El Nino Sangat Kuat hingga 2027, BNPB Siapkan Mitigasi Kekeringan dan Karhutla

JAKARTA – Fenomena El Nino kategori sangat kuat diperkirakan bertahan hingga awal 2027 dan berpotensi memperpanjang periode kekeringan di Indonesia. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) pun menyiapkan langkah mitigasi untuk mengantisipasi mundurnya awal musim hujan sekaligus menekan risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton Panjaitan mengatakan pihaknya terus memantau perkembangan cuaca berdasarkan pembaruan data dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

“Kami terus memantau dan mengevaluasi setiap pemutakhiran data cuaca yang disampaikan BMKG terkait potensi kekeringan berkepanjangan,” kata Berton di Jakarta, Kamis (22/10/2026).

BNPB bersama kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah menyusun langkah penanganan harian hingga mingguan untuk mengantisipasi dampak kekeringan dan karhutla. Salah satu upaya yang disiapkan ialah operasi modifikasi cuaca (OMC) untuk meningkatkan peluang terjadinya hujan.

“Misalnya, operasi modifikasi cuaca (OMC) untuk memperbesar potensi hujan dengan menyemai NaCl dan semacamnya. Satuan tugas udara masih terus bekerja sesuai analisisnya,” ujarnya.

Di tengah ancaman kekeringan, BNPB melaporkan penanganan karhutla di sejumlah provinsi prioritas. Luas lahan terbakar yang ditangani tercatat mencapai 7.938 hektare di Kalimantan Tengah, 1.974 hektare di Kalimantan Selatan, dan 1.290 hektare di Kalimantan Barat.

Di Sumatera, luas lahan terbakar yang ditangani mencapai 5.194 hektare di Sumatera Selatan dan 2.025 hektare di Jambi.

Selain pemadaman karhutla, BNPB bersama pemerintah daerah serta organisasi dan lembaga nirlaba juga menyalurkan bantuan air bersih bagi masyarakat terdampak kekeringan.

Berton mengatakan langkah kesiapsiagaan dan mitigasi akan terus dievaluasi agar penanganan dapat disesuaikan dengan perkembangan kondisi di lapangan.

“Kami akan melakukan evaluasi setiap saat untuk kesiapsiagaan dan mitigasi, termasuk menentukan langkah-langkah yang perlu dilakukan ke depan,” katanya.

READ  Mendagri Ingatkan Pejabat Daerah Hidup Sederhana, Jangan Suka Pamer

Sebelumnya, Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani menyampaikan anomali suhu muka laut di Samudra Pasifik mencapai plus 2,63 derajat Celsius. Kondisi tersebut menunjukkan El Nino berada pada kategori sangat kuat dan diproyeksikan bertahan hingga awal 2027.

BMKG memprediksi awal musim hujan di sebagian besar wilayah Indonesia akan datang lebih lambat dari biasanya. Kondisi ini mencakup 529 Zona Musim (ZOM), atau sekitar 61,08 persen dari luas daratan Indonesia.

Musim hujan diperkirakan mulai datang secara bertahap pada November 2026 di 185 ZOM, yang mencakup 24,66 persen daratan Indonesia. Selanjutnya, pada Desember 2026, hujan diperkirakan mulai memasuki 266 ZOM dengan cakupan 17,31 persen daratan.

Meski awal musim hujan diprediksi mundur, akumulasi curah hujan di 510 ZOM atau 69,76 persen luas daratan Indonesia diperkirakan tetap berada dalam kategori normal.

Adapun puncak musim hujan diprediksi berlangsung bertahap, mulai Desember 2026 di 155 ZOM, Januari 2027 di 162 ZOM, dan Februari 2027 di 190 ZOM. Ketiganya masing-masing mencakup 36,94 persen, 25,68 persen, dan 16,79 persen luas daratan Indonesia.

BMKG juga memperkirakan durasi musim hujan di 482 ZOM akan lebih pendek dibandingkan kondisi normal.

Dengan potensi mundurnya awal musim hujan dan periode kering yang lebih panjang, pemantauan cuaca, kesiapan pasokan air bersih, serta penanganan karhutla menjadi bagian penting dari upaya mitigasi pemerintah. (ANT/KN)

⚠️ Peringatan Plagiarisme

Dilarang mengutip, menyalin, atau memperbanyak isi berita maupun foto dalam bentuk apa pun tanpa izin tertulis dari Redaksi. Pelanggaran terhadap hak cipta dapat dikenakan sanksi sesuai UU Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta dengan ancaman pidana penjara maksimal 10 tahun dan/atau denda hingga Rp4 miliar.

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img