
TENGGARONG – Festival Adat Erau 2026 tak hanya menjadi panggung pelestarian budaya Kutai. Kehadiran Expo Erau di halaman parkir Stadion Rondong Demang, Tenggarong, juga membuka ruang bagi pelaku UMKM untuk memasarkan produk lokal sekaligus memperluas pasar.
Expo Erau Adat Kutai 2026 berlangsung pada 20–27 September 2026 dan menjadi salah satu rangkaian kegiatan yang diharapkan ikut menggerakkan aktivitas ekonomi masyarakat selama festival berlangsung.
Bupati Kutai Kartanegara (Kukar) Aulia Rahman Basri mengatakan, pelaksanaan Expo merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah mendorong perekonomian masyarakat.
“Sebagai bagian dari upaya kita meningkatkan perekonomian di Kukar, Erau ini kita laksanakan secara seremonial sekaligus dengan pelaksanaan Expo di halaman parkir Stadion Rondong Demang,” ujar Aulia, Minggu (20/9/2026).
Menurutnya, pelibatan UMKM dalam Expo Erau menjadi salah satu elemen penting agar kemeriahan festival turut memberikan dampak langsung terhadap aktivitas ekonomi masyarakat.
“UMKM banyak sekali yang terlibat di sana. Kita berharap ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan daya beli masyarakat dan meningkatkan kualitas UMKM kita,” katanya.

Melalui Expo tersebut, produk-produk lokal memiliki ruang untuk diperkenalkan kepada masyarakat dan wisatawan yang datang ke Tenggarong selama rangkaian Erau berlangsung.
Kehadiran pengunjung dalam jumlah besar juga membuka peluang bagi pelaku UMKM untuk memperluas pasar, memperkenalkan produknya, sekaligus berinteraksi langsung dengan calon konsumen dari luar daerah.
Salah satu bentuk dukungan terhadap pelaku usaha ditunjukkan Dinas Pariwisata (Dispar) Kukar dengan menggandeng Asosiasi Pengusaha Jasa Boga Indonesia (APJI) dalam mengisi stan mereka.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dispar Kukar, Awang Agus Dharmawan, mengatakan pihaknya menampilkan beragam produk yang dibawa pelaku usaha yang tergabung dalam APJI.
“Alhamdulillah, kita bisa ikut meramaikan Erau ini dengan menampilkan kawan-kawan dari APJI, Asosiasi Pengusaha Jasa Boga Indonesia,” ujar Awang.
Berbagai produk UMKM, makanan, hingga minuman ditampilkan di stan Dispar Kukar.
“Seperti yang dilihat di display tadi, semua yang dari APJI kita tampilkan di stan Dinas Pariwisata. Ada produk-produk UMKM, produk makanan, dan produk minuman,” jelasnya.
Menurut Awang, kehadiran pelaku usaha dalam Expo Erau sekaligus memperkuat fungsi festival sebagai ruang pertemuan antara produk lokal dengan masyarakat dan wisatawan.
Namun, partisipasi OPD dalam Expo Erau tahun ini belum sepenuhnya dapat dilakukan. Awang menyebut keterbatasan anggaran pada masing-masing OPD menjadi salah satu kendalanya.
“Kalau Erau-nya sih lebih ramai lagi dari yang ada. Tapi sayang mungkin karena keterbatasan anggaran di tiap-tiap OPD, jadi tidak semua OPD bisa ikut expo,” katanya.
Meski demikian, sejumlah OPD tetap ambil bagian dalam Expo Erau 2026, di antaranya Dinas Pertanian, Dinas Pendidikan, dan Dinas Pariwisata Kukar. (Adv)
Penulis : Ady Wahyudi
Editor : Nicha R



