Selasa, Juli 23, 2024
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Erdogan Sebut Israel Negara Teroris

KORANUSANTARA – “Penjajah Israel adalah negara teroris.” Kalimat itu dilontarkan oleh Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan ketika berpidato di parlemen negaranya, Rabu, 15 November 2023. Dia mengecam strategi pasukan Israel yang telah menghancurkan sepenuhnya Jalur Gaza.

Menurut Erdogan, Israel telah terang-terangan melakukan kejahatan perang. Namun, pada saat bersamaan, dunia Barat diam tak berkutik seakan melakukan pembiaran. Dia juga membela Hamas yang oleh negara-negara Barat dilabeli sebagai kelompok teroris. “Hamas adalah sebuah partai politik. Mereka telah mengambil bagian dalam pemilu di Gaza dan menang. Itu adalah fakta yang jelas,’’ ungkap Erdogan seperti dikutip The Times of Israel.

Erdogan menyebut, Hamas menginginkan hak-hak mereka yang dirampas oleh Amerika Serikat (AS) dan penjajah Israel. Pemimpin berusia 69 tahun itu memang paling vokal mendukung kemerdekaan Palestina dan mengutuk Israel sejak sayap militer Hamas, Brigade Al-Qassam, meluncurkan Operasi Badai Al Aqsa pada 7 Oktober 2023. Respons balasan Israel sangatlah tidak manusiawi.

Erdogan menuding Israel memiliki senjata nuklir dan mengancam semua orang dengan kekuatan tersebut. Saat ini, hubungan Turki-Israel berada di titik terendah. ’’Kami akan menggunakan kemampuan diplomatik kami sepenuhnya untuk menghentikan serangan biadab terhadap Jalur Gaza,’’ tegasnya.

Sementara itu, Euro-Med Human Rights Monitor mengungkap, sejak awal perang, Israel menjatuhkan lebih dari 25 ribu ton bahan peledak di Jalur Gaza. Angka itu setara dengan dua bom nuklir. Sebagai perbandingan, bom nuklir Little Boy yang dijatuhkan AS di Hiroshima selama Perang Dunia II memiliki 15 ribu ton bahan peledak berkekuatan tinggi. Bom atom tersebut menghancurkan segala sesuatu dalam radius 1,6 kilometer.

Citra satelit dan foto-foto menunjukkan, saat ini hampir seluruh lingkungan di Jalur Gaza telah rata dengan tanah. Banyak rumah sakit, sekolah, tempat ibadah, dan rumah-rumah yang rusak atau hancur akibat serangan darat, laut, dan udara pasukan Israel. Seluruh instalasi pengolahan air dan sistem komunikasi kini juga telah dinonaktifkan. (*)

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Most Popular