Senin, Juni 17, 2024
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Dianggap Dukung Prabowo, PDIP Akan Panggil Budiman

KORANUSANTARA – Politikus PDI Perjuangan Budiman Sudjatmiko menemui Ketua Umum Partai Gerindra sekaligus Menteri Pertahanan Prabowo Subianto di Kertanegara IV, Jakarta.

Dalam pertemuan pada Selasa, 18 Juli 2023, Budiman mengungkapkan sejumlah poin pembicaraan dengan Prabowo. Dia pun memuji Prabowo sebagai sosok nasionalis yang memiliki pemikiran hebat.

“Kita tadi cukup lama berdiskusi banyak hal-hal yang kita banyak persamaan, visi, persamaan pandangan,” katanya.  Menurut Budiman, Prabowo mewakili cara pandang kepemimpinan politik yang cocok dengannya. Dia juga menilai di tengah krisis global saat ini, dibutuhkan dua latar belakang kepemimpinan, yakni militer dan aktivis. Budiman juga tak ragu mengatakan Prabowo yang berjiwa nasionalis merupakan salah satu orang terbaik yang dibutuhkan Indonesia.

DPP PDIP langsung merespons pertemuan Budiman Sudjatmiko dengan Prabowo Subianto. Budiman bakal dipanggil untuk dimintai keterangan soal pertemuan dengan bacapres dari Partai Gerindra tersebut.

Menurut Ketua DPP PDIP Puan Maharani, semua boleh bersilaturahmi dengan siapa pun. Apalagi, pertemuan itu membahas masa depan bangsa dan negara. Namun, tentu wajar partai ingin mendengar tentang silaturahmi Budiman ke rumah Prabowo di Kartanegara, Jakarta Selatan. ’’Kita akan dengar apa sebenarnya yang dibicarakan,’’ tuturnya.

Ketua Bidang Kehormatan Partai DPP PDIP Komarudin Watubun mengatakan, kasus Budiman itu sama dengan masalah Effendi Simbolon. Bedanya, Effendi mengundang Prabowo dalam acara marga Simbolon. Sedangkan Budiman yang malah datang ke Prabowo. Hal itulah yang menjadi indikasi pelanggaran disiplin. Sebab, Budiman jelas kader PDIP.

Menurut dia, kebebasan setiap kader sudah diatur organisasi. Soal urusan politik capres-cawapres, itu sudah menjadi urusan partai. Dan, PDIP sudah memutuskan mengajukan Ganjar Pranowo sebagai capres. Karena itu, pihaknya akan memanggil Budiman untuk dimintai keterangan.

Pernyataan Budiman setelah bertemu Prabowo, lanjut dia, jelas sebagai bentuk dukungan. Hal itu sama saja tidak mendukung Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri. ’’Kalau tidak mau diatur PDIP, ya sudah tidak usah bergabung dengan PDIP,’’ tegasnya. (*)

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Most Popular