Cuaca Ekstrem Mengintai Nataru 2026/2027, Menhub Siapkan Jalur Alternatif

JAKARTA – Ancaman cuaca ekstrem menjadi salah satu perhatian utama pemerintah dalam menghadapi Angkutan Natal 2026 dan Tahun Baru 2027 (Nataru). Kementerian Perhubungan (Kemenhub) memperkuat koordinasi lintas instansi hingga menyiapkan jalur alternatif untuk mengantisipasi gangguan perjalanan akibat banjir, longsor, gelombang tinggi, dan angin kencang.

Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi mengatakan, informasi cuaca dan kondisi lintasan harus menjadi pertimbangan penting dalam menentukan kebijakan operasional transportasi, terutama di wilayah rawan bencana.

“Informasi cuaca dan kondisi lintasan harus menjadi pertimbangan dalam pengambilan keputusan operasional, terutama dalam mengantisipasi cuaca ekstrem dan daerah rawan bencana,” kata Dudy di Jakarta, Selasa (3/11/2026).

Untuk memperkuat kesiapsiagaan, Kemenhub berkoordinasi dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), pemerintah daerah, serta pengelola prasarana transportasi.

Salah satu langkah yang disiapkan adalah memetakan titik-titik rawan banjir dan longsor. Pemetaan tersebut menjadi dasar dalam menentukan langkah operasional sekaligus mengantisipasi potensi gangguan mobilitas masyarakat selama libur akhir tahun.

Pemerintah juga menyiapkan mitigasi terhadap potensi gelombang tinggi dan angin kencang yang dapat mengganggu keselamatan pelayaran maupun operasional moda transportasi lainnya.

Selain itu, jalur alternatif disiapkan untuk mengantisipasi kemungkinan terputusnya akses atau terganggunya perjalanan akibat kondisi cuaca dan lingkungan. Kesiapan sarana transportasi serta petugas di lokasi rawan terdampak juga diperkuat agar penanganan keadaan darurat dapat dilakukan secara cepat dan terkoordinasi.

Dudy meminta seluruh operator transportasi menyusun rencana operasi yang mencakup pengendalian risiko, kesiapan menghadapi keadaan darurat, hingga penyesuaian operasional apabila kondisi lapangan berubah sewaktu-waktu.

Evaluasi penyelenggaraan angkutan Natal dan Tahun Baru pada tahun sebelumnya turut menjadi bahan penyempurnaan strategi mitigasi. Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan kesiapsiagaan seluruh pemangku kepentingan dalam menghadapi berbagai potensi gangguan perjalanan.

READ  Penerbangan ke Jakarta Dialihkan ke Kertajati, Pemerintah Siapkan Bus dan Whoosh

Melalui penguatan koordinasi lintas sektor dan mitigasi cuaca ekstrem, Kemenhub menargetkan penyelenggaraan Angkutan Natal 2026 dan Tahun Baru 2027 berlangsung aman, selamat, serta memberikan kepastian layanan bagi masyarakat. (ANT/KN)

⚠️ Peringatan Plagiarisme

Dilarang mengutip, menyalin, atau memperbanyak isi berita maupun foto dalam bentuk apa pun tanpa izin tertulis dari Redaksi. Pelanggaran terhadap hak cipta dapat dikenakan sanksi sesuai UU Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta dengan ancaman pidana penjara maksimal 10 tahun dan/atau denda hingga Rp4 miliar.

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img