Rabu, April 24, 2024
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Desa Purwajaya Rencanakan Pembangunan Dua Destinasi Wisata Menarik

TENGGARONG – Desa Purwajaya, yang terletak di Kecamatan Loa Janan, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), tengah mengembangkan dua destinasi wisata baru yang menarik. Hal ini diumumkan oleh Kepala Desa (Kades) Purwajaya, Adi Sucipto, kepada wartawan KoranNusantara.com.

Destinasi pertama yang sedang dibangun adalah Wisata Danau Biru Puncak, yang terletak di RT 14. Masyarakat setempat telah melakukan gotong royong dan swadaya untuk mempersiapkan destinasi ini. Bahkan, Bupati Kukar telah mengunjungi danau tersebut sebagai bagian dari upaya pembangunan. Untuk memfasilitasi wisata danau, pemuda Purwajaya telah membeli dua perahu karet yang akan diuji coba bersama tim rescui PT PAMA bekerja sama dengan karang taruna Desa Purwajaya pada hari Minggu (24/3/2024).

“Kami sudah membangun pelabuhannya, nanti hari minggu ini kita akan lakukan uji coba menggunakan perahu karet,” ungkapnya.

Selain Danau Biru Puncak, pihak desa juga berencana membangun Wisata Batu Fosil Pohon Kayu. Batu fosil ini memiliki panjang 28 meter, menjadikannya batu fosil pohon kayu terpanjang di dunia, melebihi batu fosil yang ada di Thailand yang hanya memiliki panjang 16 meter. Meskipun jenis pohon apa yang diwakili oleh batu tersebut masih dalam penelitian, tetapi hal ini menjadi potensi wisata yang menarik bagi desa Purwajaya.

“Fosil kayu ini sudah ditemukan sejak 2015 lalu saat ramainya masyarakat menyukai batu akik. Kami belum melakukan riset jenisnya karena kami harus melakukan kajian ilmiah,” ungkap Kades Purwajaya Adi Sucipto. Untuk mendukung proses riset ini, mereka telah dibantu oleh beberapa ahli, termasuk seorang kementerian kehutanan, Badan Atom Nasional dan lembaga penelitian dari ITB.

“Kepemilikan batu ini dimiliki oleh Lembaga Pengrajin Batu Fosil Kalimantan Timur,” tambahnya.

Rencana pembangunan destinasi wisata ini diharapkan dapat meningkatkan kunjungan wisatawan ke Desa Purwajaya serta memberikan kontribusi positif bagi perkembangan ekonomi dan budaya masyarakat setempat. “Iya kita berharap dengan adanya 2 tempat wisata ini akan menambah pendapatan desa dan masyarakat yang tinggal didekat obyek wisata tersebut,” pungkasnya. (Adv)

  1. Penulis : Hanafi
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Most Popular