NUSANTARA – Otorita IKN menggelar diskusi dan kuliah umum bertajuk “Capitals Can Be Planned. Cities Must Be Lived: Learning for Sustainability and Resilience in a More-than-Human Nusantara”, digelar di kawasan Kemenko 3 Ibu Kota Nusantara (IKN), Jumat (21/8/2026). Hadir sebagai pembicara, Profesor Bart Barendregt dari Leiden University.
Dalam paparannya, Profesor Bart mengatakan membangun ibu kota bukan hanya soal merancang infrastruktur dan teknologi, tetapi bagaimana kota tersebut benar-benar menjadi ruang hidup bagi manusia dan lingkungan.
“Keberlanjutan dan resilience atau ketahanan harus menjadi bagian dari proses pembangunan sejak awal. Ekosistem sebagai bagian penting dari kehidupan kota, bukan sekadar latar pembangunan,” ujarnya.
Hadir dalam kesempatan itu, Kepala Otorita IKN, Basuki Hadimuljono, sejumlah Deputi dan Direktur Otorita IKN. Sejumlah pembicara yang dihadirkan antara lain, pemenang sayembara IKN dalam desain Ibu Kota Negara, Sibarani Sofian. Basuki mengungkap, dalam agenda sengaja mengundang mahasiswa berbagai perguruan tinggi di Kaltim.
“Ini kuliah mahal. Yang bicara bukan hanya ahli dari regional saja, tapi kaliber internasional. Jadi harus disimak betul. Itu, ada Profesor Bart,” jelasnya.
Kegiatan ini menjadi ruang untuk membahas pembangunan IKN dari perspektif keberlanjutan, ketahanan kota, serta hubungan antara manusia dan lingkungan.
Kegiatan mengupas pentingnya perencanaan kota yang bukan semata berorientasi pada pembangunan fisik, tetapi juga memperhatikan kehidupan sosial dan ekologi.
Konsep more-than-human Nusantara menempatkan alam, keanekaragaman hayati, serta ekosistem sebagai bagian penting dalam proses pembangunan kota.
Pesan utama kegiatan adalah bahwa ibu kota dapat dirancang melalui perencanaan, tetapi sebuah kota akan benar-benar hidup melalui interaksi manusia, masyarakat, dan alam di dalamnya.
Kegiatan dihadiri civitas akademika sejumlah perguruan tinggi di Kaltim. Antara lain Universitas Mulawarman, Universitas Balikpapan, serta Universitas Gunadarma. Juha dihadiri ASN OIKN dan sejumlah karyawan BUMN yang melakukan konstruksi pembangunan.
Myrna, salah satu peserta bertanya terkait bagaimana hewan dan tumbuhan endemik di hutan yang dibangun IKN. “Dengan adanya pembangunan IKN ini, bagaimana kondisi hewan maupun tumbuhan endemik di dalam hutan yang terbangun IKN,” tanyanya.
Pertanyaan itu dijawab langsung Basuki Hadimuljono. Kata Basuki, area yang dibangun IKN adalah Hutan Tanaman Industri (HTI). Monokultur, dengan tanaman eucalyptus. OIKN justru me-rewilding area IKN dan delineasi dengan rutin menanam pohon. Kini, selama aksi kurun 2022-2026 oleh OIKN dan para mitra serta maayarakat umum, jumlah tanam bibit sudah mencapai 5 juta pohon. Acra di Kemenko 3 IKN sendiri berlangsung sejak pukul 09.00 WITA, hingga 17.00 WITA. (Adv)
Editor : Muhammad Rafi’i









