JAKARTA – Penantian panjang empat anak buah kapal (ABK) Warga Negara Indonesia (WNI) MT Honour 25 akhirnya berakhir. Setelah kapal mereka dibajak perompak di perairan Somalia, pemerintah Indonesia menempuh diplomasi lintas negara hingga keempatnya berhasil diselamatkan dan kembali ke tanah air.
Menteri Luar Negeri RI Arrmanatha Nasir mengatakan pemerintah menjaga koordinasi intensif dengan berbagai pihak untuk membebaskan para ABK, termasuk pemerintah Somalia dan negara asal awak kapal lainnya.
“Koordinasi tidak saja dilakukan dengan pemerintah Somalia dan pemilik kapal, tetapi juga dengan pemerintah-pemerintah yang warga negaranya menjadi kru kapal tersebut,” kata Arrmanatha setelah serah terima ABK WNI kepada keluarga di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Cengkareng, Banten, Selasa (6/10/2026).
Selain Somalia, Indonesia berkomunikasi dengan pemerintah India, Pakistan, dan Myanmar. Kapal MT Honour 25 diketahui juga diawaki 10 warga negara Pakistan serta masing-masing satu awak dari India dan Myanmar.
Sementara itu, empat ABK WNI yang berada di kapal tersebut yakni Kapten Ashari Samadikun (34) asal Gowa, Sulawesi Selatan; Wahudinanto (48) asal Pemalang, Jawa Tengah; Adi Faizal (27) asal Bulukumba, Sulawesi Selatan; dan Fiki Mutakin (25) asal Bogor, Jawa Barat.
Arrmanatha mengatakan kepulangan keempat WNI tersebut merupakan hasil dari serangkaian upaya diplomasi pemerintah Indonesia sejak pembajakan terjadi.
Menurut dia, upaya pembebasan tersebut melibatkan berbagai pihak, termasuk Kementerian Perhubungan RI, keluarga para ABK, pemilik kapal, serta pemerintah negara-negara yang warganya menjadi awak MT Honour 25.
Ia juga memberikan apresiasi kepada Sugiono yang saat pembajakan terjadi masih menjabat sebagai Menteri Luar Negeri RI dan langsung memimpin upaya diplomasi untuk pembebasan para ABK.
“Sejak awal, kami terus berkomunikasi dengan berbagai pihak, termasuk Kementerian Perhubungan RI, dengan keluarga ABK, dan juga pemilik kapal,” ujarnya.
Arrmanatha turut memberikan apresiasi khusus kepada Kapten Ashari Samadikun yang dinilai bertanggung jawab dalam memimpin awak kapal hingga mereka berhasil diselamatkan dalam operasi yang dilakukan otoritas Somalia.
Ia juga menyampaikan terima kasih kepada keluarga para ABK yang terus memberikan dukungan selama proses pembebasan berlangsung.
Kapal MT Honour 25 dilaporkan dibajak di perairan Hafun, Somalia, pada 22 April 2026. Setelah melalui proses penanganan dan diplomasi, operasi penyelamatan para sandera di kapal tersebut berlangsung pada 29 September 2026.
Kini, keempat ABK WNI tersebut telah kembali ke Indonesia dan berkumpul bersama keluarga masing-masing.
Arrmanatha mengaku bersyukur seluruh ABK WNI MT Honour 25 berhasil selamat dari pembajakan.
Kepulangan tersebut sekaligus menandai berakhirnya penantian panjang para keluarga yang selama berbulan-bulan menunggu kepastian keselamatan anggota keluarga mereka yang berada di kapal tersebut. (ANT/KN)



