Kamis, Februari 29, 2024
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Doni Monardo Diusulkan Jadi Pahlawan Nasional

KORANUSANTARA – Dedikasi dan jasa Letjen TNI (Purn) Doni Monardo kepada bangsa dan negara begitu besar. Terutama saat menjalankan tugas sebagai komandan penanggulangan pandemi Covid-19. Atas dasar itulah, Panglima TNI Jenderal Agus Subianto mengusulkan Doni Monardo jadi pahlawan nasional. Padahal, dia masuk kategori orang yang memiliki penyakit komorbid.

”Nanti pasti di bidang personel kami akan mengusulkan,” ucap Agus. Menurut dia, kiprah Doni selama berada di garda depan dalam penanggulangan pandemi Covid-19 sangat mungkin dijadikan sebagai dasar usulan tersebut. Sebab, Doni tetap bekerja sangat keras.

Agus menjadi inspektur upacara dalam pemakaman Doni yang berlangsung di Taman Makam Pahlawan (TMP) Kalibata, Jakarta, Senin, 4 Desember 2023. Sejumlah pejabat negara dan perwira tinggi TNI mengantar Doni ke peristirahatan terakhir.

Mantan kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) itu sempat disemayamkan di markas Kopassus.

Seusai pemakaman, Agus menyampaikan bahwa Doni merupakan panutan bagi para prajurit TNI, khususnya angkatan darat. Agus termasuk yang mengagumi Doni. ”Saya pernah operasi bareng saat Operasi Seroja di Timor Timur pada1995. Beliau kapten, saya letnan dua,” ungkapnya.

Menurut Agus, peran Doni dalam perjalanan kariernya sangat besar. Dia menyebutkan, Doni turut mengantarkan dirinya hingga berhasil mencapai puncak karier di TNI. Agus mengatakan, Doni merupakan pribadi yang sangat total dalam bekerja. Salah satunya ditunjukkan ketika memimpin BNPB menanggulangi pandemi Covid-19. ”Beliau smart, jadi panutan adik-adik dan kalau kerja fokus. Setiap kegiatan ada target dan selalu berhasil,” imbuhnya.

Menko PMK Muhadjir Effendy mengakui hal itu. Dia menyatakan bahwa Doni bekerja sangat keras selama penanggulangan Covid-19. Meski saat itu kondisinya kurang prima, mantan komandan jenderal Kopassus tersebut tetap total menjalankan tugas. ”Beliau betul-betul bekerja penuh 24 jam, tidak pernah pulang selama menangani Covid-19 itu,” ungkap dia.

Besarnya dedikasi Doni kepada negara dan masyarakat turut diamini Menteri Sosial (Mensos) Tri Rismaharini. Menurut dia, Doni adalah orang yang luar biasa. Dia ingat betul, saat pagebluk Covid-19 melanda Indonesia, banyak sekali bantuan yang diberikan Doni sebagai kepala BNPB kepada Pemkot Surabaya. ”Bukan hanya APD, tapi beliau juga membantu saat kami tidak punya alat untuk PCR, beliau kirim,” ungkap mantan wali kota Surabaya tersebut.

Doni, kata Risma (sapaan Tri Rismaharini), saat itu kerap tidur di kantor karena diserahi tanggung jawab untuk menangani Covid-19 di Indonesia. ”Jam berapa pun, jam 1 malam saya telepon, jam 2 malam telepon, diangkat sama dia. Saya tanya, Pak Doni tidurnya kapan? Jam berapa? (Dijawabnya, Red) lah Bu Risma juga belum tidur loh. Hahaha,” kenangnya. Kerja sama keduanya berlanjut saat Risma ditunjuk memimpin Kementerian Sosial (Kemensos).

Atas dedikasinya itu, Risma menilai Doni layak ditahbiskan sebagai pahlawan nasional. ”Menurut saya, layak jadi pahlawan nasional. Dan Pak Doni sangat rendah hati. Beliau nggak mau menonjol-nonjolkan, tetapi dedikasi dan kerjanya bisa dirasakan,” tuturnya.

Kendati begitu, bukan dirinya yang berhak mengusulkan. Harus pihak pemerintah daerah (pemda) yang menyampaikan usulan tersebut kepada pemerintah pusat melalui Kemensos. (*) 

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Most Popular