Bursa Sekda Bontang Mengerucut, Enam Pejabat Lolos ke Assessment

BONTANG – Persaingan memperebutkan kursi Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bontang semakin ketat. Dari 15 pejabat yang sebelumnya masuk bursa, kini hanya enam nama yang bertahan setelah Komite Talenta merampungkan tahapan wawancara.

Kepastian tersebut tertuang dalam Pengumuman Komite Talenta Aparatur Sipil Negara Kota Bontang Nomor 4/KT.Bontang/2026 tentang Pemanggilan Uji Kompetensi Manajerial (Assessment Center) Seleksi Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama Sekretaris Daerah Kota Bontang Tahun 2026.

Enam pejabat yang lolos yakni Ahmad Yani Y, Kepala Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat; Heru Triatmojo, Kepala Dinas Lingkungan Hidup; Much Cholis Edy Prabowo, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota; Sony Suwito Adicahyono, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda; Sudi Priyanto, Kepala BKPSDM; serta Suhardi, Direktur RSUD Taman Husada.

Nama-nama tersebut dicantumkan berdasarkan urutan abjad, bukan perolehan nilai.

Keenam kandidat selanjutnya mengikuti Uji Kompetensi Manajerial atau assessment center selama dua hari, 27–28 Agustus 2026, di Balai Pengukuran Kompetensi Pegawai BKD Daerah Istimewa Yogyakarta.

Tahapan tersebut akan kembali memangkas jumlah kandidat. Hasil assessment diakumulasi dengan penilaian pada tahapan sebelumnya untuk menentukan tiga pejabat dengan nilai kumulatif tertinggi.

Tiga nama itulah yang nantinya menjadi kandidat akhir Sekda definitif Kota Bontang.

Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni sebelumnya menegaskan tidak ada kandidat yang mendapat perlakuan khusus. Penentuan dilakukan berdasarkan kompetensi dan hasil seluruh tahapan seleksi.

“Saya akan pilih satu yang terbaik dari nama yang sudah disodorkan tim. Pemilihan akan transparan sesuai kompetensi,” kata Neni.

Neni juga memastikan tidak ada “karpet merah” untuk kandidat tertentu. Sekda yang terpilih harus mampu menjalankan program prioritas pemerintah daerah sekaligus menerjemahkan arahan kepala daerah dalam roda pemerintahan.

READ  Bupati Kukar Bakal Bentuk Tim Khusus, Tangani Konflik Lahan Warga dengan PT BDAM

Pengisian Sekda Bontang kali ini tidak menggunakan seleksi terbuka atau lelang jabatan. Pemkot menerapkan mekanisme manajemen talenta ASN setelah mendapatkan rekomendasi Badan Kepegawaian Negara (BKN).

Ketua Komite Talenta ASN Kota Bontang Akhmad Suharto sebelumnya menjelaskan kandidat dijaring melalui pemetaan sistem nine box atau sembilan kotak manajemen talenta.

Pejabat eselon II yang berada pada kotak 8 dan 9 serta memenuhi persyaratan usia masuk kelompok kandidat. Salah satu ketentuannya berusia di bawah 58 tahun saat pengisian jabatan Sekda dilakukan.

Dari pemetaan tersebut, 15 pejabat mengikuti wawancara Komite Talenta. Sembilan di antaranya kini tersisih dan enam nama melanjutkan persaingan.

Komite Talenta diketuai Akhmad Suharto dengan melibatkan Inspektur Provinsi Kaltim, Inspektur Kota Bontang, Asisten I Setda Bontang Dasuki, serta Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Bontang Safa Muha.

Pemkot Bontang telah memperoleh rekomendasi BKN untuk menerapkan manajemen talenta sejak Oktober 2025. Mekanisme serupa sebelumnya digunakan untuk rotasi empat pejabat eselon II pada April 2026.

Selepas assessment 27–28 Agustus, enam kandidat akan mengerucut menjadi tiga besar. Wali Kota kemudian memilih satu dari tiga pejabat tersebut untuk menjadi Sekda definitif.

Proses pengisian jabatan berlangsung menjelang berakhirnya masa tugas Akhmad Suharto sebagai ASN. Pj Sekda Bontang tersebut akan memasuki purnatugas terhitung mulai 1 Oktober 2026. (MK)

Editor: Agus S.

⚠️ Peringatan Plagiarisme

Dilarang mengutip, menyalin, atau memperbanyak isi berita maupun foto dalam bentuk apa pun tanpa izin tertulis dari Redaksi. Pelanggaran terhadap hak cipta dapat dikenakan sanksi sesuai UU Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta dengan ancaman pidana penjara maksimal 10 tahun dan/atau denda hingga Rp4 miliar.

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img