Sabtu, Mei 25, 2024
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Cagub dengan Kekayaan Rp346 Miliar

Catatan Rizal Effendi

NYALON gubernur  dengan kekayaan ratusan miliar terjadi di Kaltim. Itu kalau kita membaca Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN). Calon tunggal Golkar untuk Pilgub Kaltim, Haji Rudy Mas’ud (Harum) dilaporkan punya harta kekayaan yang mencapai Rp346 miliar lebih.

Dalam LHKPN tahun 2022, terungkap Harum juga mempunyai utang sekitar Rp 87,6 miliar. Jadi kekayaan bersihnya sebesar Rp258,8 miliar.  Masih tetap besar. Ini memang pencapaian usaha yang benar-benar harum.

Selain di atas kekayaan calon lainnya, menurut TribunKaltim, kekayaan Rudy Mas’ud melebihi besarnya kekayaan Presiden Jokowi yang tercatat di LHKPN sebesar Rp95,8 miliar. Jadi hampir tiga kali lipat. Bayangkan. Sementara Isran Noor dalam LHKPN 2022 memiliki harta kekayaan Rp20,1 miliar dan Mahyudin Rp16,07 miliar.

Dengan kekayaan sebesar itu, Rudy dapat dipastikan tidak mengalami kesulitan dalam penyediaan logistik terutama yang berkaitan dengan soal ongkos politik. Dia juga beruntung, mungkin mahar politiknya lebih kecil karena partai yang dipimpinnya, Golkar meraup 15 kursi di DPRD Kaltim, sehingga tidak perlu ada koalisi.

Seperti pernah dirilis, berdasarkan kajian Litbang Kementerian Dalam Negeri, biaya politik untuk menjadi seorang gubernur itu bisa mencapai angka Rp100 miliar. Bayangkan, hanya orang-orang tertentu saja yang bisa merambah kursi yang satu ini. Memang mahal.

Harum salah satu anggota keluarga Bani Mas’ud. Lainnya adalah Hasanuddin Mas’ud (Hamas), Rahmad Mas’ud (RM) dan Abdul Gafur Mas’ud (AGM). Semuanya kaya-kaya. Harta mereka masing-masing ada yang menduga bisa mencapai Rp100 miliar. Tapi dalam LHKPN 2022 harta RM tercatat Rp37,3 miliar. Sedang Hamas Rp254,56 miliar, hampir sama dengan Harum. Apakah ada utangnya? Tempo hari Hamas disebut-sebut punya kaitan dengan Bankaltimtara.

Bani Mas’ud tidak bermain di batu bara, melainkan bisnis minyak, yang tidak banyak digeluti orang. Itu bisnis turun-temurun. Ayahanda mereka, almarhum Mas’ud yang tinggal di Kampung Baru, Balikpapan Barat memang pemain minyak. Orang Kampung Baru sebagian berdagang minyak. Maklum itu kampung, selain dekat dengan kilang minyak Pertamina,  juga usahanya berkaitan dengan keperluan BBM. Ada yang jadi pengemudi taksi, bisnis speedboat penyeberangan, nelayan dan melayani bertambatnya kapal-kapal dari Sulawesi yang membawa berbagai keperluan pokok.

Semuanya perlu BBM. Bahkan selain jualan minyak, mereka juga ada yang mengusahakan fasilitas pelabuhan, penjualan air bersih untuk kapal-kapal serta bengkel dan dok kapal. Itu semua dilakukan oleh keluarga Bani Mas’ud. Jadi terus menggurita. Bahkan perusahaan PT Cindara Pratama (diambil dari nama putri pertama RM) juga bermain di readymix beton cor. Malah ada dua kilangnya di Balikpapan Utara dan Balikpapan Timur.

Berdasarkan Keputusan DPP Golkar, semua keluarga Bani Mas’ud diturunkan ikut kompetisi Pilkada Serentak 2024. Maklum selain banyak modal, mereka sukses memenangkan Golkar di Kaltim termasuk kemenangan calon presiden No 2, Prabowo-Gibran.

Rudy yang sekarang ini ketua Golkar Kaltim dan anggota Komisi III DPR RI menjadi calon tunggal untuk mengikuti Pilgub Kaltim 2024. Sedang RM posisinya sekarang ketua Golkar Balikpapan dan wali kota kembali mengikuti Pilwali sebagai petahana. Sementara Hamas sebagai ketua Golkar Kukar dan ketua DPRD Kaltim diproyeksikan mengikuti pemilihan bupati (Pilbup) Kukar.

