Senin, Juli 15, 2024
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

DPRD dan Pemkab Berau Kolaborasi Menuju Terwujudnya Pembangunan BLK yang Efektif

TANJUNG REDEB – Balai Latihan Kerja (BLK) di Kabupaten Berau hingga saat ini belum terealisasi. Padahal setiap tahun selalu digagas Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau. Menurut Anggota Komisi III DPRD Berau, Sakirman keberadaan BLK sangat penting karena dapat mengurangi angka pengangguran di Bumi Batiwakkal.

“Jika kita yang ada di Berau ini tidak ditopang dengan skill yang memadai, bisa saja memicu perusahaan mengambil tenaga dari luar daerah. Sehingga menurut saya adanya BLK bisa menjadi solusi yang jelas,” ungkapnya, Jumat (15/3/2024).

Sakirman mengaku siap memberi support dalam hal pembahasan tentang BLK tersebut pada tahun ini. Terlebih, belum sempat sampai tuntas. “Karena dari pemerintah kabupaten memberikan informasi terkait dengan lokasi dan sebagainya kepada DPRD biar ada acuan untuk pembangunan awal,” tuturnya.

Soal sudah ada lahan yang tepat untuk pembangunan BLK, kata dia, bakal menjadi perhatian penting supaya segera terealisasi. “Terkait lahan memang sudah siap, kami akan coba push dalam pembahasan tahun 2025 untuk masuk anggaran murni, ketika itu bisa menjadi langkah awal kita target harus sudah ada progres,” ujarnya.

Politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini mengatakan pembangunan BLK merupakan salah satu dari 18 program prioritas Bupati dan Wakil Bupati. “Jadi dengan program inilah kita bisa mewujudkan anak-anak kita yang tidak lanjut ke jenjang sekolah yang lebih tinggi paling tidak mereka punya skill yang dibina BLK,” bebernya.

Sakirman juga menyebut, setiap tahun Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) sudah memiliki anggaran untuk menunjang anak-anak didik calon tenaga kerja lokal. “Mereka bina untuk mengikuti pelatihan mekanik, pengelasan, operator dan sebagainya,” paparnya.

Karena BLK sejauh ini hanya ada di Samarinda dan Balikpapan, biaya membina sumber daya manusia asal Berau katanya, membutuhkan biaya lebih. “Untuk membina paling kecil hanya beberapa orang yaitu 16-20 orang ditambah lagi dengan kegiatan lainnya,” bebernya.

“Saya anggap daya serap itu sangat minim dengan kita ketika melaksanakannya di luar daerah. Harapan saya kegiatan ini ketika nanti dari pemerintah maupun pihak swasta ada menyelenggarakan di Berau,” tambahnya.

Kendati demikian, dirinya berharap ada dukungan Pemkab Berau serta juga tidak menutup mata untuk melaksanakan kegiatan BLK. “Ya tujuannya agar SDM Berau memiliki lisensi dan sertifikasi dari kegiatan BLK dan sebagainya,” pungkasnya. (adv)

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Most Popular