan lebih dari 90 personel disiapkan untuk melakukan perbaikan tower yang roboh,” ujarnya.
Gamalis menegaskan, komitmen tersebut perlu diikuti dengan langkah konkret di lapangan agar proses perbaikan tidak melampaui batas waktu yang telah disampaikan. Pemkab Berau berharap seluruh tahapan pekerjaan dapat berjalan sesuai rencana sehingga masyarakat tidak perlu terlalu lama menghadapi gangguan pasokan listrik.
Ia memahami bahwa perbaikan jaringan listrik, terutama infrastruktur tower yang mengalami kerusakan, bukan pekerjaan mudah. Kondisi geografis, cuaca, serta potensi bencana alam menjadi sejumlah faktor yang perlu diperhitungkan selama proses penanganan berlangsung.
Karena itu, aspek mitigasi dan keselamatan kerja harus menjadi perhatian agar pekerjaan dapat diselesaikan secara efektif tanpa mengabaikan keselamatan personel yang bertugas.
Meski demikian, Gamalis menilai berbagai tantangan tersebut tidak boleh mengurangi upaya percepatan pemulihan. Pasalnya, listrik merupakan kebutuhan mendasar masyarakat yang turut menentukan kelancaran aktivitas ekonomi, pelayanan publik, hingga kegiatan rumah tangga.
“Ini memang pekerjaan yang dilakukan di tengah kondisi alam, sehingga potensi bencana juga harus diperhitungkan. Saya kira PLN sudah melakukan langkah antisipasi dan mitigasi, tetapi percepatan penanganan tetap harus kita dorong,” tegasnya.
Pemkab Berau berharap PLN dapat memaksimalkan pengerahan personel dan ketersediaan material agar perbaikan tower segera rampung. Pemerintah daerah juga menaruh harapan agar target pemulihan pada 1 atau 2 November mendatang dapat tercapai.
Bagi masyarakat, kepastian waktu pemulihan menjadi hal penting di tengah gangguan pasokan listrik yang berdampak terhadap aktivitas sehari-hari. Oleh karena itu, percepatan perbaikan sekaligus kejelasan informasi mengenai perkembangan penanganan di lapangan diharapkan dapat terus menjadi perhatian PLN.
“Kami Pemkab Berau akan terus mendorong agar pemulihan kelistrikan menjadi prioritas, sehingga pasokan listrik dapat kembali normal dan masyarakat bisa menjalankan aktivitas tanpa terganggu persoalan kelistrikan,” pungkasnya. (Adv)