Yang unik, si bungsu AGM menjadi satu-satunya anggota Bani Mas’ud yang tidak berada di kubu kuning. Dia yang sempat menjadi bupati Penajam Paser Utara (PPU) adalah ketua DPC Demokrat Balikpapan. Sayang kariernya tersandung, setelah diadang KPK menjelang rencananya merebut kursi ketua Demokrat Kaltim.

Semangat keluarga Bani Mas’ud meraih prestasi pendidikan juga hebat. Melalui Universitas Mulawarman (Unmul), mereka tidak saja menyabet gelar S1 tetapi juga S2, Magister Ekonomi (ME). Malah Harum dikabarkan sudah meraih S-3 (doktor). Meski ada juga yang sempat mempertanyakan S1-nya RM, yang didapat dari Universitas Tridharma (Untri) Balikpapan.

TIDAK GAMPANG

Bagaimana kans Rudy di Pilgub Kaltim? Sepertinya tidak gampang. Perlu perjuangan keras. Dia berhadapan lawan berat. Petahana, Isran Noor masih cukup kuat. “Percuma melawan saya, nggak ada yang bisa mengalahkan saya. Tapi itu hak mereka jika tetap ingin maju,” kata Isran sesumbar ketika memberi sambutan pada acara Desain Besar Olahraga Nasional (DBON) di GOR Kadrie Oening Samarinda, Senin (1/4) lalu.

Ada lagi Mahyudin, orang daerah yang berhasil merambah kekuasaan politik di Jakarta. Baru Mahyudin yang pernah menjadi wakil ketua MPR RI dan wakil ketua DPD RI. Mahyudin pernah menjadi ketua DPD I Golkar Kaltim, wakil ketua umum DPP Golkar dan ketua Dewan Pertimbangan Perindo. “Saya maju setelah mendapat petunjuk dari guru ulama dan restu ibu,” kata lelaki kelahiran Tanjung, Kalsel ini.

Kekuatan Rudy tentu dari dukungan logistik dan posisi Golkar, yang  memenangi pileg di hampir seluruh dapil Kaltim. Jadi jaringan dan pendukungnya cukup kuat. Tapi dia dianggap belum lengkap jam terbangnya. Masih kurang pengalaman. Kinerjanya di Komisi III DPR RI yang membidangi Hukum, HAM dan Keamanan tidak banyak terungkap.

Ketika bersilaturahmi dengan awak media, Jumat (12/4) lalu, Harum tampak optimistis menghadapi Pilgub 2024. Dia menegaskan, meskipun Golkar bisa mengusung sendiri tanpa koalisi, tetapi juga tetap membuka peluang untuk bekerjasama dengan partai lain khususnya dari Koalisi Indonesia Maju (KIM).

Dalam Pileg 2024, Harum terpilih kembali ke Senayan. Jika dia mundur untuk Pilgub, dia sudah punya cadangan. Penggantinya istrinya sendiri, Syarifah Suraidah Abidin (Bunda Harum). Keduanya memang kompak ikut Pileg. Suara Syarifah cukup signifikan sebagai calon pengganti. Waktu kampanye dia didukung oleh barisan relawan Bestie Syarifah Suraidah (BSS).

Penampilan Bunda Harum juga unik, modis dan trendi. Dia suka sekali berdandan gaya wanita ningrat Eropa dengan topi lebar (floppy hat) yang anggun. Terlihat cantik dan khas. Yang luar biasa, hasil perkawinannya dengan Rudy, mereka miliki 13 anak. Betul-betul keluarga besar. Kalau jalan bersama, mereka harus naik bus.

Syarifah juga sangat dikagumi karyawannya PT Barokah Perkasa Group,  perusahaan yang bergerak di galangan kapal tanker. Maklum dia suka berbagi rezeki alias nyawer.  Pada Lebaran kemarin, di “istananya” di Kawasan Pulau Atas, Kecamatan Sambutan, Samarinda penuh sesak. Semua dapat “angpao” dari Bunda Harum. Dia juga ketua Ikatan Istri Partai Golkar (IIPG) Kaltim.

Lalu bagaimana peluang sang kakak, Hamas dan RM? Hamas sepertinya masih mendua. Apakah tetap maju di Pilbup Kukar atau bertahan menjadi ketua DPRD Kaltim. Makanya calon Golkar di Kukar ada dua. Selain Hamas, juga sekretaris Golkar Kaltim, M Husni Fahrudin yang akrab dipanggil Ayub. Dia orang Kutai. Jika Hamas tidak jadi, maka Ayub yang maju.

