Disdikbud Kukar Siapkan Beasiswa 2027 untuk PAUD hingga SMP

TENGGARONG – Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) menyiapkan program beasiswa 2027 bagi peserta didik jenjang Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) hingga Sekolah Menengah Pertama (SMP).

Program ini dirancang untuk memperluas akses pendidikan sekaligus menyelaraskan bantuan daerah dengan program pemerintah pusat dan Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim).

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kukar, Heriansyah, mengatakan anggaran beasiswa untuk 2027 telah dialokasikan dan diusulkan sesuai kewenangan pemerintah kabupaten.

Skema penerima bantuan nantinya tidak hanya mempertimbangkan kondisi ekonomi keluarga, tetapi juga kebutuhan dan kelayakan satuan pendidikan yang akan menerima dukungan.

“Basisnya nanti bukan hanya orang yang tidak mampu, tetapi juga sekolah. Jadi, sekolah-sekolah yang memang berhak menerima bantuan akan menjadi pertimbangan dalam skema beasiswa ini,” ujarnya Rabu (14/10/2026).

Heriansyah menjelaskan, perencanaan tersebut turut memperhatikan sejumlah program bantuan pendidikan yang sudah berjalan. Di antaranya Kartu Indonesia Pintar (KIP) dari pemerintah pusat, Gratispol dari Pemerintah Provinsi Kaltim, serta beasiswa Kukar Idaman Terbaik dari Pemkab Kukar.

Penyelarasan program diperlukan agar bantuan dapat menjangkau sasaran secara lebih terarah. Dengan pemetaan penerima, pemerintah daerah berharap dukungan pendidikan yang tersedia bisa saling melengkapi sesuai kebutuhan peserta didik.

“Jangan sampai terjadi duplikasi penerima. Nanti semuanya akan kami distribusikan,” ucapnya.

Selain beasiswa, Pemkab Kukar selama ini juga memberikan dukungan melalui bantuan seragam sekolah dan buku gratis. Berbagai bantuan tersebut diharapkan dapat mengurangi beban orang tua dalam memenuhi kebutuhan perlengkapan pendidikan anak.

Bagi keluarga dengan penghasilan tidak menentu, bantuan semacam ini menjadi salah satu penopang agar kebutuhan sekolah anak tetap terpenuhi.

Disdikbud Kukar juga menegaskan peningkatan kualitas pendidikan tidak cukup hanya melalui bantuan biaya dan pembangunan fasilitas sekolah. Pembenahan tata kelola pendidikan serta peningkatan kompetensi tenaga pendidik juga menjadi perhatian.

READ  Sentralisasi Pasar Ramadan Masuk Tahun Kedua, Partisipasi Pedagang Makin Meningkat

Heriansyah menilai guru memiliki peran penting dalam membentuk kualitas sumber daya manusia, bukan sekadar menyampaikan materi pelajaran di ruang kelas.

“Guru yang berkualitas dan memahami cara mendidik lebih penting daripada sekadar mengajar. Kalau mengajar itu sederhana, misalnya mengajarkan satu tambah satu sama dengan dua,” serunya.

“Namun, mendidik berarti memberikan contoh atau menjadi teladan untuk menciptakan sumber daya manusia yang berakhlak mulia,” tuturnya. (Adv)

Penulis : Ady Wahyudi
Editor : Nicha R

⚠️ Peringatan Plagiarisme

Dilarang mengutip, menyalin, atau memperbanyak isi berita maupun foto dalam bentuk apa pun tanpa izin tertulis dari Redaksi. Pelanggaran terhadap hak cipta dapat dikenakan sanksi sesuai UU Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta dengan ancaman pidana penjara maksimal 10 tahun dan/atau denda hingga Rp4 miliar.

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img