
TENGGARONG – Dinas Transmigrasi dan Tenaga Kerja (Distransnaker) Kutai Kartanegara (Kukar), Kalimantan Timur (Kaltim), menyusun strategi untuk memperluas keterlibatan perusahaan dalam Program Magang Nasional Batch 3.
Langkah ini ditempuh agar lulusan baru memiliki lebih banyak pilihan tempat magang dan bidang kerja yang sesuai dengan kompetensi mereka.
Kepala Distransnaker Kukar, Dendy Irwan Fahriza, mengatakan persiapan program telah berjalan lebih dari tiga minggu.
Salah satu langkah awal yang dilakukan ialah mengirimkan surat Sekretaris Daerah (Sekda) Kukar kepada 220 perusahaan untuk mendorong partisipasi dunia usaha.
“Sudah tiga minggu lebih kami melakukan persiapan. Pertama, kami sudah mengeluarkan surat Sekda kepada 220 perusahaan terkait dukungan penyelenggaraan Program Magang Nasional Batch 3,” ujar Dendy, Rabu (21/10/2026).
Penjaringan perusahaan tidak hanya dilakukan melalui surat resmi. Distransnaker Kukar juga membangun koordinasi dengan sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang memiliki keterkaitan dengan berbagai sektor usaha.
Instansi yang dilibatkan antara lain Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Dinas Perkebunan, Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP), serta Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah.
Koordinasi lintas instansi tersebut diharapkan membantu penyebaran informasi program kepada perusahaan sesuai bidang usaha masing-masing. Dengan cara ini, penjaringan calon mitra magang dapat menjangkau sektor yang lebih beragam.
Distransnaker juga melakukan pemetaan perusahaan dengan mengacu pada data Wajib Lapor Ketenagakerjaan Perusahaan (WLKP). Data tersebut menjadi salah satu persyaratan yang diperhatikan dalam proses keikutsertaan perusahaan pada program magang.
Dendy menjelaskan, koordinasi dengan sejumlah OPD merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah untuk memperluas jangkauan sosialisasi dan meningkatkan keterlibatan perusahaan.
“Kami juga berkoordinasi dengan beberapa organisasi perangkat daerah (OPD), di antaranya Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Dinas Perkebunan, DPMPTSP, serta Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah,” katanya.
Setelah melakukan penjaringan awal dan pemetaan perusahaan, Distransnaker Kukar berencana mengundang perusahaan untuk mengikuti sosialisasi Program Magang Nasional Batch 3.
Pertemuan tersebut akan digunakan untuk menjelaskan mekanisme penyelenggaraan, persyaratan, serta manfaat program bagi perusahaan. Pemerintah daerah berharap pemahaman yang lebih baik dapat mendorong dunia usaha untuk ikut menyediakan tempat magang bagi lulusan baru.
Upaya memperluas partisipasi perusahaan ini juga berkaitan dengan capaian pelaksanaan program pada periode sebelumnya. Menurut Dendy, jumlah peserta dari kalangan perusahaan dan instansi pada Batch 2 di Kukar masih terbatas.
Pada pelaksanaan tersebut, baru lima instansi atau perusahaan yang terlibat, dengan sekitar 20 jabatan yang tersedia. Kondisi itu menjadi perhatian dalam persiapan Batch 3, terutama untuk memperluas pilihan bidang magang bagi pencari kerja lokal.
Keterlibatan perusahaan yang lebih banyak dinilai penting agar kesempatan magang tidak hanya tersedia pada bidang tertentu. Keragaman sektor dan jabatan juga diharapkan membantu lulusan baru memperoleh pengalaman yang relevan dengan kompetensi masing-masing.
Program Magang Nasional menjadi salah satu jalur bagi lulusan baru untuk memperoleh pengalaman sebelum memasuki dunia kerja profesional. Melalui program ini, peserta diharapkan dapat mengenal lingkungan kerja sekaligus mengembangkan keterampilan yang dibutuhkan oleh dunia usaha.
Namun, ketersediaan kesempatan magang turut bergantung pada kesediaan perusahaan untuk berpartisipasi. Karena itu, Distransnaker Kukar berupaya memperluas jaringan mitra melalui pendekatan langsung, koordinasi lintas OPD, dan sosialisasi kepada calon perusahaan peserta.
Surat yang dikirimkan kepada 220 perusahaan menjadi langkah awal dalam penjaringan tersebut. Selanjutnya, pemerintah daerah berharap semakin banyak perusahaan bersedia bergabung sehingga jumlah tempat dan bidang magang pada Batch 3 dapat meningkat dibandingkan pelaksanaan sebelumnya.
“Karena itu, pada Batch 3 kami berupaya memperluas keterlibatan perusahaan. Harapannya, semakin banyak perusahaan yang berpartisipasi sehingga pilihan bidang magang bagi lulusan baru juga semakin beragam dan sesuai dengan kompetensi mereka,” tutupnya. (Adv)
Penulis : Ady Wahyudi
Editor : Nicha R



