Dugaan Kejanggalan Medis di RSUD AWS Masuk Tahap Investigasi Internal

SAMARINDA – Kasus dugaan kejanggalan medis yang berujung pada meninggalnya seorang pasien di RSUD Abdul Wahab Sjahranie (AWS) Samarinda kini memasuki babak baru. Pihak keluarga korban mendesak manajemen rumah sakit terbesar di Kalimantan Timur tersebut untuk membuka fakta sebenarnya secara transparan dan akuntabel.

Suasana haru dan penuh ketegangan mewarnai pertemuan tertutup antara keluarga pasien dengan jajaran manajemen RSUD AWS pada Jumat (5/6/2026). Dalam pertemuan itu, keluarga menyampaikan berbagai keluhan sekaligus mempertanyakan prosedur medis yang dijalani korban sebelum meninggal dunia.

Kedatangan keluarga ke rumah sakit didasari belum adanya kepastian terkait penyebab pasti kematian korban. Hingga kini, pihak keluarga mengaku masih belum memperoleh diagnosis medis final lantaran hasil pemeriksaan laboratorium resmi belum juga keluar.

Perwakilan keluarga korban, Bambang Edy Dharma didampingi Hendrik Tandoh, menegaskan bahwa pihak keluarga membutuhkan penjelasan yang rasional dan dapat dipertanggungjawabkan secara medis.

“Hari ini kami sudah menyampaikan keluhan dan unek-unek keluarga besar terkait permasalahan kemarin. Kami mohon kawan-kawan media menahan diri sampai ada hasil dari komitmen pihak rumah sakit yang akan segera melakukan audit internal,” ujar Bambang usai pertemuan.

Keluarga memilih menempuh jalur dialogis terlebih dahulu dan memberi kesempatan kepada pihak rumah sakit untuk melakukan evaluasi internal sebelum menentukan langkah hukum ataupun tindakan lanjutan lainnya.

Bagi keluarga, kepastian penyebab kematian sangat penting untuk memastikan apakah pelayanan yang diberikan telah sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP) atau justru terdapat indikasi kelalaian medis.

Menanggapi hal tersebut, Pelaksana Tugas Direktur RSUD AWS Samarinda, Mazniati, mengaku turut merasakan duka mendalam atas peristiwa tersebut.

“Kebetulan anak ini seumuran dengan anak saya yang kedua, jadi saya bisa merasakan bagaimana kehilangan seseorang yang menjadi kebanggaan keluarga. Dalam waktu dekat akan kami telusuri,” ungkap Mazniati.

READ  Ketua Bawaslu Kaltim Tanggapi Tuduhan Tidak Netral dalam Pilkada 2024

Sebagai bentuk tanggung jawab, pihak rumah sakit langsung menginstruksikan komite medik untuk melakukan audit internal secara menyeluruh. Audit tersebut akan mencakup pemeriksaan rekam medis, prosedur penanganan awal, hasil pemeriksaan penunjang, hingga tindakan medis terakhir yang diterima pasien.

Kasus ini pun menyedot perhatian masyarakat Samarinda dan Kalimantan Timur. Spekulasi yang berkembang membuat manajemen RSUD AWS bergerak cepat demi menjaga kredibilitas rumah sakit.

Di akhir pertemuan, manajemen RSUD AWS berkomitmen menyelesaikan audit internal dan akan memaparkan hasil investigasi secara terbuka pada Selasa pekan depan.

Komitmen tersebut disambut baik oleh pihak keluarga yang kini menunggu hasil audit sebagai dasar menentukan langkah selanjutnya demi memperoleh kejelasan dan kepastian atas penyebab meninggalnya korban. (MK)

Pewarta: Dimas
Editor: Agus S

⚠️ Peringatan Plagiarisme

Dilarang mengutip, menyalin, atau memperbanyak isi berita maupun foto dalam bentuk apa pun tanpa izin tertulis dari Redaksi. Pelanggaran terhadap hak cipta dapat dikenakan sanksi sesuai UU Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta dengan ancaman pidana penjara maksimal 10 tahun dan/atau denda hingga Rp4 miliar.

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img