Jika Hamas tetap bertempur di Kukar, dia juga menghadapi lawan berat. Bupati Kukar Edi Damansyah, yang sekarang juga ketua PDIP Kukar tidak gampang dikalahkan. Edi sukses memenangi kursi PDIP di Kukar dan mengalahkan Golkar. Ada yang meragukan apakah Edy masih bisa maju? Dalam perbincangan dengan saya, Edy mengatakan dengan Keputusan MK dia belum terhitung dua periode.

Ada yang bilang jika Edi dipromosi maju ke Pilgub Kaltim, maka wakilnya sekarang Rendi Solihin akan didorong ke Pilbup Kukar. Mereka sama-sama dari partai Ibu Megawati Soekarnoputri. Dia orang Samboja, kampung halaman saya. Ayahnya, H Abu, pengusaha kaya, yang terkenal di kampungnya.

Di Kukar juga ada mantan Danrem 091/ASN Brigjen TNI Dendi Suryadi. Dendi berdarah Kutai  sudah siap bertempur merebut kursi bupati Kukar. Gerakannya sudah mulai terlihat sejak Ramadan, banyak bersilaturahmi di mana-mana. Hasil survei LKPI, tingkat elektabilitas Dendi paling atas dari calon lainnya.

Kabarnya Sekretaris Gerindra Kaltim Seno Aji juga digadang-gadang maju ke Pilbup Kukar. Dia sekarang adalah anggota DPRD Kaltim yang menduduki jabatan wakil ketua. Pada Pileg 2024, dia terpilih kembali ke Karang Paci melalui Dapil Kukar.

Meski memegang posisi sebagai ketua Golkar Kukar, Hamas jarang berada di wilayah Kutai. Dia lebih banyak di Samarinda. Maklum sebagai ketua DPRD Kaltim, yang direbutnya dari Makmur HAP. Kader Golkar yang pindah ke Gerindra dan terpilih kembali ke Karang Paci dari Dapil Berau.

Hamas juga bersaing dengan Abdulloh dalam perebutan kursi ketua DPRD Kaltim 2024-2029. Abdulloh yang saat ini ketua DPRD Balikpapan dan sekretaris Golkar Balikpapan membuat kejutan dengan meraup suara hampir 50 ribu. Abdulloh sukses besar di Pileg 2024 terutama di Balikpapan Utara bersama adiknya, Fauzi Adi Firmansyah berkat mengecor semua jalan-jalan lingkungan di sana melalui dana APBD.

Yang mungkin agak mulus melangkah ke arena Pilkada adalah RM. Dia belum punya lawan berat dalam Pilwali Balikpapan 2024. Partai yang berpeluang mengajukan calon sepertinya Nasdem, yang dalam Pileg 2024 merebut 7 kursi. Tinggal tambah 2, maka sudah bisa mengajukan calon wali kota (cawali). Gerindra dengan 6 kursi, PDIP dan PKB sama-sama 4 kursi sejauh ini belum terdengar suaranya. Mungkin menunggu yang daftar.

Ada kemungkinan RM akan melakukan kembali aksi “borong partai,” sehingga dia berhadapan dengan Kotak Kosong (KK) seperti Pilwali 2020. Tapi ada juga pihak menilai, RM kali ini bisa tersendat jika berani berhadapan dengan KK. Karena itu ada skenario lain. Ketimbang melawan KK, kabarnya tim RM membahas kemungkinan calon bayangan atau calon boneka seperti dilakukan Bupati Kukar Rita Widyasari di waktu lalu.

Beberapa hari lalu saya mendapat kabar selentingan, istri RM, Hj Nurlena akan dipasangkan dengan Andi Harahap menjadi calon bupati dan wakil bupati PPU dari jalur Golkar. Ibu 7 anak ini bersama istri AGM, Hj Risna memang berasal dari PPU, yang dulunya wilayah Kecamatan Balikpapan Seberang. Tapi ada juga kabar yang dipasang bukan Nurlena, tapi adik atau keluarganya di sana.

Direktur Brand Politika Eko Satya Hushada pernah mengungkapkan hasil survei kepuasan yang pernah ia lakukan tahun 2022, menyebutkan tingkat kepuasan terhadap kinerja RM mencapai 85,4 persen. “Ini tingkat kepuasan yang sangat besar,” katanya memuji, yang juga menjadi tim konsultan RM.

Di sisi lain sorotan terhadap RM juga berembus. Sering terungkap di media sosial berbagai kekecewaan warga mulai soal penanganan banjir (ada yang bilang juga sebenarnya itu proyek pelebaran jalan) di Jl MT Haryono dan berbagai proyek yang berjalan tidak lancar dan beraroma KKN, soal mutasi sampai masalah wakil wali kota  yang berlarut-larut. Karena itu ada juga yang meneriakkan tagline-nya RM, “Itu Sudah!”. (*)

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Most Popular